Sabtu, 06 Juni 2015

Shalawat al-Kamaliyah (Imam Ahmad al-Muqarriy)

Shalawat al-Kamaliyah

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على سيدنا محمد الفاتح الخاتم وعلى اله وصحبه اجمعين . أما بعد:

Shalawat al-Kamaliyah

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله عدد كمال الله وكما يليق بكماله .

Allahumma Sholli Wa Sallim wa barik ala sayyidina Muhammadin wa ala alih, adada kamalillahi wa kama yaliqu bi kamalih.

Artinya: Ya Allah, berikan sholawat, salam dan keberkahan kepada pemimpin kami Nabi Muhammad dan keluarga beliau sebanyak kesempurnaan Allah dan shalawat yang layak pada hak kesempurnaan beliau."

Imam Ahmad Shawiy al-Malikiy berkata: di antara bentuk redaksi shalawat yang populer di kalangan ahli thoriqoh adalah shalawat al-Kamaliyah. Shalawat ini menjadi menu wiridan utama yang dibaca 10 kali setiap selesai melakukan shalat fardhu. Atau dibaca 100 kali atau lebih dalam kesempatan lainnya. Pahala membacanya sangat besar tak terhingga, karenanya shalawat ini menjadi pilihan para pengikut thoriqoh. (1)

Ungkapan " sebanyak kesempurnaan Allah" bukan berarti membatasi kesempurnaan Allah Taala, lantaran kesempurnaan yang Allah miliki tak terbatas dan mustahil makhluq di alam ini dapat menghitungnya. Maksud ungkapan tersebut adalah: Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad shalawat sebanyak-banyaknya tanpa batas sebagaimana kesempurnaan yang Kau miliki.

Syekh Yusuf Bin Ismail an-Nabhaniy mengutip perkataan Syekh Ahmad al-Muqarriy al-Malikiy: Siapa saja yang membaca shalawat ini satu kali, maka ia mendapat keutamaan seperti membaca 14.000 shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.(2)

Adapun sanad yang alFaqir miliki bersambung kepada Imam Ahmad al-Muqarriy al-Malikiy sebagai berikut:

الحاج رزقي ذو القرنين أصمت البتاوي عن العلامة المحدث سيدي عبد الرحمن بن عبد الحي الكتاني عن والده الحافظ عبد الحي بن عبد الكبير الكتاني الادريسي الحسني عن الشيخ عبد الرزاق بن حسن البيطار عن الشيخ يوسف بن بدر الدين بن علي بن شاهين المدني الحنفي عن محدث الشام العلامة السيد الشمس محمد بن عابدين الحنفي عن الشيخ ابي المواهب بن الشيخ عبد الباقي الحنبلي عن والده الشيخ العلامة أحمد المقري المالكي رضي الله عنه . (3




_________________

(1) Asrarur Rabbaniyah karya Syekh Ahmad Shawiy halaman:43.

(2) Afdhalus Shalawat, karya Syekh Yusuf an-Nabhaniy, halaman: 146-147.

(3) Dzakhiratul Muhtaj karya H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy, jilid 2 halaman: 270.


 ********* ******** ********


اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

صلاة تحدقنا ببركاتها سرادقات الطافك الخفية وتحرسنا بسيوفك القهرية وتتحفنا بسوابغ نعمك الحسية والمعنوية في جميع الحركات والسكنات وتجري الطافك في سائر امورنا وامور المسلمين والمسلمات


Jakarta: 06 Juni 2015


Khadimul Ma'had al-Muafah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy



Jumat, 05 Juni 2015

Doa Ngakurin Suami Istri Yang Lagi Betotakan

Doa Ngakurin Suami Istri Yang Lagi Betotakan

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على سيدنا محمد الفاتح الخاتم وعلى اله وصحبه اجمعين . أما بعد:

Jalannya kehidupan berumah tangga tidak selamanya mulus, terlebih lagi bila masing-masing pasangan tidak memiliki bekal ilmu dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Kurang-kurangnya sifat inshaf (kesadaran) dan salamatus shudur (legowo) antara suami istri, akan menyebabkan masalah yang dihadapi makin kusut walaupun masalah yang dihadapi sangat sepele.

Masing-masing membela diri menyatakan kebenarannya dan memvonis mutlak kesalahan pasangannya. Seada-adanya hari suami istri betotakan kaga karuan. Sore ribut, pagi minta bercerai. Pagi ribut, sore minta bercerai. Kata-kata bercerai kudunya jadi pantangan, malah jadi wiridan.

Perlu diketahui, seribu kali dalam sehari seoramg istri ngucapin kata talak (cerai), maka talak tidak jatuh, kecuali dalam kasus talak fasakh dimana istri mengadukan hal-hal kezhaliman penganiayaan suami terhadap istri kepada pengadilan.

Tetapi jika suami yang mengucapkannya, maka konsekwensinya jatuh bilangan talaknya baik diucapkan lantaran marah, kesel, becanda atau sungguhan.

Imam Muhammad Yusuf as-Shalihiy as-Syamiy wafat 942 Hijriyah menyebutkan dalam kitabnya "Subulul Huda War Rasyad Fi Sirati Khairil Ibad" jilid ke-10 halaman: 210 sebuah riwayat imam al-Baihaqiy dari sahabat Rasulullah Abdullah Bin Umar Radhiyallahu Anhu: " Ada seorang wanita datang bersama suaminya mengadukan segala perihal suaminya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau bertanya: apakah engkau membencinya? Wanita itu menjawab; sudah pasti Ya Rasul. Beliau berkata: coba kamu berdua saling mendekatkan kepala kalian. Akhirnya suami istri tersebut mendekatkan kepalanya sehingga keduanya menempelkan jidat satu sama lainnya. Lalu beliau membaca doa:

اللهم ألف بينهما وحبب احدهما الى صاحبه

Allahumma allif bainahuma, wa habbib ahadahuma ila shohibih.

Artinya: Ya Allah, berikan kasih sayang kepada keduanya dan jadikan salah satu di antara keduanya mahabbah (cinta)kepada pasangannya."

Setelah itu hilanglah kebencian wanita tersebut kepada suaminya. Sampai saking sayang dan cintanya si istri mencium-cium suaminya sampai bagian kakinya.

Rasulullah bertanya: bagaimana kondisimu sekarang dan bagaimana suamimu? Wanita itu menjawab: mulai saat ini tidak ada sesuatu yang baru, maupun yang lama dan terlahir yang aku lebih cintai melainkan suamiku."

Ini sebuah adab yang diajarkan Rasulullah kepada kita, jika ada yang curhat urusan problem rumah tangga hendaknya kita berikan solusi yang baik agar keduanya harmonis kembali. Angkat dan eratkan hubungan keduanya ceritakan kebaikan pasangan mereka, jangan kondisi mereka yang sedang terpuruk makin kita amblesin.

Kalau memang kita tak bisa membuat keduanya akur kembali, maka paling tidak kita upayakan untuk memberikan kata-kata dan doa yang baik kepda keduanya.

Jalanin bahtera rumah tangga kudu banyak bersyukur dan bersabar. Madak-madak dateng suka, maka banyakin syukur untuk melakukan taqorrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan ibadah dan amal sholih. Tempo-tempo datang duka, bersabarlah serahkan semua kepada Allah Taala, bersangka baik kepada-Nya dan hamba-hambanya serta wujudkan kesadaran untuk introsfeksi bukan malah mencari-cari kesalahan orang lain dan kebenaran buat diri sendiri. Kalau orang Salah pengen bener, siapa gurunya? Sudah pasti iblis.

Dikisahkan ada seorang suami datang ke dokter untuk konsultasi masalah yang dia hadapi. Pak dokter belakangan ini kalau saya panggil istri saya sepertinya dia sudah kurang jangkep pendengarannya. Adakah cara agar istri saya bisa mendengar ketika saya panggil. Dokter menjawab: kalau memang dalam jarak 5 meter istri anda tidak mendengar panggilan anda, coba anda mendekatinya sekitar 3 meter kemudian panggil istri anda. Jika tidak, dekatkan diri anda 2 meter atau 1 meter. Jika masih belum mendengar juga, maka kau bisikkan di telinganya.

Akhirnya sang suami pulang dan mempraktekan saran dokter. Begitu masul rumah si suami mengucap salam dengan kencang, suami tidak mendengar apa-apa ternyata istrinya sedang di dapur. Suami itu mendekati istrinya skitar 5 meter dan memanggil istrinya, sang suamipun belum mendengar jawaban istrinya. Lalu lebih mendekat lagi jarak 3 sampai 2 meter, suamipun tidak mendengar jawaban isrtinya. Nambah penasaran, suami memanggil sekitar harak 1 meter, tidak juga si istri menjawab panggilannta. Si suamipun berkata dalam hatinya kalau begini budeg beneran dah. Karena kesal sang suami langsung memeluk punggung istrinya sambil teriak "woy emang udah budeg beneran yah" si istri jengkel lalu menjawab: sudah 5 kali aku jawab panggilanmu, kuping kamu aja yang udah bejad.

Dari kisah di atas, banyak orang teriak selebar jagat ampung-ampungan menceritakan kesalahan orang lain seolah-olah ia menyatakan bahwa dirinyalah orang yang sangat dizholimi. Kenyataannya kesalahan fatal bukan pada orang lain melainkan pafa dirinya.

Laksana orang mikul, pengki yang di bagian depan kita letakkan tumpukan kesalahan orang lain sehingga terlihat jelas. Sedangkan kesalahan kita, kita taro pengki bagian belakang punggung kita, boleh jadi kita kaga bisa liat. Seandainya kita lihat bisa jadi tumpukan kesalahannya lebih banyak.

Doa diatas jika ingin diamalkan buat suami istri yang ingin rumah tangganya harmonis:

اللهم ألف بيننا وحبب بيننا الى صاحبه

Allahumma allif bainana wa habbib bainana ila shohibihi.


_________________

(1) Dikutip dari kitab Ittihaful Amajid Bi Nafaisil Fawaid karya H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy, jilid 2 halaman: 17.


 ********* ******** ********


اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

صلاة تحدقنا ببركاتها سرادقات الطافك الخفية وتحرسنا بسيوفك القهرية وتتحفنا بسوابغ نعمك الحسية والمعنوية في جميع الحركات والسكنات وتجري الطافك في سائر امورنا وامور المسلمين والمسلمات


Jakarta: 05 Juni 2015


Khadimul Ma'had al-Muafah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy



Kamis, 04 Juni 2015

Sanad Shalawat Syekh As-Shaghir Ibn Min'yar al-Fasiy

Keutamaan Shalawat Imam as-Shagir Ibn Min'yar Beserta Sanadnya

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على سيدنا محمد الفاتح الخاتم وعلى اله وصحبه اجمعين . أما بعد:

Shalawat Imam Syekh as-Shaghir Ibn Min'yar al-Fasiy

اللهم صل على سيدنا محمد ، وعلى اله واصحابه وازواجه وذريته واهل بيته ، عدد ما في علمك صلاة دائمة بدوام ملكك .

Ya Allah berikan shalawat atas pemimpin kami Nabi Muhammad beserta para keluarga, sahabat, istri, anak cucu dan keturunannya sebanyak pengetahuan-Mu sebenar-benar shalawat yang kekal sekekal kerajaan-Mu.

Shalawat ini dinisbahkan kepada seorang wali bernama Sayyidi Shaghir ibn Min'yar al-Fasiy Radhiyallahu Anhu. Dalam kitab Saadatud Daroin karya Syekh yusuf an-Nabhani ada kesalahan dalam memberikan dhabit (catatan) nama pengarang shalawat. Tertulis dengan nama Sayyidi As-Shaghir bin Mayyar. Boleh jadi, waktu penulis ingin mencari biografi pengarang dengan nama Ibn Mayyar tidak ketemu. Ternyata, ada keterangan yang penulis temukan dari kitab Fathul Mubin karya Syekh Abdullah Al-Khayyath al-Harusyiy yang diberikan dhabit dengan bacaaan Sayyidi Ss-Shaghir Ibn Min'yar al-Fasiy.

Shalawat di atas banyak dicatatkan para ulama dalam kitab-kitabnya. Di antaranya: Syaikh Abdullah al-Khayyath al-Harusyiy dalam kitab "al-Fathul Mubin", Syekh Muhammad Abdul Aziz al-Juzuliy ar-Rasmukiy dalam kitabnya Wardul Juyub Fis Shalawat Alal Habibil Mahbub, syekh Yusuf an-Nabhaniy menyebutkan dalam kitab "Saadatud Daroin" dan masih banyak ulama lainnya.

Imam Abdullah al-Khayyath al-Harusyiy mengutip perkataan syekh Abu Abdillah Muhammad al-Ayyasy: "Aku menemukan catatan pemilik shalawat ini yang dinuqilkan oleh orang-orang terpecaya dari syekh Muhammad al-Wazrifiy dari Syekh as-Shaghir Min'yar al-Fasiy berkata:

من قرأ مرة واحدة هذه الصلاة كأنما قرأ دلائل الخيرات أربعين مراة .

Artinya: Siapa saja membaca shalawat ini sekali, maka seakan akan ia telah mendapat keutamaan mengkhatamkan kitab shalawat Dalailul Khairat sebanyak 40 kali. (1)

Syekh Yusuf an-Nabhani mengatakan: " aku temukan shalawat ini pada kitab Fatawa yang ditulis oleh Syekh Muhammad Shalih Ra'is az-Zubairiy az-Zamzamiy al-Makkiy bahwa beliau meriwayatkan dari Sayyidi As-Shaghir Ibn Min'yar al-Fasiy berkata: " Siapa saja yang membaca shalawat ini satu kali, maka ia mendapat keutamaan seperti orang membaca kitab Shalawat Dalailul Khoirot sebanyak 40 kali."(2)

Adapun sanad al-Faqir yang muttashil (bersambung) kepada Syekh As-Shaghir Bin Min'yar al-Fasiy sebagai berikut:

الحاج رزقي ذو القرنين أصمت البتاوي الاندونيسي عن العلامة المعمر السيد أحمد بن ابي بكر الحبشي عن شيخ الرواية الحافظ عبد الحي بن عبد الكبير الكتاني الادريسي الحسني عن الشهاب احمد الجمل النهطيهي عن الشيخ محمد البهي الطندتائي عن الشيخ محمد المنير عن الشيخ الحفني عن الشيخ محمد بن علي الاحمدي البولاقي عن الشيخ ابي عبد الله محمد العياشي عن الشيخ محمد الوزريفي عن الشيخ سيدي الصغير بن منيار الفاسي المغربي رضي الله عنه . (3

Dan shalawat di atas redaksinya hampir sama dengan kandungan shalawat as-Saadah:

اللهم صل على سيدنا محمد عدد ما في علم الله صلاة دائمة بدوام ملك الله

Imam Ahmad Shawiy al-Malikiy al-Khalwatiy mengatakan siapa yang membaca shalawat as-Saadah sekali, maka keutamaannya seperti membaca shalawat sebanyak 600 ribu kali.

Sebab penamaan shalawat ini dengan nama shalawat as-Saadah, Sayyid Ahmad Zaini Dahlan menuturkan: Siapa saja yang konsisten membacanya setiap hari jumat sebanyak 1000 kali, maka ia akan menjadi orang yang mendapat saadah (kebahagiaan) dunia akherat.(4)



_________________

(1) al-Fathul Mubin karya Imam Abdullah al-Khayyath al-Harusyiy, halaman: 183.

(2) Saadatud Daroin karya Syekh Yusuf an-Nabhaniy, halaman: 345.

(3) Dzakhiratul Muhtaj karya H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy, jilid 2 halaman: 320.

(4) Afdhalus Shalawat Ala Sayyidis Sadat karya Syekh Yusuf an-Nabhaniy, halaman: 145-146.


 ********* ******** ********




Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy M.A

Ikuti Kajian Islam:

instagram.com/rizkialbatawi

@rizkialbatawi

https://www.facebook.com/Rizqi-Zulqornain-Albatawi

 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، وبحق قلب النبي صلى الله عليه وسلم وما حوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
صلاةً تَجْعَلُنَا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا، وَرِزْقًا كَثِيْرًا، وَقَلْبًا قَرِيْرًا، وَعِلْمًا غَزِيْرًا، وَعَمَلاً بَرِيْرًا، وَقَبْرًا مُنِيْرًا، وَحِسَابًا يَسِيْرًا، وَمُلْكًا فِي الْفِرْدَوْسِ كَبِيْرًا
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat, Jakarta Timur 13910


فَأَكْرِمِ اللَّهُمَّ مَنْ أَكْرَمَنَا .:. وَكَثِّرِ الْخَيْرَ لَدَيْهِ وَالْغِنَا
وَأَعْطِهِ مِمَّا رَجَى فَوْقَ الرَّجَا .:. وَاجْعَلْ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجَا
وَافْعَلْ كَذَلِكَ بِكُلِّ مُحْسِنِ .:. اِلَى ذَوِي الْعِلْمِ بِظَنٍّ حَسَنِ
وَاهْدِ جَمِيْعَنَا اِلَى الرَّشَادِ .:. وَلِطَرِيْقِ الْخَيْرِ وَالسَّدَادِ
وَابْسُطْ بِفَضْلِكَ عَلَيْنَا نِعْمَتَكْ .:. وَانْشُرْ عَلَيْنَا فِي الدَّارَيْنِ رَحْمَتَكْ
وَاخْتِمْ لَنَا عِنْدَ حُضُوْرِ الْأَجَلِ .:. بِالْعَفْوِ مِنْكَ وَالرِّضَى الْمُعَجَّلِ
أَمِيْنَ أَمِيْنَ اسْتَجِبْ دُعَانَا .:. وَلاَ تُخَيِّبْ سَيِّدِي رَجَـــــــــــــــــانَا





Binatang Yang Setia Dengan Pasangannya (Hudhud & Bebek)

Kesetiaan Burung Hudhud Dan Bebek

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على سيدنا محمد الفاتح الخاتم وعلى اله وصحبه اجمعين . أما بعد:



Tahukah anda bahwa burung Hudhud jantan apabila ditinggal pergi burung Hudhud betina pasangannya, maka ia tidak mau makan dan minum sehingga kekasihnya itu kembali bersamanya. Dan jika kekasihnya itu mati, maka ia tidak akan pernah lagi kepincut dengan burung betina manapun.

Adapun bebek betina hanya cukup hidup dengan satu bebek jantan. Jika bebek jantan yang menjadi pasangan hidupnya mati, maka ia sanggup hidup sendiri tanpa mencari pasangan pengganti.

اللهم هدهد رجالنا وبطبط نساءنا

Semoga Allah Taala jadikan para lelaki dari bangsa manusia seperti burung Hudhud dan para wanitanya seperti bebek dalam hal kesetiaan kepada pasangannya.



_________________

(1) Dikutip dari kitab Ittihaful Amajid Bi Nafaisil Fawaid karya H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy, jilid 2 halaman: 150.


 ********* ******** ********


اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

صلاة تحدقنا ببركاتها سرادقات الطافك الخفية وتحرسنا بسيوفك القهرية وتتحفنا بسوابغ نعمك الحسية والمعنوية في جميع الحركات والسكنات وتجري الطافك في سائر امورنا وامور المسلمين والمسلمات


Jakarta: 04 Juni 2015


Khadimul Ma'had al-Muafah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy





Rabu, 03 Juni 2015

Sanad Shalawat Imam Ibrahim al-Matbuliy

Sanad Shalawat Imam Ibrahim al-Matbuliy

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على سيدنا محمد الفاتح الخاتم وعلى اله وصحبه اجمعين . أما بعد:

Shalawat Imam Ibrahim al-Matbuliy

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى سَائِرِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَعَلَى آلِهِمْ وَصَحْبِهِمْ أَجْمَعِينَ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي مَا مَضَى وَتَحْفَظَنِي فِيمَا بَقِيَ.

Ya Allah aku memohon kepadaMu untuk memberikan shalawat kepada pimpinan kai Nabi Muhammad dan para nab dan rasul beserta keluarga mereka dan sahabat mereka semua bahwa Engkau ampuni dosa-dosa kami yang lalu dan Engkau berikan penjagaan apa yang masih ada pada kami."

Shalawat di atas dinisbahkan kepada seorang wali dari kota Manufah, Mesir bernama Imam Ibrahim bin Umar Bin Ali al-Anshariy al-Matbuliy wafat pada tahun 877 Hijriyah.

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan menyebutkan bahwa Shalawat ini sangat bagus dilazimi oleh para penuntut jalan akhirat dalam kelas pertengahan.

Imam Abdul Wahhab Sya'raniy Radhiyallahu Anhu mengatakan" Aku sangat mengharapkan kepada siapa saja yang aku kenal di kalangan sahabat dan orang-orang yang aku cintai untuk senantiasa membaca shalawat ini.

Syekh Yusuf Bin Ismail Nabhaniy berkata: "Pernyataan Syekh Abdul Wahhab as-Sya'raniy cukup sebagai bukti yang zhohir atas keutamaan dan manfaat besar shalawat tersebut.

Adapun sanad muttashil (bersambung) kepada imam Ibrahim al-Matbuliy Radhiyallahu Anhu sebagai berikut:

الحاج رزقي ذو القرنين أصمت البتاوي الاندونيسي ألان الله قلبه القاسي عن العلامة المحدث سيدي عبد الرحمن بن عبد الحي الكتاني عن والده الحافظ شيخ الرواية سيدي عبد الحي بن عبد الكبير الكتاني الادريسي عن المعمر عمر بن طاهر بن الشريف العلوي المكناسي عن ابي حامد العربي ابن المعطى الشرقاوي عن الحافظ مرتضى الزبيدي عن المعمر محمد بن حسن الوفائي عن المعمر محمد ين يوسف الطولوني عن الشيخ عبد الوهاب الشعراني عن الامام الشيخ ابراهيم المتبولي رضي الاه عنه .(1)


Al-Hafizh Abdul Hay Bin Abdul Kabir al-Kattaniy berkata: Bahwa sanadku ini merupakan sanad aliy (sangat tinggi), lantaran antara aku dan Syekh Abdul Wahhab Sya'raniy hanya 5 undak dalam sanad ru'yah dan mushafahah.




_________________

(1) Dikutip dari kitab Dzakhiratul Muhtaj karya H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy, jilid 2 halaman: 320.


 ********* ******** ********


اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

صلاة تحدقنا ببركاتها سرادقات الطافك الخفية وتحرسنا بسيوفك القهرية وتتحفنا بسوابغ نعمك الحسية والمعنوية في جميع الحركات والسكنات وتجري الطافك في سائر امورنا وامور المسلمين والمسلمات


Jakarta: 03 Juni 2015


Khadimul Ma'had al-Muafah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy





Senin, 01 Juni 2015

Amalan Dagangan Laris

Amalan Dagang Laris

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على سيدنا محمد الفاتح الخاتم وعلى اله وصحبه اجمعين . أما بعد:


Pada tanggal 12 November 2014, alFaqir mendapat ijazah amalan untuk melariskan dagangan, menaikan omset, untung kiyu-kiyu, melancarkan bisnis, menolak kejahatan orang dengki dan keutamaan lainnya dari As-Sayyid Abdul Karim Baqqasy al-Idrisiy al-Hasaniy. Telah teruji coba dan diamalkan oleh para ulama Thoriqoh Tijaniyah, amalan tersebut sebagai berikut:

وقاني الباقي به ثبورا تجارتي لديه لن تبور

Waqonil Baqi bihi stuburo, tijaroti ladaihi lan taburo.

Artinya: "Allah Taala Yang Maha Kekal melindungi diriku dari kesialan, segala bisnisku di sisi-Nya tidak akan rugi."

Amalan di atas hendaknya dibaca pada waktu-waktu dan tempat-tempat ijabah sebanyak 102 kali.

Semoga dengan barokah nama Allah Taala al-Baqi (Yang Maha Kekal), Allah Taala kekalkan usaha, dagangan, bisnis sehingga jauh dari bala, mushibah dan niat jahat orang. Sukses dalam bisnis berkah dalam usaha kebaikan.

Amalan Jadi Orang Kaya

اَللَهُمَّ يَا غَنِيُ يَا حَمِيدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيدُ يَا رَحِيْمُ يَاوَدُوْدُ أَغْنِنِي ِبحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

ALLAAHUMMA YAA GHANIYYU YAA HAMIID, YAA MUBDI-U YAA MU’IID, YAA RAHIIMU YAA WADUUD, AGHNINII BI HALAALIKA ‘AN HARAAMIK, WA BITHOO’ATIKA ‘AN MA’SHIYATIKA, WA BIFADHLIKA ‘AMMAN SIWAAK

"Ya Allah Yang Maha Kaya, Yang Maha Terpuji, Yang Maha Pencipta, Yang Maha Mengembalikan, Yang Maha Penyayang, Maha Pengasih Pemilik cinta. Ya Allah jadikanlah kami kaya dengan apa yang telah Engkau halalkan dari yang Engkau haramkan, dan dengan ketaatan padaMu dari bermaksiat padaMu, dan karuniaMu dari pihak selain diriMu”

Imam Abu Thalib al-Makkiy (Wafat 386 Hijriyah) berkata:

 مَنْ دَاوَمَ عَلَى هَذَا الدُّعَاءُ أَغْناَهُ اللهُ سُبْحَانَهُ عَنْ خَلْقِهِ وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ .

Siapa saja yang konsisten membaca doa: Allahumma Ya Ghoniyyu Ya Hamid dst .... Niscaya Allah Taala akan memberikan dirinya kekayaan tidak berhajat kepada makhluq lain dan rizkinya datang dari jalan yang kaga disangka kaga dinyana."

Imam Said Bin Muhammad Ba'isyan mengatakan doa di atas dibaca 4 kali setelah melakukan shalat Jum'at.

Riwayat Imam Abu Shaif menyebutkan: Doa Allahumma Ya Ghoniyyu Ya Hamid dibaca pada hari jum'at sebanyak 70 kali, fadhilahnya adalah:

 لم تمض عليه جمعتان حتى يغنيه الله تعالى

Artinya: Tidak ketemu dua jum'at, melainkan akan Allah Taala berikan kekayaan padanya."

Apabila dagangan ingin laris dan berkah juga dianjurkan memperbanyak membaca doa sebagai berikut:

اللهم انى اسألك يا نور السماوات والارض ان تجعل فى وجهى نورا وفى عملى نورا وفى ظاهرى نورا وفى باطنى نورا وعلى (بضاعتى او تجارتى) نورا اللهم اجعل فى وجهى زينة للناظرين وفى (بضاعتى او تجارتى) زينة للناظرين بحق كهيعص حم عسق يس طه وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم .

Allahumma Inni as-aluka Ya Nuros Samawati wal ardhi, an Taj'ala Fi Wajhi Nuron, wa Fi Amali Nuron, Wa Fi Zhohiri Nuron, Wa Fi Bathini Nuron, Wa Ala Bidho'ati Au Tijaroti Nuron. Allahummaj'al Fi Wajhi zinatan linnazhirin, wa Fi Bidho'ati Au Tijaroti Zinatan Linnazhirin Bihaqqi Kaf Ha Ya Ain Shod, Ha Mim, Ain Sin Qof, Ya Sin, Thoha. Wa Shallallahu Ala Sayyidina Muhammadin Wa Ala Alihi Wa Shohbihi Wa sallam wal Hamdulillahi Rabbil A"lamin.

Artinya: Ya Allah aku mohon kepadaMu. Wahai yang menciptakan cahaya langit dan bumi bahwa Kau jadikan cahaya pada wajauhku, usahaku, fisik, batin, harta dan perdaganganku. jadikan pula wajahku, hartaku dan perdaganganku menjadi sesuatu yang disenangi bagi siapa saja yang melihatnya dengan pangkat kebesaran (huruf-huruf al-Qur'an) Kaf Ha Ya Ain Shad, Ha mim, Ain sin qof, yasin dan Thoha. semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.

Untuk menambah tajam amalan di atas hendaknya sebagai pedagang, pengusaha, pebisnis dan sebagainya dituntut banyak melakukan shodaqoh kepada kaum dhuafa mengingat keutamaan shodaqoh sangat besar yang diyakini kuat untuk Jalibah Li Kulli Khoirin Dafi'ah Li Kulli Syarrin (mendatangkan segala kebaikan dan menolak berbagai kejahatan).

Akhlaq karimah juga menjadi bagian penyebab dagangan laris. Tidak bisa dipungkiri orang yang memiliki perangai baik akan disukai siapa saja. Alhasil banyak akan semakin banyak kawan dan relasinya hingga jaringannya meluas. Sebagai pedagang, pengusaha dan pebisnis hukumnya Fardhu ain jika ingin sukses agar mengamalkan akhlaq karimah. Tegur sapa dengan kata-kata santun, basa-basi sopan dalam bahasa pergaulan kepada orang lain.

Diriwayatkan ada seorang pedagang madu merasa iri dengan penjual cuka di sebelah tokonya. Penjual cuka setiap hari terlihat banyak antrian pembeli dan pelanggannya, sedangkan penjual madu tokonya selalu sepi jikapun ada orang yang datang hanya bertanya saja tidak jadi membeli.

Pada suatu hari iseng-iseng penjual madu bertanya kepada penjual cuka: Ya akhi, aku ingin bertanya apa rahasia yang kau amalkan sehingga daganganmu laris? Penjual cuka menjawab: Dengan izin Allah, aku Menjual cuka dengan menampakkan muka dan bahasa semanis madu, tetapi engkau menjual madu dengan menampakkan muka dan bahasa yang asam seperti cuka."


Dikutip dari ktab Ittihaful Amajid Bi Nafaisil Fawaid karya Abu Mun'yah as-Sakunjiy, jilid 2 halaman: 17.

HP: 08164856876 / 082122549831
PIN: 22580F48
instagram.com/Zulqornain_Muafiy

 ********* ******** ********


اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

صلاة تحدقنا ببركاتها سرادقات الطافك الخفية وتحرسنا بسيوفك القهرية وتتحفنا بسوابغ نعمك الحسية والمعنوية في جميع الحركات والسكنات وتجري الطافك في سائر امورنا وامور المسلمين والمسلمات


Jakarta: 01 Juni 2015


Khadimul Ma'had al-Muafah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy





H. RIZQI DZULQORNAIN AL-BATAWI

Jumat, 29 Mei 2015

Hukum Duet Dalam Adzan

Hukum Duet Dalam Adzan

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على سيدنا محمد الفاتح الخاتم وعلى اله وصحبه اجمعين . أما بعد:

Pertanyaan dari bapak Mamat H. Tunjih dari Sukapura, Jakarta Utara, jamaah Masjid Mambaul Hikmah.

Apakah boleh seseorang melanjutkan adzan yang dilakukan muadzin yang tiba-tiba meninggalkan adzannya lantaran satu dari lain hal. Apakah boleh bagi dua orang muadzin yang melakukan adzan saling bersaut-sautan. Seperti;

Ahmad mengucap Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Kemudian si Zaid melanjutkan: Ashadu Alla Ilaha Illallah 2 kali. Disusul lagi dengan Ahmad; Asyhadu anna Muhammaddar Rasulullah 2 kali hingga selesai adzan.?

Jawaban:

Untuk menjawab pertanyaan bapak Mamat H. Tunjih perlu kita ketahui terlebih dahulu syarat-syarat Sah adzan.

Sayyid Muhammad Abdullah al-Jurdaniy menyebutkan dalam Kitab Fathul Allam Syarh Mursyidil Anam jilid kedua halaman: 113 sebagai berikut;

Bahwa syarat-syarat adzan dan iqomah itu ada 7 macam:

وبشترط في الآذان والاقامة معا :

الإسلام
التمييز
الترتيب
الولاء
الجهر لجماعة
 عدم البناء على أدان الغير وإقامته
ودخول الوقت

1. Yang adzan adalah orang Islam.
2. Sudah Tamyiz (dewasa berakal)
3. Tertib sesuai susunan
4. Berurutan tidak ada jeda yang lama antara kalimat adzan.
5. Mengencangkan suara jika untuk berjamaah.
6. Tidak meneruskan bacaan adzan atau iqamat orang lain.
7. Masuk waktu.

Imam Ibrahim al-Baijuriy mengatakan bahwa menurut pendapat mu'tamad adzan itu disyaratkan dilakukan oleh lelaki.

Dari persyaratan di atas dapat kita jawab bahwa melanjutkan bacaan muadzin yang meninggalkan adzannya atau adzan yang dilakukan dengan saut-sautan (saling menjawab) antara dua muadzin satu sama lainnya tidak diperbolehkan. Orang yang ingin menggantikan muadzzin yang meninggalkan adzannya, maka ia kudu isti'naf (mulai dari awal), tidak boleh nerusin redaksi adzan muadzin sebelumnya.

Adzan adalah ibadah, bukan kerjaan yang boleh dibuat kreasi-kreasi agar orang tertarik. Adzan bukan seperti pantun palang pintu kudu ada saut-sautan atau kuli bangunan yang butuh tukang ama kenek. Adzan juga bukan orkes atau dangdutan yang boleh duet saat mendendangkannya.

Mungkin orang yang membolehkannya beranggapan bahwa adzan itu kaya pantun. Sehingga adzan dikreasikan seperti lakon almarhum Haji Bokir dalam kaset Topeng betawi judul Kumpul kebo:

Tuan rumah: Sampang simping.
Tamu: Temu dalam selampe.
Tuan rumah: Siapa di samping?
Tamu: Ada tamu baru sampe.
Tuan rumah: Ambil Dukdong di buat bale.
Tamu:Kok ambil dukdong dibuay bale.
Tuan rumah: kata bapa tamunya nyampe, duduk dong di bale.


Kesimpulan:

Dibolehkan menggantikan muadzzin yang meninggalkan adzannya tetapi orang yang menggantikan kudu balik dari awal tidak boleh melanjutkan kalimat muadzin pertama. Lantaran pada hakikatnya adzan yang dikumandangan muadzin pertama telah batal. Tidak boleh duet dalam adzan.



والله أعلم بالصواب




 ********* ******** ********


اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

صلاة تحدقنا ببركاتها سرادقات الطافك الخفية وتحرسنا بسيوفك القهرية وتتحفنا بسوابغ نعمك الحسية والمعنوية في جميع الحركات والسكنات وتجري الطافك في سائر امورنا وامور المسلمين والمسلمات


Jakarta: 29 Mei 2015


Khadimul Ma'had al-Muafah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy




Adzan Secara Berjamaah Di Satu Masjid

Adzan Berjamaah Di Satu Masjid

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على سيدنا محمد الفاتح الخاتم وعلى اله وصحبه اجمعين . أما بعد:

Pertanyaan dari Saudara Mastur at-Tijaniy dari Sukapura, Jakarta Utara, jamaah Majlis Ta'lim al-Muafah.

Apakah boleh beberapa orang melakukan adzan secara bersamaan dalam satu waktu di satu masjid?

Jawaban:

Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Sebagian melarang dan sebagian membolehkan jika diyakini adzan tersebut benar-benar kompak dengan satu suara dan nada. Jika tidak, maka dilarang.

Imam Ibn Hajar al-Asqallaniy dalam kitab Fathul Bari mengutip pendapat ulama yang mengatakan bahwa adzan secara berjamaah dengan satu suara awal mulanya dilakukan pada masa pemerintahan bani Umayyah.

Imam Muhyiddin Yahya Bin Syaraf an-Nawawiy ad-Dimasyqiy (wafat 676 Hijriyah) dalam kitab Raudhatut Thalibin jilid 1 halaman 316 mengatakan:

فإن كان المسجد كبيرا أذنوا متفرقين في أقطاره وان كان صغيرا وقفوا معا وأذنوا . وهذا ان  لم يؤد اختلاف الاصوات إلى تهويش . وان ادى لم يؤذن إلا واحد .


Artinya; " Apabila masjidnya besar, diperbolehkan beberapa muadzin melakukan adzan dalam keadaan berpencar di tiap sudut masjid. Jika masjidnya kecil diperbolehkan beberapa muadzzin berdiri pada tempat yang sama dan melakukan adzan. Hal demikian dibolehkan jika adzan yang dilakukan bersama-sama itu tidak terjadi perbedaan suara yang menyebabkan kekacauan. Jika kacau, maka satu orang saja yang melakukan adzan."

Dalam mazhab imam Ahmad Bin Hambal disebutkan:

إن أذن عدة في منارة فلا بأس ، وإن خافوا من تأذين واحد بعد واحد فوات أول الوقت ، أذنوا جميعا دفعة واحدة 

Artinya: Jika beberapa orang melakukan adzan di menara, maka diperbolehkan. Apabila mereka adzan satu persatu bergilir ada kekhawatiran luput mengerjakan shalat di awal waktu, maka diperbolehkan mereka adzan berjamaah sekaligus."

Pandangan mazhab imam Malik mengenai adzan berjamaah sebagai berikut:

قال ابن حبيب : ولا بأس فيما اتسع وقته من الصلوات ، كالصبح والظهر والعشاء ، أن يؤذن خمسة إلى عشرة واحد بعد واحد ، وفي العصر من ثلاثة إلى خمسة ، ولا يؤذن في المغرب إلا واحد . 

Ibn Habib berkata: Boleh hukumnya melakukan adzan 5 sampai 11 orang jika waktunya leluasa seperti shalat shubuh, zhuhur dan isya. Tetapi adzan tersebut dilakukan secara bergantian satu persatu. Jika shalat ashar boleh 3 sampai 5 orang. Adapun adzan shalat maghrib hanya dibolehkan satu orang saja."


فهذا نص مالك والمالكية في جواز تعدد الأذان في المسجد الواحد ، يؤذنون واحدا بعد واحد 

Inilah nash mazhab imam Malik dan para pengikutnya tentang kebolehan melakukan beberapa kali adzan di satu masjid yakni adzan tersebut dilakukan oleh kelompok orang dengan bergantian satu persatu.

Imam Ibn Hazm al-Andalusiy mengatakan dalam kitab al-Muhalla jilid 2 halaman: 179:

 ولا يجوز أن يؤذن اثنان فصاعدا معا 

Artinya: Tidak boleh dua orang atau lebih melakukan adzan secara bersamaan."

Pada halaman 180 beliau menegaskan:

وجائز أن يؤذن جماعة واحدا بعد واحد للمغرب وغيرها سواء في كل ذلك ، فلم يمنع تعدد الأذان من عدة مؤذنين في المسجد الواحد أحد من سلف الأمة . 


Dan boleh beberapa orang melakukan adzan bergilir satu persatu untuk shalat maghrib dan shalat wajib lainnya seperti cara tersebut. Tidak ada salah seorang pun dari generasi ulama salaf yang melarang melakukan adzan berkali-kali yang dilakukan oleh beberapa orang muadzin di satu masjid."

Kesimpulan:

Boleh-boleh saja melakukan adzan berjamaah dengan satu suara di waktu dan tempat yang sama jika dengan satu suara dan nada serta satu kalimat atau juga boleh melakukan adzan secara bergantian dengan beberapa muadzin jika waktunya leluasa sehingga tidak ketinggalan awal waktu dalam pelaksanaan shalat. Akan tetapi jika tidak aman dari perbedaan suara dan nada yang tidak karuan, maka dilarang.

Jika adzan berjamaah itu dilakukan lantaran agar tersiar panggilan ajakan shalat jamaah atau sebagai informasi masuk waktu shalat, maka zaman sekarang sudah banyak masjid dan mushalla yang menggunakan toa atau pengeras suara. Pendek kata kalau di Jakarta atau di kota-kota besar lainnya mungkin adzan dengan berjamaah sudah tidak relevan untuk diamalkan. Jika di desa-desa pedalaman sana untuk syiar boleh dilakukan.


والله أعلم بالصواب .



 ********* ******** ********

Datar pustaka

1. Fathul Bari Syarh Shohih al-Bukhari, Cetakan Darul Fikr 2001.

2. Raudhatut Thalibin, cetakan Darul Kutub Ilmiyah 2006.

3 al-Muhalla Bil Astar, cetakan Darul Kutub Ilmiyah 2009.



اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

صلاة تحدقنا ببركاتها سرادقات الطافك الخفية وتحرسنا بسيوفك القهرية وتتحفنا بسوابغ نعمك الحسية والمعنوية في جميع الحركات والسكنات وتجري الطافك في سائر امورنا وامور المسلمين والمسلمات


Jakarta: 29 Mei 2015


Khadimul Ma'had al-Muafah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy

Kamis, 28 Mei 2015

Ulama Wanita Bangsa Budak

Ulama Wanita Dari Bangsa Budak


Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على سيدنا محمد الفاتح الخاتم وعلى اله وصحبه اجمعين . أما بعد:

Imam Suyuthi menyebutkan dalam kitabnya "Bughyatul Wu'ah" seorang ulama wanita ahli gramatika dan sastra arab dari bangsa budak bernama Isyraq. Menurut Imam Suyuthi kepiawaiannya dalam sastra lebih unggul dibandingkan tuannya yang juga merupakan pakar bahasa dan sastra bernama Ibnu Ghalbun. Ulama wanita itu sampai mampu menghafal Kitab "al-Kamil" yang terdiri dari dua jilid besar karya Imam al-Mubarrad (lahir tahun 210 wafat 258 Hijriyah) .



 ********* ******** ********


اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

صلاة تحدقنا ببركاتها سرادقات الطافك الخفية وتحرسنا بسيوفك القهرية وتتحفنا بسوابغ نعمك الحسية والمعنوية في جميع الحركات والسكنات وتجري الطافك في سائر امورنا وامور المسلمين والمسلمات


Jakarta: 28 Mei 2015


Khadimul Ma'had al-Muafah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy