Tampilkan postingan dengan label Ilmu Munasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Munasabah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Juli 2018

Tafsir Surat adh-Dhuha (Korelasi Alif Dan Kasrah)


Tafsir Surat adh-Dhuha (Korelasi Alif Dan Sukun)

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawi M.A

بسم الله الرحمن الرحيم

 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.

أما بعد

Tafsir Surat ad-Dhuha

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


(1). وَالضُّحَىٰ
Demi waktu matahari sepenggalahan naik,


(2). وَالَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ
dan demi malam apabila telah sunyi,


(3). مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu,


(4). وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ
dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan.


(5). وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.


(6). أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.


(7). وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.


(8). وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.


(9). فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.


(10). وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ
Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.


(11). وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Dan terhadap ni'mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam al-Qur'an dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah. Penamaan Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya "waktu matahari sepenggalahan naik".

Surat Adh-Dhuha, membicarakan tentang pemeliharaan, perlindungan dan anugerah Allah Taala terhadap Nabi Muhammad Shallalllahu alaihi wa sallam, larangan berbuat zhalim kepada anak yatim dan orang yang meminta-minta dan mengandung pula perintah kepada Nabi supaya mensyukuri segala nikmat.

I’Jaz Surat ad-Dhuha:

Syekh Muhammad as-Syinqithiy hafizhahullah mengatakan: “Seluruh ayat dalam surat ad-Dhuha diakhiri oleh huruf alif maqshurah (fonem â yang dibaca panjang dan selalu berada di akhir kata) kecuali tig ayat terakhir, yaitu:

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلا تَقْهَرْ
وَأَمَّا السَّائِلَ فَلا تَنْهَرْ
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Dan yang menakjubkan ketiga ayat terakhir diakhiri dengan huruf sukun. Bahkan dua ayat terakhir keduanya diakhiri dengan huruf ( هـ  dan ر).

Isyarat yang Allah Taala berikan dalam surat ini adalah adanya korelasi antara alif dan kasrah. Di mana Alif memiliki arti “ألفة” (Ulfah) yang bermakna ramah atau hubungan baik dalam kasih sayang dan Sukun artinya diam atau kosong. Surat ini ingin menyatakan bahwa hubungan baik atau kasih sayang Allah akan hilang ketika engkau bersewenang-wenang (zhalim) kepada anak yatim dan menghardik kaum dhuafa.

Coba perhatikan sekali lagi:

(9). فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.


(10). وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ
Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.


(11). وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Dan terhadap ni'mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

Kesimpulannya:

فألفته بك مقرونة بألفتك بغيرك

Keramahan atau Kasih sayang Allah selalu menyertai dalam hidupmu ketika engkau berbagi kasih sayang dan manfaat kepada makhluqNya.


R. Kastaman mengatakan, “Esensi manusia diciptakan Allah adalah sebagai khalifah di muka bumi ini, manusia harus saling berbagi kasih sayang dan manfaat bukan hanya kepada sesama manusia tetapi kepada seada-adanya makhluq di alam ini.
               
Perhatikanlah seekor burung yang Allah ciptakan, setipa hari ia memberi banyak manfaat kepada alam dan mahkluk sekitarnya dimulai menjadi wasilah prosese penyerbukan tumbuhan, terbang dari satu tempat ke tempat yang lain memakan ulat atau serangga yang ada pada ranting atau daun tanaman, gerakan terbangnya menjadi inspirasi manusia menciptakan pesawat, suara kicauannya memberikan keceriaan dan kebahagiaan pada manusia dan alam bahkan kotorannya dapat menyuburkan tanah. Apa yang dilakukan burung semata-mata melaksanakan ketaatan terhadap perintah Allah dan tidak ada yang merugikan bagi lingkungan boleh jadi kalau Allah memberikan rizki kepadanya dalam berbagai kondisiyang dihadapinya.

Apakah kita sebagai manusia kalah dengan burung? Seharusnya tidak, karena manusia harus jauh lebih memberikan manfaat kepada alam sekitar melalui daya, upaya dan karyanya. Alangkah bahagianya bila antar manusia saling memberi, saling berbagi, saling membantu dalam berbagai bentuk kebaikan .

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya al-Qadhi Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 27.





Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy M.A

Ikuti Kajian Islam:

instagram.com/rizkialbatawi

@rizkialbatawi

https://www.facebook.com/Rizqi-Zulqornain-Albatawi

 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
صلاةً تَجْعَلُنَا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا، وَرِزْقًا كَثِيْرًا، وَقَلْبًا قَرِيْرًا، وَعِلْمًا غَزِيْرًا، وَعَمَلاً بَرِيْرًا، وَقَبْرًا مُنِيْرًا، وَحِسَابًا يَسِيْرًا، وَمُلْكًا فِي الْفِرْدَوْسِ كَبِيْرًا
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat, Jakarta Timur 13910


فَأَكْرِمِ اللَّهُمَّ مَنْ أَكْرَمَنَا .:. وَكَثِّرِ الْخَيْرَ لَدَيْهِ وَالْغِنَا
وَأَعْطِهِ مِمَّا رَجَى فَوْقَ الرَّجَا .:. وَاجْعَلْ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجَا
وَافْعَلْ كَذَلِكَ بِكُلِّ مُحْسِنِ .:. اِلَى ذَوِي الْعِلْمِ بِظَنٍّ حَسَنِ
وَاهْدِ جَمِيْعَنَا اِلَى الرَّشَادِ .:. وَلِطَرِيْقِ الْخَيْرِ وَالسَّدَادِ
وَابْسُطْ بِفَضْلِكَ عَلَيْنَا نِعْمَتَكْ .:. وَانْشُرْ عَلَيْنَا فِي الدَّارَيْنِ رَحْمَتَكْ
وَاخْتِمْ لَنَا عِنْدَ حُضُوْرِ الْأَجَلِ .:. بِالْعَفْوِ مِنْكَ وَالرِّضَى الْمُعَجَّلِ
أَمِيْنَ أَمِيْنَ اسْتَجِبْ دُعَانَا .:. وَلاَ تُخَيِّبْ رَبَّـــــنَا رَجَـــــــــــــــــانَا


Sabtu, 07 Juli 2018

Kronologi Penamaan Surat al-Ikhlash (Imam Ar-Raziy)


Kronologi Penamaan Surat al-Ikhlash (Imam Ar-Raziy)

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawi M.A

بسم الله الرحمن الرحيم

 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.

أما بعد
Tafsir Surat al-Ikhlash:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤

1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

Mengapa Surat Qulhu disebut surat al-Ikhlash. Padahal lafazh al-Ikhlash tidak ada dalam surat tersebut?

Imam Fakhruddin ar-Raziy (wafat tahun 606 Hijriyah) rahimahullah dalam kitab Tafsir al-Kabir yang terkenal dengan nama Mafatihul Ghaib menyebutkan bahwa surat Qul Huwallahu Ahad memiliki banyak nama. Nama-nama tersebut masing-masing menunjukan keistimewaannya yang sangat banyak. Penamaan surat al-Ikhlash hanya salah satu dari 20 nama yang ada:

Pertama: Surat at-Tafrid karena berbicara mengenai keesaan Allah secara mutlak.
Kedua: Surat at-Tajrid lantaran menjelaskan kemurnian aqidah agama Islam
Ketiga: Surat at-Tauhid karena menjelaskan konsep ketuhanan dalam agama Islam.
Keempat: Surat al-Ikhlash disebabkan siapa saja yang meyakininya maka ia benar-benar  murni aqidahnya.
Kelima: Surat an-Najah karena dapat menyelamatkan orang yang konsisten membacanya dari racun pemikiran dan kekufuran.
Keenam: Surat al-Wiayah disebabkan siapa yang mendawamkannya akan menjadi waliyyullah.
Ketujuh: Surat an-Nisbah dikarenakan Allah Taala menolak penisbahan yang diviralkan oleh orang musyrik tentang sifat-sifat Allah.
Kedelapan: Surat al-Ma’rifah sebab seseorang tidak akan sempurna mengenal Allah tanpa mengenal surat ini.
Kesembilan: Surat al-Jamal surat yang mengandung keindahan sifat-sifat Allah Taala.
Kesepuluh: Surat al-Muqasyqisyah karena dapat memebentengi diri dari perbuatan musyrik dan sifat nifaq.
Kesebelas: Surat al-Muawwidzah sebab dapat melindungi pembacanya dari kejahatan makhluq
Kedua belas: Surat as-Shamadiyah karena disebut redaksi as-Shamad di dalamnya.
Ketiga belas: Surat  al-Asas karena dalam sebuah riwayat dinyatakan bahwa tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi dibina atas lafaz surat ini.
Keempat belas: Surat al-Mani’ah karena dapat melindungi orang yang kontinu membacanya dari adzab kubur dan siksa neraka.
Kelima belas: Surat al-mahdhar karena saat seseorang membacanya para malaikat hadir di sisinya.
Keenam belas: Surat al_Munaffirah disebabkan setan akan buron bila di satu tempat dibacakan surat tersebut.
Ketujuh belas: Surat al-Bara’ah karena siapa yang yaqin membacanya akan mendapat pembebasan dari api neraka.
Kedelapan belas: Surat Mudzakkirah lantaran siapa yang istiqomah membacanya akan menjadi muwahhid tulen.
Kesembilan belas: Surat an-Nur karena menyebabkan hati para pembacanya bercahaya.
Kedua puluh: Surat al-Aman lantaran siapa saja yang rajin membacanya mendapat perlindungan Allah dari adzab.

Secara lengkap Imam Fakhruddin al-Razi rahimahullah melaporkan bahwa penamaan surat ini dengan nama surat al-Ikhlash karena:

لِأَنَّهُ لَمْ يَذْكُرْ فِي هَذِهِ السُّورَةِ سِوَى صِفَاتِهِ السَّلْبِيَّةِ الَّتِي هِيَ صِفَاتُ الْجَلَالِ، وَلِأَنَّ مَنِ اعْتَقَدَهُ كَانَ مُخْلِصًا فِي دِينِ اللَّهِ، وَلِأَنَّ مَنْ مَاتَ عَلَيْهِ كَانَ خَلَاصَهُ مِنَ النَّارِ، وَلِأَنَّ مَا قَبْلَهُ خَلَصَ فِي ذَمِّ أَبِي لَهَبٍ فَكَانَ جَزَاءُ مَنْ قَرَأَهُ أَنْ لَا يُجْمَعَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَبِي لَهَبٍ

Karena konten surat ini hanya membicarakan sifat salbiyah (menolak segala sifat yang tidak pantas bagi Allah) yaitu sifat yang menunjukan keagungan Allah. Di sisi lain penamaan surat al-Ikhlash lantaran siapa saja yang meyakini kandungan di dalamnya maka ia adalah orang yang benar-benar murni aqidahnya dalam agama Allah dan siapa sajayang mati membawa aqidah seperti yang ada di dalam surat tersebut ia akan selamat dari adzab neraka. Sebelum surat al-Iklhas ada surat al-Lahab di mana Allah mengancam kebejatan Abu Lahab dengan adzab neraka seakan-akan orang yang membacanya tidak kumpulkan bersama Abu Lahab.

I'jaz Surat al-Ikhlash

Salah satu guru al-Faqir, bernama Syekh Muhammad as-Syinqithiy hafizhahullah menyebutkan bahwa jumlah ayat dalam surat al-Ikhlash (4 ayat) memiliki korelasi dengan jumlah kata dalam kalimat Tauhid (لا _ اله _ الا _ الله) (4 kata). Ini menunjukan sesungguhnya siapa yang meyakini, membaca dan mengamalkan kandungannya benar-benar orang yang sejati aqidahnya.

Adapun sanad bersambung kepada Imam Abu Abdillah Muhammad Bin Umar Bin al-Hasan at-Taimiy ar-Raziy yang nyohor dengan panggilan Fakhruddin ar-Raziy rahimahullah sebagai berikut:

الحاج رزقي ذو القرنين اصمت البتاوي عن العلامة المحدث السيد عبد الله بن عبد القادر التليدي المغربي عن الحافظ السيد احمد الغماري عن ابي العباس احمد بن نصر العدوي عن احمد بن محجوب الفيومي عن احمد منة الله الازهري عن محمد بن محمد الامير عن نور الدين ابي الحسن علي بن محمد العربي السقاط عن ابراهيم الفيومي عن احمد القرقاوي عن علي الاجهوري عن نور الدين ابي بكر القرافي عن الحافظ السيوطي عن علم الدين البلقيني عن والده سراج الدين البلقيني عن تقي الدين السبكي عن عن الحافظ شرف الدين الدمياطي عن شمس الدين ابي محمد عبد الحميد بن عيسي الخسروشاهي عن الامام فخر الدين الزازي

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya al-Qadhi Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 253.





Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy M.A

Ikuti Kajian Islam:

instagram.com/rizkialbatawi

@rizkialbatawi

https://www.facebook.com/Rizqi-Zulqornain-Albatawi

 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
صلاةً تَجْعَلُنَا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا، وَرِزْقًا كَثِيْرًا، وَقَلْبًا قَرِيْرًا، وَعِلْمًا غَزِيْرًا، وَعَمَلاً بَرِيْرًا، وَقَبْرًا مُنِيْرًا، وَحِسَابًا يَسِيْرًا، وَمُلْكًا فِي الْفِرْدَوْسِ كَبِيْرًا
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat, Jakarta Timur 13910


فَأَكْرِمِ اللَّهُمَّ مَنْ أَكْرَمَنَا .:. وَكَثِّرِ الْخَيْرَ لَدَيْهِ وَالْغِنَا
وَأَعْطِهِ مِمَّا رَجَى فَوْقَ الرَّجَا .:. وَاجْعَلْ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجَا
وَافْعَلْ كَذَلِكَ بِكُلِّ مُحْسِنِ .:. اِلَى ذَوِي الْعِلْمِ بِظَنٍّ حَسَنِ
وَاهْدِ جَمِيْعَنَا اِلَى الرَّشَادِ .:. وَلِطَرِيْقِ الْخَيْرِ وَالسَّدَادِ
وَابْسُطْ بِفَضْلِكَ عَلَيْنَا نِعْمَتَكْ .:. وَانْشُرْ عَلَيْنَا فِي الدَّارَيْنِ رَحْمَتَكْ
وَاخْتِمْ لَنَا عِنْدَ حُضُوْرِ الْأَجَلِ .:. بِالْعَفْوِ مِنْكَ وَالرِّضَى الْمُعَجَّلِ
أَمِيْنَ أَمِيْنَ اسْتَجِبْ دُعَانَا .:. وَلاَ تُخَيِّبْ رَبَّـــــنَا رَجَـــــــــــــــــانَا

mengapa disebut surat al-Ikhlash

Rabu, 13 Juni 2018

Misteri Angka 5 dalam Surat al-Qadr


I'jaz Adadi Dalam Surat al-Qadr

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawi M.A

بسم الله الرحمن الرحيم

 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.

أما بعد:

Misteri Angka 5 dalam Surat al-Qadr
Surat al-Qadr:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5).

Surah al-Qadr nama surat urutan yang ke-97, terdiri dari 5 ayat, terdapat pada juz ke-30 atau Juz ‘Amma dan termasuk kedalam golongan surah  makiyyah karena turun di kota Mekah. Surah ini disebut juga dengan surah Innaa anzalnahu dan diturunkan setelah surah ‘Abasa. Para mufassir berpendapat bahwa Al Qur’an mulai diturunkan pada Lailatul Qadr meskipun tidak ada kata-kata Al Qur’an dalam surah ini. Ayat keempat menyatakan bahwa dalam Lailatul Qadr para malaikat beserta “Al-Ruh” atau Jibril turun ke dunia untuk mengatur semua urusan.

Kronologi turunnya Surat al-Qadr:

As-Suyuthi menyebutkan dalam kitab Lubabun Nuqul, “Diriwayatkan dari Ibnu Jarir dari Mujahid bahwasanya dahulu ada seorang Yahudi yang selalu beribadah pada malam hari hingga pagi kemudian dia berjihad melawan musuh pada siang hari hingga petang. Dia melakukan hal itu selama seribu bulan. Allah lalu menurunkan surah Al-Qadr yang mengandung perbuatan yang lebih baik daripada perbuatan orang itu.”

Imam Mujahid juga berkata bahwa lailatul qadar itu lebih baik dari 1000 bulan yang tidak terdapat lailatul qadar. Pendapat ini juga menjadi pendapat Qotadah bin Da’amah dan Imam Syafi’i.

Mu'jizat Surat al-Qadr

Syeikh Muhammad al-Syinqithi mengatakan:

 عدد ايات سورة القدر خمس ايات متطابق مع عدد ليالي الوتر خمسة "

Jumlah ayat surat al-Qadr ada 5 memiliki korelasi dengan jumlah malam-malam ganjil sepuluh putaran akhir bulan Ramadhan yang diprediksikan oleh para ulama terjadi lailatul Qadr (malam keagungan). (malam 21, 23, 25, 27 dan 29).

Adanya hubungan keterkaitan antara jumlah ayat dan jumlah malam ganjil serta jumlah huruf (ا ل ق د ر) masing-masing terdiri dari 5 ayat, 5 malam dan 5 huruf.

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya al-Qadhi Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 289.




Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy M.A

Ikuti Kajian Islam:

instagram.com/rizkialbatawi

@rizkialbatawi

https://www.facebook.com/Rizqi-Zulqornain-Albatawi

 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
صلاةً تَجْعَلُنَا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا، وَرِزْقًا كَثِيْرًا، وَقَلْبًا قَرِيْرًا، وَعِلْمًا غَزِيْرًا، وَعَمَلاً بَرِيْرًا، وَقَبْرًا مُنِيْرًا، وَحِسَابًا يَسِيْرًا، وَمُلْكًا فِي الْفِرْدَوْسِ كَبِيْرًا
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat, Jakarta Timur 13910


فَأَكْرِمِ اللَّهُمَّ مَنْ أَكْرَمَنَا .:. وَكَثِّرِ الْخَيْرَ لَدَيْهِ وَالْغِنَا
وَأَعْطِهِ مِمَّا رَجَى فَوْقَ الرَّجَا .:. وَاجْعَلْ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجَا
وَافْعَلْ كَذَلِكَ بِكُلِّ مُحْسِنِ .:. اِلَى ذَوِي الْعِلْمِ بِظَنٍّ حَسَنِ
وَاهْدِ جَمِيْعَنَا اِلَى الرَّشَادِ .:. وَلِطَرِيْقِ الْخَيْرِ وَالسَّدَادِ
وَابْسُطْ بِفَضْلِكَ عَلَيْنَا نِعْمَتَكْ .:. وَانْشُرْ عَلَيْنَا فِي الدَّارَيْنِ رَحْمَتَكْ
وَاخْتِمْ لَنَا عِنْدَ حُضُوْرِ الْأَجَلِ .:. بِالْعَفْوِ مِنْكَ وَالرِّضَى الْمُعَجَّلِ
أَمِيْنَ أَمِيْنَ اسْتَجِبْ دُعَانَا .:. وَلاَ تُخَيِّبْ رَبَّـــــنَا رَجَـــــــــــــــــانَا


Sabtu, 24 Maret 2018

Tafsir Surat an-Nashr (Mu'jizat Angka 63)


Tafsir Surat an-Nashr (Mu'jizat Angka 63)

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy

بسم الله الرحمن الرحيم

 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.

أما بعد:

Pertanyaan sodara Rizki Chandra dari Kampung Baru Cakung Barat Jakarta Timur:

إِذَا جَاء نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.

وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا

2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

3. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.



Saya pernah mendengar bahwa surat an-Nashar di atas disebut surat at-Taudi’ (perpisahan), setelah turun surat tersebut menjadi tanda telah dekat ajal Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Yang saya ingin tanyakan: Tolong sebutkan hadis atau riwayat yang menjelaskan hal itu dan apa korelasi ayat an-Nashr dengan ajal Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam?

JAWABAN:

Mengenai penamaan surat an-Nashr dengan surat perpisahan berdasarkan hadis riwayat imam al-Bukhari rahimahullah dalam kitab Shahihnya:

كَانَ عُمَرُ يُدْخِلُنِي مَعَ أَشْيَاخِ بَدْرٍ فَكَأَنَّ بَعْضَهُمْ وَجَدَ فِي نَفْسِهِ، فَقَالَ: لِمَ تُدْخِلُ هَذَا مَعَنَا وَلَنَا أَبْنَاءٌ مِثْلُهُ، فَقَالَ عُمَرُ: إِنَّهُ مَنْ قَدْ عَلِمْتُمْ، فَدَعَاهُ ذَاتَ يَوْمٍ فَأَدْخَلَهُ مَعَهُمْ، فَمَا رُئِيتُ أَنَّهُ دَعَانِي يَوْمَئِذٍ إِلَّا لِيُرِيَهُمْ، قَالَ: مَا تَقُولُونَ فِي قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: {إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالفَتْحُ} ؟ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: أُمِرْنَا أَنْ نَحْمَدَ اللَّهَ وَنَسْتَغْفِرَهُ إِذَا نُصِرْنَا، وَفُتِحَ عَلَيْنَا، وَسَكَتَ بَعْضُهُمْ فَلَمْ يَقُلْ شَيْئًا، فَقَالَ لِي: أَكَذَاكَ تَقُولُ يَا ابْنَ عَبَّاسٍ؟ فَقُلْتُ: لاَ، قَالَ: فَمَا تَقُولُ؟ قُلْتُ: «هُوَ أَجَلُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْلَمَهُ لَهُ»، قَالَ: {إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالفَتْحُ}  «وَذَلِكَ عَلاَمَةُ أَجَلِكَ»، {فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا} ، فَقَالَ عُمَرُ: «مَا أَعْلَمُ مِنْهَا إِلَّا مَا تَقُولُ»

Dahulu sayyiduna ‘Umar memasukkan diriku bersama orang-orang tua yang ikut serta dalam perang Badar. Sepertinya sebagian mereka kurang menyukai kehadiranku. Ada yang berkata: “Kenapa (anak) ini masuk bersama kita. Padahal kita juga punya anak-anak seperti dia?”

‘Umar menjawab,”Sungguh, kalian mengetahui (siapa dia),” maka suatu hari ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu memanggilku dan memasukkanku bersama mereka. Tidaklah aku berpikir alasan beliau mengundangku, selain ingin memperlihatkan kapasitasku kepada mereka. Beliau berkata (kepada orang-orang): “Apakah pendapat kalian tentang firman Allah:”idza ja`a nashrullahi wal fath”.

Mereka menjawab,”Allah memerintahkan kami untuk memuji dan memohon ampunan kepada-Nya manakala pertolongan Allah telah tiba dan sudah menaklukkan (daerah-daerah) bagi kita.” Sebagian orang terdiam (tidak menjawab). Kemudian ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu beralih kepadaku: “Apakah demikian pendapatmu, wahai Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma?” Aku (Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma ) menjawab,”Tidak!” ‘Umar bertanya,”Apa pendapatmu?” Aku (Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma) menjawab,”Itu adalah (kabar tentang) ajal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitahukannya kepada beliau. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “”idza ja`a nashrullahi wal fath”. Dalam keadaan seperti itu terdapat tanda ajalmu, maka bertasbihlah dan mintalah ampunan kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Menerima taubat.”

‘Umar Radhiyallahu ‘anhu berkomentar: “Tidaklah yang kuketahui darinya (surat itu), kecuali apa yang engkau sampaikan”. (Shahih al-Bukhari hadis no: 4970)

Adapun korelasi surat an-Nashr dengan ajal Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam adalah:

Ayat tersebut diturunkan pada saat usia beliau 63 tahun. Rahasia surat an-Nashr menguatkan isyarat umur 63 tahun adalah akhir usia Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam meskipun pada surat tersebut tidak sama sekali menyebutkan secara tersurat nama beliau. Tetapi dalam surat ini nama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tersebut hanya secara tersirat.

Umur Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam 63 tahun tersirat dalam surat an-Nashar, bila kita pikirin empel-empel alus-alus. Coba anta perlihatkan dengan teliti tulisan :

محمد رسول الله

Bila kita perhatikan huruf-hurufnya dan kita total berapa kali huruf-huruf dari (محمد رسول الله ) disebut dalam surat an-Nashr:



م ح م  د ر  س  و  ل  ا ل  ل ه


4-7-7-17-7-6-3-4-3-1-3-1    


1 + 3 + 1 + 3 +4 + 3+ 6 + 7 + 17 + 7 + 7 + 463

Mim (satu kali) ha (3 kali) Mim (satu kali) Dal (3 kali) Ra (4 kali) Sin (3 kali) Wawu (6 kali) Lam (7 kali) Alif (17 kali) Lam (7 kali) Lam (7 kali) Ha (4 kali).

Jumlah total huruf Muhammad Rasulullah yang tersebut dalam surat an-Nashr 63. Dan 63 itu umur Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya al-Qadhi Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 253.




Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy

Ikuti Kajian Islam:

instagram.com/rizkialbatawi

@rizkialbatawi

https://www.facebook.com/Rizqi-Zulqornain-Albatawi

 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat, Jakarta Timur 13910





H. RIZQI DZULQORNAIN AL-BATAWI