Tampilkan postingan dengan label Mawaizh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mawaizh. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 November 2018

Kisah Zuhud al-Harits al-Muhasibi


Kisah Zuhud al-Harits al-Muhasibi

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawi M.A

بسم الله الرحمن الرحيم
 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.
أما بعد

Al-Harits al-Muhasibi (165-243 H)

Beliau adalah guru besar Sufi dari Baghdad yang terkenal pada zamannya, yang diakui sebagai “Bapak Psikologi dan Etika Sufi” yang menyatukan ilmu syari’at dan hakikat dan salah satu maha guru Imam Junaid al-Baghdadi. Gelar al-Muhasibi disematkan karena beliau terkenal dengan ketekunannya dalam bermuhasabah, mentafakuri dan memperhitungkan amal dan kondisi kejiwaannya sendiri.

Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah al-Harits ibn Asad al-Bashri al-Muhasibi. Beliau lahir di Bashrah pada 165 H atau 781 M. Beliau wafat di Baghdad pada tahun 243 H atau 857 M.

Syamsuddin al-Dzahabi menyebutkan tentang kewara’an beliau dalam kitab Tarikhul Islam jilid 18 halaman 150:

وخلّف مالا كثيرا، فما أخذ منه الحارث حبة وقال: أهلُ ملَّتين لا يتوارثان. وكان أَبُوهُ واقفيّا، يعني يقف في القرآن لا يقول: مخلوق، ولا غير مخلوق

Ayah beliau meninggalkan banyak harta warisan, tetapi beliau tidak mengambil seperakpun. Asumsi beliau, “orang yang beda keyakinan tidak boleh saling mewariskan.” Ketika ayah beliau ditanya mengenai al-Qur’an, ayah beliau tidak memberikan jawaban yang pasti, beliau mengatakan bahwa al-Qur’an itu makhluq dan bukan makhluq.


Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya al-Qadhi Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 253.





Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy M.A

Ikuti Kajian Islam:

instagram.com/rizkialbatawi

@rizkialbatawi

https://www.facebook.com/Rizqi-Zulqornain-Albatawi

 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، وبحق قلب النبي صلى الله عليه وسلم وما حوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
صلاةً تَجْعَلُنَا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا، وَرِزْقًا كَثِيْرًا، وَقَلْبًا قَرِيْرًا، وَعِلْمًا غَزِيْرًا، وَعَمَلاً بَرِيْرًا، وَقَبْرًا مُنِيْرًا، وَحِسَابًا يَسِيْرًا، وَمُلْكًا فِي الْفِرْدَوْسِ كَبِيْرًا
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat, Jakarta Timur 13910


فَأَكْرِمِ اللَّهُمَّ مَنْ أَكْرَمَنَا .:. وَكَثِّرِ الْخَيْرَ لَدَيْهِ وَالْغِنَا
وَأَعْطِهِ مِمَّا رَجَى فَوْقَ الرَّجَا .:. وَاجْعَلْ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجَا
وَافْعَلْ كَذَلِكَ بِكُلِّ مُحْسِنِ .:. اِلَى ذَوِي الْعِلْمِ بِظَنٍّ حَسَنِ
وَاهْدِ جَمِيْعَنَا اِلَى الرَّشَادِ .:. وَلِطَرِيْقِ الْخَيْرِ وَالسَّدَادِ
وَابْسُطْ بِفَضْلِكَ عَلَيْنَا نِعْمَتَكْ .:. وَانْشُرْ عَلَيْنَا فِي الدَّارَيْنِ رَحْمَتَكْ
وَاخْتِمْ لَنَا عِنْدَ حُضُوْرِ الْأَجَلِ .:. بِالْعَفْوِ مِنْكَ وَالرِّضَى الْمُعَجَّلِ
أَمِيْنَ أَمِيْنَ اسْتَجِبْ دُعَانَا .:. وَلاَ تُخَيِّبْ رَبَّـــــنَا رَجَـــــــــــــــــانَا


Kamis, 01 November 2018

Kisah Keledai Dan Pencuri

Kisah Keledai dan pencuri

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawi M.A

بسم الله الرحمن الرحيم
 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.
أما بعد

Kisah Keledai dan pencuri

Apa yang paling disukai oleh pria pekerja yang suka mencari batang pohon untuk dijadikan kayu bakar selain hewan keledai yang ia miliki untuk membawa kayu-kayu yang dikumpulkan dari hutan untuk dibawa kembali ke rumahnya. Adalah pria itu sangat cinta dan butuh pada keledai miliknya yang hanya satu itu.

Tiada hari tanpa ia berkeliling ke kota untuk mencari nafkah atau berjalan dipinggiran hutan dengan diiringi keledainya yang dia tuntun dengan tali mengikat tangannya, seakan-akan keledai itu adalah bocah yang sangat disayangnya, tak boleh lepas dari tangan dan pandangan mata.

Pada suatu pagi yang cerah, ketika si pria sedang berjalan dengan keledainya di pinggir kota menuju pasar tempatnya mencari nafkah, terlihat dirinya oleh sekelompok penyamun. Sudah beberapa hari ini, para penyamun itu mengintai si pemuda dan keledainya. Terbayang keping-keping uang yang akan mereka dapatkan kalau mereka berhasil mencuri keledai pria tersebut dan menjualnya. Seorang di antara penyamun itu berkata, “Keledai itu pasti akan sangat mahal kalau kita jual.”

Penyamun yang lainnya berkata, “Boleh mahal keledai tersebut, tapi bagaimana cara kita mendapatkannya, sedangkan pemilik keledai tersebut tidak pernah memalingkan wajahnya dari hewan tersebut, dan ikat talinya selalu dipegang pria itu…”

Lalu penyamun lain yang merupakan pemimpin mereka menjawab dengan mantab, “Kalian tenang saja, aku tahu bagaimana cara mencuri keledai tersebut.” katanya sambil menyeringai lebar. Anak buahnya hanya melihat pemimpin mereka, dan berharap pemimpinnya sudah mendapatkan ide untuk mencuri keledai tersebut.

Beberapa hari kemudian.
Sesuai dengan pengintaian para penyamun itu, pria pemilik keledai tersebut terlihat tertidur di bawah pohon rindang setelah sepagian bekerja di pasar. Ia mengikat tali keledai ke lengannya yang bersambung ke leher keledai miliknya.

Para penyamun yang sebelumnya telah menunggu sekian lama, akhirnya melaksanakan aksinya. Pemimpin penyamun memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan benda yang diperlukan untuk mencuri keledai tersebut, yaitu garam dan karung basah.

Setelah semuanya siap, ketua penyamun mendekati keledai yg sedang berdiri dekat tuannya. Dengan hati-hati ketua penyamun itu melepaskan ikatan dari leher keledai tersebut dan anak buahnya yg ada dekatnya langsung menutup mulut keledai tersebut dengan garam dan memasukkannya ke dalam karung basah yang sudah disiapkan sebelumnya, lalu mereka pun pergi kecuali ketua penyamun.

Terlihat dia mengalungkan ikatan yang tadi berada di leher keledai sekarang mengikat lehernya. Setelah berlalu waktu, akhirnya pria pemilik keledai tersebut bangun dari tidur siangnya. Dan betapa terkejut dirinya ketika melihat bahwa keledainya hilang dan ada pria yang terikat di tali yang tadi ditujukan untuk mengikat keledainya.

“hai! Siapa kamu? Dimana keledaiku? Apakah kamu mengambilnya?” pria tersebut bertanya sambil marah pada si penyamun.
“Bukan begitu wahai tuanku yang baik hati. Saya tidak mengambilnya.” Kata si penyamun berbohong.
“Lalu dimana keledaiku? Kenapa kamu ada dalam ikatan keledaiku?”
“Tuanku, duduklah sebentar, biarlah saya menceritakan bagaimana saya bisa dalam keadaan seperti ini.”

Lalu si ketua penyamun itu menyampaikan cerita bohong kepada pria itu. Dia mengatakan bahwa dirinya adalah sosok asli keledai yang senantiasa dibawanya. Dia dikutuk oleh ibunya, sehingga dirinya menjadi keledai. Tetapi, mungkin ibunya sudah memaafkannya sehingga dia berubah kembali menjadi manusia. Pemilik keledai yang mendengar ceritanya menangis merasa kasihan dengan cerita ketua penyamun itu, lalu dia membebaskan keledai yang sekarang sudah menjadi pria itu dan menyuruhnya kembali ke rumah ibunya. Akhirnya ketua penyamun tersebut berhasil kabur dan menyusul komplotannya

Menjelang sore si pemilik keledai sampai di rumahnya, lalu dia menceritakan kembali kejadian yang dialaminya hari itu pada istrinya. Istrinya yang mendengar cerita dari suaminya pun ikut menangis dan bersyukur karena keledainya sudah kembali menjadi manusia dan bisa pulang.

Keesokan harinya pemilik keledai berangkat ke pasar seperti biasa untuk mencari nafkah. Sesampainya di pasar dia tidak sengaja melewati pedagang hewan. Tiba-tiba dia melihat ada seekor keledai yang sangat mirip dengan keledainya di antara hewan yang dijajakan oleh penjual hewan. Si pria itu mendekati keledai yang sangat mirip dengan keledai miliknya yang lalu. Dia perhatikan warnanya, giginya, buntutnya dan semuanya sama persis dengan keledai miliknya.

Si pemilik keledai itupun langsung memeluk keledai di hadapannya dan langsung menangis. Si pedagang hewan aneh melihat tingkah laku pria yang baru datang tersebut dan bertanya kepadanya kenapa dia menangis. Si pria itu hanya menjawab, “Kasihan sekali kamu! Perkara apa yang telah kamu lakukan sehingga kamu dikutuk kembali oleh ibumu…?”

Kesimpulan kisah di atas adalah hendaknya kita selalu waspada dengan tipu daya para penjahat yang selalu menunggu kesempatan kita lengah. Manusia yang jauh dari tuntunan agama, jauh dari ilmu dan ulama dipastikan berani ngelakoni segala perbuatan meskipun dengan cara menghinakan dirinya sendiri.

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya al-Qadhi Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 253.




Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy M.A

Ikuti Kajian Islam:

instagram.com/rizkialbatawi

@rizkialbatawi

https://www.facebook.com/Rizqi-Zulqornain-Albatawi

 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، وبحق قلب النبي صلى الله عليه وسلم وما حوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
صلاةً تَجْعَلُنَا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا، وَرِزْقًا كَثِيْرًا، وَقَلْبًا قَرِيْرًا، وَعِلْمًا غَزِيْرًا، وَعَمَلاً بَرِيْرًا، وَقَبْرًا مُنِيْرًا، وَحِسَابًا يَسِيْرًا، وَمُلْكًا فِي الْفِرْدَوْسِ كَبِيْرًا
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat, Jakarta Timur 13910


فَأَكْرِمِ اللَّهُمَّ مَنْ أَكْرَمَنَا .:. وَكَثِّرِ الْخَيْرَ لَدَيْهِ وَالْغِنَا
وَأَعْطِهِ مِمَّا رَجَى فَوْقَ الرَّجَا .:. وَاجْعَلْ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجَا
وَافْعَلْ كَذَلِكَ بِكُلِّ مُحْسِنِ .:. اِلَى ذَوِي الْعِلْمِ بِظَنٍّ حَسَنِ
وَاهْدِ جَمِيْعَنَا اِلَى الرَّشَادِ .:. وَلِطَرِيْقِ الْخَيْرِ وَالسَّدَادِ
وَابْسُطْ بِفَضْلِكَ عَلَيْنَا نِعْمَتَكْ .:. وَانْشُرْ عَلَيْنَا فِي الدَّارَيْنِ رَحْمَتَكْ
وَاخْتِمْ لَنَا عِنْدَ حُضُوْرِ الْأَجَلِ .:. بِالْعَفْوِ مِنْكَ وَالرِّضَى الْمُعَجَّلِ
أَمِيْنَ أَمِيْنَ اسْتَجِبْ دُعَانَا .:. وَلاَ تُخَيِّبْ رَبَّـــــنَا رَجَـــــــــــــــــانَا


Minggu, 02 September 2018

Kisah Sahabat Bernama Ghawi Bin Zhalim


Kisah Sahabat Bernama Ghawi Bin Zhalim

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawi M.A

بسم الله الرحمن الرحيم
 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.
أما بعد

Ada seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebelum masuk Islam bernama Ghawi Bin Zhalim. Ketika masuk Islam, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengubah namaya menjadi Rasyid Bin Abdullah radhiyalllahu anhu. Karena arti Ghawi adalah sesat. Sedangkan Zhalim berarti jahat. Adapun Rasyid maknanya orang yang memberikan petunjuk kebaikan.

Imam Ibn Hajar al-Asqalani menyebutkan dalam al-Ishabah Fi Tamyizis Shahabah jilid 2 halaman 361 dan Imam Ibnu Atsir dalam kitab Usdul Ghabah Fi Ma’rifah as-Shahabah jilid 2 halaman 229, “Pada suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertanya, “Siapa namamu? Beliau menjawab Ghawi Bin Zhalim. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengubahnya, “Engkau Rasyid Bin Abdullah.”

Di masa jahiliyah, sayyiduna Rasyid Bin Abdullah Radhiyallahu anhu merupakan kuncen atau pemegang kunci tempat penyembahan berhala Bani Salim yang bernama Suwa’. Diceritakan pada suatu hari beliau ingin menyiapkan ritual penyembahan berhala, tetapi betapa terkejutnya beliau melihat seekor rubah sedang mengangkat kaki sebelah mengencingi patung Suwa’ yang diangap sebagai Tuhan. Ketika itu beliau dapat hidayah dan membacakan sebuah syair:

أربّ يبول الثّعلبان برأسه ... لقد هان من بالت عليه الثّعالب

Apakah disebut Tuhan, bila kepalanya dikencingi oleh rubah. Sungguh amat hina yang dikencingi rubah.

Hikmah dari Qisah di atas:
Bukti Kasih sayang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang sangat care (peduli) kepada Ummatnya.
Nama yang punya arti tidak baik harus diganti.
Allah memberikan hidayah kepada siapa saja yang Dia kehendaki.
Sifat hina tidak kepangku pada diri Tuhan.


Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya al-Qadhi Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 253.



Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy M.A

Ikuti Kajian Islam:

instagram.com/rizkialbatawi

@rizkialbatawi

https://www.facebook.com/Rizqi-Zulqornain-Albatawi

 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
صلاةً تَجْعَلُنَا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا، وَرِزْقًا كَثِيْرًا، وَقَلْبًا قَرِيْرًا، وَعِلْمًا غَزِيْرًا، وَعَمَلاً بَرِيْرًا، وَقَبْرًا مُنِيْرًا، وَحِسَابًا يَسِيْرًا، وَمُلْكًا فِي الْفِرْدَوْسِ كَبِيْرًا
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat, Jakarta Timur 13910


فَأَكْرِمِ اللَّهُمَّ مَنْ أَكْرَمَنَا .:. وَكَثِّرِ الْخَيْرَ لَدَيْهِ وَالْغِنَا
وَأَعْطِهِ مِمَّا رَجَى فَوْقَ الرَّجَا .:. وَاجْعَلْ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجَا
وَافْعَلْ كَذَلِكَ بِكُلِّ مُحْسِنِ .:. اِلَى ذَوِي الْعِلْمِ بِظَنٍّ حَسَنِ
وَاهْدِ جَمِيْعَنَا اِلَى الرَّشَادِ .:. وَلِطَرِيْقِ الْخَيْرِ وَالسَّدَادِ
وَابْسُطْ بِفَضْلِكَ عَلَيْنَا نِعْمَتَكْ .:. وَانْشُرْ عَلَيْنَا فِي الدَّارَيْنِ رَحْمَتَكْ
وَاخْتِمْ لَنَا عِنْدَ حُضُوْرِ الْأَجَلِ .:. بِالْعَفْوِ مِنْكَ وَالرِّضَى الْمُعَجَّلِ
أَمِيْنَ أَمِيْنَ اسْتَجِبْ دُعَانَا .:. وَلاَ تُخَيِّبْ رَبَّـــــنَا رَجَـــــــــــــــــانَا


Senin, 13 Agustus 2018

Kisah Orang Sombong (ad-Damamini Ulama Inshaf)


Kisah Orang Sombong (ad-Damamini Ulama Inshaf)

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawi M.A

بسم الله الرحمن الرحيم
 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.
أما بعد

Dikisahkan pada suatu hari ada ulama pakar nahwu bernama ad-Damamini (wafat 827 Hijriyah) datang ke negri Yaman, ketika memasuki sebuah kota Dhamad, beliau membuat Syair:

لما دخلت اليمنا ... رأيتُ وجهي حسَنا
أَقْبِحْ بها من بلدٍ ... أحسنُ من فيها أنا

Tatkala aku memasuki negri Yaman aku lihat wajahku begitu indah. Alangkah buruknya negri ini, yang paling bagus di di sini adalah aku.

Syair tersebut tersyiar dan didengar banyak orang, sehingga penduduk Yaman banyak yang tersinggung . Akhirnya ada satu ulama di kota tersebut yang sering dipanggil ad-Dhamadi ingin berdebat urusan nahwu dengan ad-Damamini. Ad-Dhamadi pun mendatangi ad-Damamini yang saat itu sedang angkob-angkoban di sebuah bale. Singkat cerita ad-Damimini bertanya, “Ente mau debat dengan ane, apa kaga salah? Sekarang ane mau tanya ente, sudah sampai mana ente belajar kitab nahwu? Ad-Dhamadi menjawab, “Aku sudah belajar kitab al-Kafiyah dan beberapa kitab syarahnya. Mendengar jawaban itu, ad-Damamini berkata: “Ah, itu mah kitab pelajaran bocah. Apa ada lagi yang ente pelajari selain itu? Ad-Dhamadi menjawab “Aku belajar kitab ar-Ridha.” Ad-Damamini berkata. “Itu sih baru kelas menengah. Terus apa lagi? Ad-Dhamadi menjawab, “Aku pelajari juga kitab at-tashil juga.” Ad-Damamini memberikan komentar, “Lumayan juga itu. Apa lagi? Tanya ad-Damamini sambil bangun dari bale. Hingga keduanya berdebat dalam urusan Nahwu ad-Dhamadi pun menjawab seluruh pertanyaan ad-Damamini. Hingga akhirnya ad-Dhamadi bertanya kepada ad-Damamini dan ad-Damamini keteter diserang pertanyaan ad-Dhamadi yang menyulitkan sehingga ad-Damamini diam seribu bahasa tidak menjawab laksana cicek nelen kapur. Melihat reaksi tersebut ad-Dhamadi berkata, “Sekarang siapa yang paling bagus di negri ini? akhirnya ad-Damamini menjawab, “Engkaulah yang paling bagus di negri Yaman ini.” jawaban tersebut merupakan sifat inshaf dari orang alim meskipun dirinya sombong tetapi ia bisa ngakui dan menerima kebenaran orang lain. Kemudian ad-Damamini mengubah syairnya:

لما دخلت اليمنا ... رايتُ وجهي خَشِنا
أكرِمْ بها من بلدةٍ ... أقْبَحُ من فيها أنا

Tatkala aku masuk ke negri Yaman, aku lihat wajahku yang kasar. Alangkah mulianya negri ini dan orang yang paling buruk di sini adalah aku.”

Sifat takabbur adalah sifat tercela yang sangat berbahaya dan wajib kita jauhkan dari diri kita. Orang sombong bukan hanya tidak mau menerima nasehat atau masukan bahkan ia sangat mudah meremehkan orang lain karena merasa paling benar, paling pintar, paling suci dan sebagainya.

Allah telah jelas-jelas melarang manusia memiliki penyakit hati ini dan jika manusia tidak mengindahkannya, maka murka Allah lah yang akan diterima sebagai ganjarannya.

لَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.


Siapa yang tidak kenal dengan Imam Badruddin Muhammad Bin Abi Bakr ad-Damamini? Beliau pakar bahasa arab penulis produktif yang dikagumi banyak orang, memiliki kontribusi besar untuk ummat. Beliau pengarang Hasyiyah kitab Mughnil Labib karya Ibn Hisyam, Syarh Syudzurudz Dzahab karya Ibn Hisyam, at-Tahshil wa at-Tafshil, dan lain-lain. Beliau dilahirkan pada tahun 763 dan wafat tahun 827 H.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah Imam ad-Damamini di atas yang benar-benar bertaubat dari sifat sombong. Meskipun ilmu kita sampe nyundul ke atas langit atau seluas lautan dunia, tetap kaga boleh sombong, apalagi baru punya ilmu sebotol minyak angin.

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya al-Qadhi Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 98.




Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy M.A

Ikuti Kajian Islam:

instagram.com/rizkialbatawi

@rizkialbatawi

https://www.facebook.com/Rizqi-Zulqornain-Albatawi

 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
صلاةً تَجْعَلُنَا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا، وَرِزْقًا كَثِيْرًا، وَقَلْبًا قَرِيْرًا، وَعِلْمًا غَزِيْرًا، وَعَمَلاً بَرِيْرًا، وَقَبْرًا مُنِيْرًا، وَحِسَابًا يَسِيْرًا، وَمُلْكًا فِي الْفِرْدَوْسِ كَبِيْرًا
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat, Jakarta Timur 13910


فَأَكْرِمِ اللَّهُمَّ مَنْ أَكْرَمَنَا .:. وَكَثِّرِ الْخَيْرَ لَدَيْهِ وَالْغِنَا
وَأَعْطِهِ مِمَّا رَجَى فَوْقَ الرَّجَا .:. وَاجْعَلْ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجَا
وَافْعَلْ كَذَلِكَ بِكُلِّ مُحْسِنِ .:. اِلَى ذَوِي الْعِلْمِ بِظَنٍّ حَسَنِ
وَاهْدِ جَمِيْعَنَا اِلَى الرَّشَادِ .:. وَلِطَرِيْقِ الْخَيْرِ وَالسَّدَادِ
وَابْسُطْ بِفَضْلِكَ عَلَيْنَا نِعْمَتَكْ .:. وَانْشُرْ عَلَيْنَا فِي الدَّارَيْنِ رَحْمَتَكْ
وَاخْتِمْ لَنَا عِنْدَ حُضُوْرِ الْأَجَلِ .:. بِالْعَفْوِ مِنْكَ وَالرِّضَى الْمُعَجَّلِ
أَمِيْنَ أَمِيْنَ اسْتَجِبْ دُعَانَا .:. وَلاَ تُخَيِّبْ رَبَّـــــنَا رَجَـــــــــــــــــانَا


Sabtu, 30 Juni 2018

Pesan Imam Ibnu Malik Pilih Yang Dekat

Pesan Imam Ibnu Malik Pilih Yang Dekat

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawi M.A

بسم الله الرحمن الرحيم

 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.

أما بعد

Dikisahkan ada seorang ulama pakar nahwu memiliki seorang putri cantik yang menjadi kembang desa sehingga banyak lelaki yang ingin mempersunting dirinya. Singkat cerita hanya Ada dua lelaki yang masuk dalam nominasi sang ayah. Lelaki pertama tak lain dan tak buan masih keponakan sang ayah dan lelaki kedua seorang pengusaha dari kampung sebrang. Sang ayah bertanya kepada putrinya, “Mana yang kau pilih dari keduanya? Si putri yang shalihah itu menjawab, “Semua urusan, aku serahkan kepada engkau wahai ayah.” (padahal dalam hatinya ia lebih suka kepada keponankan sang ayah). Sang ayah mengakatan, “Menurut ayah, kau menikah dengan si saudagar saja, boleh jadi kau akan lebih senang hidup dengannya.” Tiba-tiba putrinya menjawab dengan bait alfiyyah Ibni Malik:

وَفِي اخْتِيَارٍ لاَ يَجِيءُ الْمُنْفَصِلْ .:. إذَا تَأَتَّى أنْ يَجِيءَ الْمُتَّصِلْ

Dalam kondisi tidak terpaksa, tak perlu mendatangkan dhamir munfashil selama masih bisa memakai dhamir muttashil.

Mendengar jawaban putrinya, sang ayah berkata: "Ya sudah kalau begitu, kita kudu pasrah dengan perkataan Imam Ibnu Malik."

Dalam urusan cinta dan pernikahan, imam Ibnu Malik menyarankan dalam alfiyahnya, sebaiknya carilah pasangan dari lingkungan terdekat dan sepikiran dengan kita biar nyambung dan singkron (muttasil). Misalnya satu suku, satu al-mamater, satu kampung,atau tetangga desa yang dekat dekat dan seterusnya. Alasannya jelas karena kita lebih congga (akrab) dan lebih paham karakter dan sepakterjangnya dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak menjadi satu kehinaan menikah dengan orang jauh yang penting dia beriman, taat ibadah, saling cinta, sayang penuh tanggung jawab sehingga rumah tangga bisa rukun. Hanya saja orang dekat itu lebih efesien waktu dan biaya. Orang betawi nikah dengan orang betawi walaupun Dp nya mahal tapi anggsurannya murah.

Tapi kalau mencari wanita buat Istri kedua kudu yang lebih jauh (munfashil), kalau dekat bisa-bisa disatronin sama istri tua terus.


Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya al-Qadhi Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 290.




Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy M.A

Ikuti Kajian Islam:

instagram.com/rizkialbatawi

@rizkialbatawi

https://www.facebook.com/Rizqi-Zulqornain-Albatawi

 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
صلاةً تَجْعَلُنَا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا، وَرِزْقًا كَثِيْرًا، وَقَلْبًا قَرِيْرًا، وَعِلْمًا غَزِيْرًا، وَعَمَلاً بَرِيْرًا، وَقَبْرًا مُنِيْرًا، وَحِسَابًا يَسِيْرًا، وَمُلْكًا فِي الْفِرْدَوْسِ كَبِيْرًا
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat, Jakarta Timur 13910


فَأَكْرِمِ اللَّهُمَّ مَنْ أَكْرَمَنَا .:. وَكَثِّرِ الْخَيْرَ لَدَيْهِ وَالْغِنَا
وَأَعْطِهِ مِمَّا رَجَى فَوْقَ الرَّجَا .:. وَاجْعَلْ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجَا
وَافْعَلْ كَذَلِكَ بِكُلِّ مُحْسِنِ .:. اِلَى ذَوِي الْعِلْمِ بِظَنٍّ حَسَنِ
وَاهْدِ جَمِيْعَنَا اِلَى الرَّشَادِ .:. وَلِطَرِيْقِ الْخَيْرِ وَالسَّدَادِ
وَابْسُطْ بِفَضْلِكَ عَلَيْنَا نِعْمَتَكْ .:. وَانْشُرْ عَلَيْنَا فِي الدَّارَيْنِ رَحْمَتَكْ
وَاخْتِمْ لَنَا عِنْدَ حُضُوْرِ الْأَجَلِ .:. بِالْعَفْوِ مِنْكَ وَالرِّضَى الْمُعَجَّلِ
أَمِيْنَ أَمِيْنَ اسْتَجِبْ دُعَانَا .:. وَلاَ تُخَيِّبْ رَبَّـــــنَا رَجَـــــــــــــــــانَا