Tampilkan postingan dengan label Kisah Wanita Shalihah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Wanita Shalihah. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Agustus 2017

Kisah Budak Shalihah

Kisah Budak Shalihah

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy

بسم الله الرحمن الرحيم

 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.

أما بعد:


Imam Abul Hasan Ahmad Bin Abdullah Bin Shalih al-Ajliy al-Kufiy (wafat tahun 261 Hijriyah) rahimahullah dalam kitab Ma'rifatus Stiqat menyebutkan bahwa Imam al-Hasan Bin Shalih al-Hamdaniy (wafat tahun 167 Hijriyah) pada suatu hari menjual budak perempuannya di pasar. Begitu ketemu ketemu pembeli dan cocok dengan hargamya, Akhirnya budak tersebut di bawa pulang oleh pemiliknya yang baru dan saat tengah malam budak perempuan itu bangun dan berkata: Wahai penghuni rumah, bangunlah kalian, kerjakan shalat kerjakan shalat kerjakan shalat. Mendengar teriakan itu para penghuni rumah terbangun dan bertanya: apakah sudah datang waktu subuh? Budak perempuan berkata: belum, apakah kalian tidak pernah qiyamul lail (bangun malam mengerjakan ibadah). Mereka menjawab; kami hanya mengerjakan shalat-shalat wajib."

Pagi-pagi buta budak perempuan tersebut mendatangi imam al-Hasan Bin Shalih al-Hamdaniy dan berkata; ya tuan, mengapa kau jual aku kepada majikan yang tidak baik, penghuni rumahnya tidak pernah shalat malam. Tolong kembalikan aku ke rumahmu. Kemudian di siang harinya imam al-Hasan Al-Hamdaniy mendatangi rumah pembeli dan mengembalikan uangnya serta membawa pulang budak tersebut.

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 253.




Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy


instagram.com/rizkialbatawi


instagram.com/Zulqornain_Muafiy



 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.


Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat 13910



Sabtu, 26 Agustus 2017

Kaffarat Dosa al-Ghamz

Kaffarat Dosa al-Ghamz

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy

بسم الله الرحمن الرحيم

 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.

أما بعد:


Salah satu sifat tercela yang dapat merusak ukhuwwah adalah al-Ghamz. Al-Ghamz diartikan sebagai bentuk penghinaan kepada seseorang melalui isyarat alis atau kelopak mata. Dalam al-Qur’an Allah Taala berfirman:

إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْ كَانُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يَضۡحَكُونَ  وَإِذَا مَرُّواْ بِهِمۡ يَتَغَامَزُونَ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang menertawakan kaum beriman. Jika kaum beriman lewat di hadapan mereka, mereka saling memicingkan mata mereka. (al-Muthaffifin ayat 29-30).

Imam Ibn Saad menyebutkan dalam kitab at-Thabaqat al-Kubra Jilid 2 halaman 239 menyebutkan:

عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ: اجْتَمَعَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - نِسَاؤُهُ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ فَقَالَتْ صَفِيَّةُ زَوْجَتُهُ: أَمَا وَاللَّهِ يَا نَبِيَّ اللَّهِ لَوَدِدْتُ أَنَّ الَّذِيَ بِكَ بِي! فَغَمَزَتْهَا أَزْوَاجُ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَأَبْصَرَهُنَّ النَّبِيُّ فَقَالَ: مَضْمِضْنَ! فَقُلْنَ: مِنْ أَيِّ شَيْءٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: مِنْ تَغَامُزِكُنَّ بِصَاحِبَتِكُنَّ! وَاللَّهِ إِنَّهَا لَصَادِقَةٌ

artinya: Atha Bin Yasar meriwayatkan: “Pada suatu hari para istri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkumpul di hari di mana beliau sakit (hari terakhir beliau wafat). Sayidutuna Shafiyah Bint Huyai radhiyallahu anha berkata: “Ya Nabiyallah, aku sangat berharap rasa sakit yang kau rasakan aku yang mengalaminya” mendengar kata-kata tersebut, istri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang lain memandang sinis kepada Sayidatuna Shafiyah Radhiyallahu anha. Melihat kejadian itu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada mereka: “Hendaknya kalian berkekumur, bersihkan mulut kalian”. Mereka bertanya: “Apa sebabnya kami diperintahkan berkekumur Ya Rasulalllah? Beliau menjawab: “Lantaran kalian memandang sinis kepada Shafiyyah. Demi Allah, apa yang ia katakan adalah hal yang benar adanya.”

Al-Hafizh Sayyid Ahmad al-Ghumariy dalam kitab Ju'natul Atthar jilid 2 halaman 189 berkata: "Kisah di atas menjelaskan larangan melakukan al-Ghamz dan hal yang wajib dilakukan oleh pelakunya yakni membersihkan mulut mereka dengan cara kekumur sebagai kaffarat (penggugur dosa).



Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 253.




Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy


instagram.com/rizkialbatawi


instagram.com/Zulqornain_Muafiy



 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.


Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat 13910





Sabtu, 14 November 2015

Istri Sayyidina Ustman (Nailah al-Farafishah)

Istri Sayyidina Ustman

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy

بسم الله الرحمن الرحيم

 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.

أما بعد:


Pertanyaan Bapak H. Muhamnad Anas dari Pulogadung Jakarta Timur:

Sayyidina Ustman Radhiyallahu Anhu adalah salah satu menantu Rasulullah shallallahu Alaihi wa sallam dan juga sebagai Khalifah ketiga. Beliau mendapat julukan Dzun Nuroin (dua cahaya) lantaran menikah dengan 2 putri Rasulullah. Yang saya ingin tanyakan adalah apakah sayyidina Ustman Radhiyallahu Anhu menikah lagi setelah 2 istrinya meninggal dan berapa putra-putri beliau. Jika ada siapa nama-nama istri dan putra-putri beliau. Dan saya juga pernah mendengar ada istri beliau yang terkenal kesetiannya, siapakah namanya? Tolong sebutkan referensinya?

Jawaban:

Nama ayah Sayyidina Ustman Radhiyallahu Anhu adalah Affan Bin Abil Ash. Sedangkan ibunya bernama Arwa bint Kureiz.

Istri beliau ada 8:
1. Ruqoyyah Bint Rasulillah
2. Ummu Kulstum Bint Rasulillah
3. Ummu Amr Bint Jundub
4. Fathimah Bint Al-walid
5. Fatikhah Bint Ghazwan
6. Ummu Banin Bint Uyainah
7. Ramlah Bint Syaibah
8. Nailah Bint Al-Farafishah

Seluruh istri beliau radhiyallahu Anhunna setia. Hanya saja diriwayatkan tentang istri beliau yang bernama Nailah yang memiliki kesetiaan luar biasa, sampai bisa dilihat oleh biji mata, sebagaimana disebutkan oleh imam Ibnu al-Jauziy dalam kitabnya Akhbarun Nisa:
Bahwa ketika Sayyidina Ustman ingin dibunuh, Nailah yang menghadang tebasan atau tikaman pedang musuh dengan tangannya, sampai jari-jari tangannya puges (putus). Nailah jatuh tersungkur, dan kemudian kelompok pembunuh berhasil mengeksekusi dengan menghunuskan pedangnya ke perut Sayyidina Ustman. Sampai peristiwa tersebut menjadi sebab wafatnya Sayyidina Ustman Radhiyallahu Anhu.

Nailah lalu bersumpah, "Semoga Allah menjadikan tanganmu lumpuh, membutakan matamu dan tidak ada ampunan atas dosa-dosamu! Dikisahkan dalam sejarah bahwa si pembunuh itu keluar dari rumah Sayyidina Ustman dalam keadaan tangannya lumpuh dan matanya buta.

Setelah Sayyidina Ustman wafat, Nailah Radhiyallahu Anhu tidak menikah dengan lelaki lain. Bahkan disebutkan dalam kitab al-A'lam karya Syekh khairuddin az-Zarakliy jilid 7 halaman: 343: setelah masa iddah Nailah selesai, Muawiyah Bin Abi Sufyan bermaksud melamar Nailah, dengan tegas Nailah menolak lamaran Muawiyah. Bahkan Nailah merontogkan gigi depannya kemudian dia kirim kepada Muawwiyah. Nailah adalah perempuan cantik, cerdas, wanita yang paling indah senyumnya di zaman itu, boleh jadi Muawwiyah kepincut dengannya. Gigi yang dirontogkan sebagai bentuk reaksi penolakan lamaran Muawiyah. Tolakan Nailah juga ia nyatakan dalam ungkapan syair: "Aku melihat kesedihan bagai baju yang telah usang, dan tak mungkin cintaku kepada Ustman hilang cuma-cuma. Ustman tak akan pernah ada yang bisa mengantikannya. Sehingga aku tak ingin ada laki-laki lain datang merayu diriku."

Sayyidina Ustman sendiri memujinya: "Saya tidak menemui seorang wanita yang lebih sempurna akalnya dari diri Nailah al-Farafishah. Beliau mendapat satu orang anak perempuan dari Nailah, yakni Maryam binti Ustman.

Dari berbagai riwayat ahli sejarah menyatakan demikian, boleh jadi kalau Imam Ibnu Al-Jauziy membuat bab dalam kitab akhbarun nisa halaman: 127 dengan tema Bab Ma Jaa Fi Wafain nisa (bab yang menyebutkan tentang kesetian wanita)

Dari 8 istri beliau memiliki 16 anak:

1. Amr
2. Khalid
3. Abban
4. Umar
5. Walid
6. Said
7. Abdullah
8. Abdullah as-Shaghir
9. Abdul Malik
10. Maryam
11. Ummu Abban
12. Ummu Said
13. Arwa
14. Ummu Abban Shughra
15. Aisyah
16. Ummu Khalid

Sayyidina Ustman Radhiyallahu Anhu wafat pada bulan haji tahun 35 H. dalam usia 82 tahun setelah menjabat sebagai Khalifah selama 12 tahun.

Untuk mendapatkan info yang lebih detail mengenai istri-istri Sayyidina Ustman Radhiyallahu Anhu, lihat kitab Siyar A'lam An-Nubala atau Tarikh al-Islam kedua kitab tersebut karya imam Sysmsuddin ad-Dzahabiy.


Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy

HP: 08164856876 / 082122549831
PIN: 22580F48
instagram.com/Zulqornain_Muafiy



 ********* ******** ********

اللَّهُــــــــــــــمَّ صَلِّ عَلَى سيِّــــــــدِنَا محمدٍ الفاتِـــــــــحِ لِمَا أُغْلِــــــــــــــقَ والخَـاتِــــــــــــــــمِ لِمَا سَبَــــــــــقَ، نَاصِـــــــــرِ الحَقِّ بالحـــــــــــــــــقِّ، والهـــــــــــــــــادِي إلى صِرَاطِـــــــــكَ الْمُسْتَقِيـــــــــــــــــــمِ، وَعَلَى آلِهِ حـــــــــقَّ قَدْرِهِ ومِقْــــــــــــدَارِهِ العَظِيــــــــــــــمِ.

(لَيْسَ لَهَا مِن دُونِ اللَّـهِ كَاشِفَةٌ)

اللَّهـُمَّ بِـحَقِّ هَذِهِ الْآيَةِ الشَّرِيفَةِ وَمَا بِـهَا مِنْ أَسْرَارٍ أَنْ تَكْشِفَ ضُرَّنَا وَتَصْرِفَ عَنَّا كَيْدَ مَنْ كَادَنَا وَشَرَّ مَنْ أَرَادَ بِنَا شَرَّاً وَرُدَّ كَيْدَهُ فِي نَحْرِهِ وَاَشْغِلْهُ عَنَّا بِشَاغِلٍ لَا يَسْتَطِيعُ رَدَّهُ  يَا اللَّـه .


Alamat Yayasan al-Muafah
Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat Jakarta Timur 13910