Rabu, 04 Desember 2013

Shalawat Nabi Sebagai Mujarrabat Menghilangkan Bau Mulut



Sayyid Muhammad al-Jurdaniy mengutip perkataan Para pakar terpercaya yang menyebutkan: "Siapa saja yang makan lobak, setelahnya dia membaca shalawat di bawah ini 15 kali dalam satu tarikan nafas, maka ia akan terhindar dari mual dan bau mulut yang tidak sedap:

اللهم صل على النبي الطاهر

Allahumma Shalli 'Alan Nabiyyit Thohir

Artinya:" Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad Nabi yang suci."

Eksperimen tersebut menurut Imam al-Qalyubiy bacaan shalawatnya dibaca setelah makan lobak. Sedangkan Syekh Sulaiman al-Bujairamiy mengutip pendapat Syekh Abdul Bar hendaknya dibaca sebelum memakannya.

Hemat kami, alangkah lebih bagus, bacaan shalawat tersebut dibaca sebelum dan setelah makan lobak. 

Sebagian dokter berkata:" Seandainya orang yang memakan bagian bongkot lobak mengetahui efek negativenya, maka ia tidak akan memakan lobak sampai bongkotnya. Orang yang makan lobak dari bagian ujungnya, maka ia terhindar dari mual."

Kaifiyat ini juga bisa diamalkan ketika ketika makan sesuatu yang baunya tidak sedap seperti makan pete, jengkol, bawang putih dan lain-lainnya yang kalau kita makan menyebabkan mulut bau sampai ambreng-ambrengan selebar jagat. kata al-marhum haji Bokir baunya ape keblebesatan.

Jangan anggap sepele urusan bau mulut bukan hanya tidak ramah lingkungan dapat mengganggu orang-orang di sekitar kita bahkan malaikat pembawa rahmat akan menjauhi kita jika mulut kita bau. Boleh jadi saja Rasulullah mensinyalir dalam sabdanya:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْلِ الْبَصَلِ وَالْكُرَّاثِ. فَغَلَبَتْنَا الْحَاجَةُ فَأَكَلْنَا مِنْهَا فَقَالَ « مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ الْمُنْتِنَةِ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ الإِنْسُ ».

Artinya: Dari Jabir radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah memakruhkan memakan makanan yang menyebabkan bau mulut tak sedap (hingga mengganggu orang lain) seperti bawang merah, bawang putih dan bawang bakung. Sehingga ada satu keperluan bagi kami untuk memakannya. Beliau berkata: "Siapa saja memakan buah pohon atau makanan yang menyebabkan bau mulut, maka janganlah ia masuk ke masjid kami, lantaran para malaikat pembawa rahmat merasa terganggu seperti manusia tidak menyukai baunya." (H.R. Imam Muslim no hadis: 1280)

Kesimpulan hadis ini makruh hukumnya memakan sesuatu yang menyebabkan bau mulut tidak sedap. Letak Kemakruhannya jika orang tersebut tidak menggosok gigi setelah memakannya dan jika ia berkumpul dalam satu tempat bersama orang-orang yang akan merasa terganggu dengan bau mulutnya.

By

H. Rizqi Zulqornain al-Batawiy as-Sakunjiy


اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد وعلى آل سيدنا ومولانا محمد مركز كنه توحيد اسمك الأعظم، وصورة الكمال الأزلي المطلسم، القطب الذي تدور عليه بلاد الجمال والمحاسن والبها، الذي قلت في حقه: (وأن إلى ربك المنتهى)








8 komentar:

Rahadian 'Abdurrohman mengatakan...

ijin amalkan.qobiltu (ian abdurrohman)

Rahadian 'Abdurrohman mengatakan...

ijin mengamalkan kyai...qobiltu (ian-lombok)

Wisnu mengatakan...

Qobiltu baginda

EARSADJAGAD404 mengatakan...

Qobiltu yai

alfaqir grecek mengatakan...

Qobiltu

Gilang mengatakan...

Qobiltu yai

Mohamad rashdan mengatakan...

qobiltu

Anonim mengatakan...

Qobiltu