Tampilkan postingan dengan label Doa Surat al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa Surat al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Agustus 2017

Tujuh Permohonan Nabi Musa Alaihis Salam

Tujuh Permohonan Nabi Musa Alaihis Salam

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy

بسم الله الرحمن الرحيم

 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.

أما بعد:


Tujuh Permohonan Nabi Musa Alaihis Salam

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي (25) وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي (26) وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي (27) يَفْقَهُوا قَوْلِي (28) وَاجْعَلْ لِي وَزِيرًا مِنْ أَهْلِي (29) هَارُونَ أَخِي (30) اشْدُدْ بِهِ أَزْرِي (31) وَأَشْرِكْهُ فِي أَمْرِي (32)
“Nabi Musa berdoa: ‘Ya Rabbi, lapangkan dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, jadikanlah untukku seorang wazir dari keluargaku, teguhkan dengan dia kekuatanku dan jadikan dia sekutu dalam urusanku.” (surat Thaha ayat 25-32)

Pada doa di atas, Nabi Musa mohon kepada Allah Taala diberikan 7 permohonan sekaligus:

1.      Lapang dada (legowo)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
2.      kemudahan segala urusan
وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
3.      Piawai dalam berdiplomasi
وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي
4.      Positioning dalam berdakwah
يَفْقَهُوا قَوْلِي
5.      Penasehat
وَاجْعَلْ لِي وَزِيرًا مِنْ أَهْلِي
6.      Keteguhan yang mantap
اشْدُدْ بِهِ أَزْرِي
7.      Teman yang solid
وَأَشْرِكْهُ فِي أَمْرِي

Dari ketujuh permohonan tersebut tujuannya adalah agar Nabi Musa alaihis salam senantiasa mengagungkan dan mengingat Allah Taala. Sebagaimana Allah Taala nyatakan:

كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيرًا . وَنَذْكُرَكَ كَثِيرًا

Agar kami mensucikan Engkau dan mengingat Engkau selalu. (Thaha ayat: 34-35).

Yang Nabi Musa pinta semata-mata agar beliau diberikan pertolongan untuk dzikrullah bukan minta ilmu kanuragan untuk gegagahan mengalahi Fir’aun. Dalam 7 permohonan Nabi Musa tersebut terdapat sebuah hikmah bahwasanya Dzikrullah sangat membutuhkan perangkat-perangkat yang menyampaikan kita dan memantapkan keistiqamahan kita di jalan Allah. Alangkah indahnya bermuamalah (berinteraksi) kepada Allah, tujuh permohonan dalam satu waktu Allah kabulkan semuanya sekaligus secara bersamaaan. Allah Taala berfirman:

قَدْ أُوتِيتَ سُؤْلَكَ يَامُوسَى

Sungguh aku kabulkan permohonanmu, Wahai Musa. (surat Thaha ayat 36)

Sebutkan hajat dan cita-citamu kepada Allah sebanyak-banyaknya, lantaran Allah tak pernah bosen mendengar munajat hamba-Nya. Allah tidak pernah lalai mengabulkan seluruh permohonan hambanya. Mintalah kaya, jabatan, kesuksesan untuk berjuang membela agama Allah.


Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 253.




Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy


instagram.com/rizkialbatawi


instagram.com/Zulqornain_Muafiy



 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat 13910


Jumat, 10 Februari 2017

Amalan Pengangguran Sukses

Amalan Pengangguran Sukses

(Ingin Cepat mendapat Kerja)

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy


بسم الله الرحمن الرحيم
حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود

وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد

وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا

وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.


أما بعد:



Bekerja bernilai ibadah bahkan jihad jika si pekerja menjalankan kewajiban dan aturan Allah, serta tulus niatnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bersabda:

«دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيلِ اللهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ، وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ، وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ، أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ»

“Satu dinar yang engkau belanjakan di jalan Allah, satu dinar yang engkau belanjakan untuk membebaskan budak, satu dinar yang engkau belanjakan untuk orang miskin, dan satu dinar yang engkau belanjakan untuk keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah yang engkau belanjakan untuk keluargamu” (shahih Imam Muslim hadits no: 995)

Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam bersabda:

يَأْتِي عَلىَ النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ أَمِنَ الْحَلَالِ أَمْ مِنَ الْحَرَامِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang tidak peduli apa yang dia ambil, apakah dari hasil yang halal atau yang haram.” (Shahih Imam al-Bukhariy)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (halal). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (shahih Imam Muslim no: 1015)


Oleh karenanya, istri para as-salaf ash-shalih (generasi terbaik ummat) bila suaminya keluar dari rumahnya, iapun berpesan:

إِيَّاكَ وَكَسْبَ الْحَرَامِ، فَإِنَّا نَصْبِرُ عَلَى الْجُوْعِ وَلاَ نَصْبِرُ عَلىَ النَّارِ

“Jauhi olehmu penghasilan yang haram, karena kami mampu bersabar atas rasa lapar tapi kami tak mampu bersabar dari api neraka.”

Sering kita mendengar orang berkata “Cari yang haram saja susah apalagi cari yang halal!” Ungkapan tersebut menjadi indikasi betapa sangat rendahnya iman dan kondisi keyakinan seseorang yang berada di bawah garis kemiskinan terhadap rahmat Allah. Kata-kata tersebut juga seolah telah menjadi legalitas untuk mencari harta dengan cara-cara yang tak halal. Begitulah sebagian kenyataan yang terjadi di tengah masyarakat. Khususnya, dalam urusan mencari rezeki, hanya sedikit yang mau peduli dengan rambu-rambu syari’at.

Carilah pekerjaan yang halal tinggalkan yang haram. “kerjaan yang haram saja sulit, apalagi yang halal” merupakan Kata-kata yang keluar dari orang yang putus asa dari rahmat Allah Taala, ketahuilah rahmat Allah profesi, kerjaan bahkan makanan yang halal masih lebih banyak dari yang haram. Allah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan bahwa Allah akan mencukupkan rezeki mereka. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:

وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

 “Dan betapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezeki sendiri. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Ankabut:60)

Sebagian ahli hikmah menyebutkan Amalan untuk cepat mendapat pekerjaan yang halal: Hendaknya di malam rabu setelah mengerjakan shalat Maghrib dan ba’diyah maghrib dua rakaat, membaca ayat seribu dinar di bawah ini sebanyak 144 kali:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا


"Siapa saja yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. Al-Thalaq: 2-3)

Setelah itu membaca surat al-Qadr sebanyak 4 kali:

بسم الله الرحمن الرحيم
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Kemudian meniup dengan mengeluarkan semburan ke 4 penjuru (kanan, kiri dan atas, bawah) dan berdoa kepada Allah minta mendapat kerjaan yang halal.

Lakukan kaifiat di atas pada malam selanjutnya, malam kamis dan malam jum’at. Jika belum juga berhasil dapat kerjaan, lakukan lagi kaifiat tersebut pada minggu selanjutnya di hari yang sama (malam rabu, kamis dan jumat) sampai minggu ketiga dengan izin Allah akan cepat mendapat kerjaan. Lakukanlah dengan yakin dan khusyu’.

Amalan di atas sangat cocok buat para pengangguran yang ingin mendapatkan pekerjaan yang halal dan orang yang ingin mendapatkan kerjaan yang lebih baik dari yang sebelumnya.

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 87.

Simak Video berikut ini:






Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy M.A

Ikuti Kajian Islam:

instagram.com/rizkialbatawi

@rizkialbatawi




 ********* ******** ********

Shalawat Fatih (Raja Shalawat)

اللَّهُــــــــــــــمَّ صَلِّ عَلَى سيِّــــــــدِنَا محمدٍ الفاتِـــــــــحِ لِمَا أُغْلِــــــــــــــقَ والخَـاتِــــــــــــــــمِ لِمَا سَبَــــــــــقَ، نَاصِـــــــــرِ الحَقِّ بالحـــــــــــــــــقِّ، والهـــــــــــــــــادِي إلى صِرَاطِـــــــــكَ الْمُسْتَقِيـــــــــــــــــــمِ، وَعَلَى آلِهِ حـــــــــقَّ قَدْرِهِ ومِقْــــــــــــدَارِهِ العَظِيــــــــــــــمِ.

اللهمَّ صلَّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيهِ وَعَلَى آلهِ الأطهارِ الغُرِّ الأمَاجِيدِ. وصَحَابَتِهِ الأَبرَارِ الغَطارِفَةِ الصَّنَادِيدِ. صلاةً جَلِيلَةً جَمِيلَةً فَخِيمَةً عَظِيمَةً مَقبُولَةً دَائِمَةَ التَّردِيدِ.

صَلاَةً تَجْعَلُنَا مِنْ اَهْلِ الصَّلاَحِ وَالْفَلاَحِ، وَتُعِيْذُنَا مِنْ أَهْلِ الْفِسْقِ وَالطَّلاَحِ، وَمِنَ اْلإِسْتِئْصَالِ وَاْلإِسْتِبَاحِ، وَمِنَ الْعُدُوْلِ عَنْ سَنَنِ الْحَقِّ وَاْلإِجْتِنَاحِ.

صَلاةً وسَلاماً بِلا حَصْرٍ ولاَ عَدَد، يستغرقان أنفاسَ خلوديةِ الأبد، تَجعلُنَا بِهَا يَا كَبِيرُ مِمنْ كرَعَ مِن حَوضهِ الشَّهِي، وَرَتَعَ فِي بَحبُوحَةِ رَوضِهِ البَهِي، وَرَشَفَ رَحِيقَ سَلسبيلِ الْهيامِ مِنْ مُترعِ كَأسهِ، وَقَطَفَ عَبِيقَ إِكليلِ الغَرَامِ مِنْ حَدَائِقِ أنسِهِ، وتَشرَّفَ بِالوقوفِ بِبابِهِ، وانْخَرَطَ في سلكِ خُدامِ جََنابِهِ، ومَرَّغَ أسيلَ الْخُدودِ بطِيبِ أعتَابِهِ، وَتَنَعَّمَ بِلَذِيذِ خِطَابِهِ، وَتَأدبَ بِرَائِقِ آدابِهِ، وَتَحَقَّقَ بِحقَائِقِهِ الذَّاتِيةِ، واستَغرقَ فِي رَقَائِقِهِ الصِّفَاتِيةِ، حَتَّى اضمَحَلَّ طورُ وُجُودِهِ فِي بُحُورِ جُودِهِ، وَأَطَلَّتْ فِي سَمَاءِ دَيْجُورِهِ بُدُورُ سُعُودِهِ.

يا ربنا يا دائم المعروف * ويا مغيث عبده الملهوف
يا عظيم المن ويا رجائي * يا باسط الموائد الألاء
نرجوك يا ذا الجود والإتحاف * وناشرا مواهب الألطاف
أنل لـ (رزقي) ربي فيض رزق * وأيدن به جيوش الحق
واسعد به البلاد والعباد * وحققن بسعيه المراد
وارزقه يا رب تمام المعرفة * بك وجمله بأحسن صفة
واصلح إلهي زوجه تفضلا * (ريحانة القدوس) زهرة العلى
وارفع إلهي قدره بين الأنام * تلقى المسرة على طول الدوام
وغصه بمنح وهبية * واخلع عليه حللا سنية
واسقه من كوثر العرفان * شراب قدس طاهر حقاني


Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat Jakarta Timur 13910




Selasa, 01 Maret 2016

Doa Agar Dikaruniakan Keturunan

Doa Agar Dikaruniakan Keturunan
Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy

بسم الله الرحمن الرحيم

حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.

أما بعد:


Doa Agar Dikaruniakan Keturunan


Di dalam al-Qur’an disebutkan doa-doa para Nabi alaihimus salam dan munajat orang shalihin agar dimudahkan diberikan keturunan. Ayat-ayat tersebut adalah:


رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء

رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْداً وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


As-Sayyid Abu Bakr Bin Abdurrahman Bin Abdullah Bin Husain Bin Thahir (dilahirkan pada tahun 1280 Hijriyah. Wafat tahun 1330 Hijryah) menyebutkan bahwa ayat-ayat tersebut sangat manjur dan teruji coba memudahkan seseorang diberikan oleh Allah Taala anak keturunan yang shalih dan shalihah.


رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء

"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendenganr do'a".(Ali Imran ayat 38)

رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْداً وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

"Ya Tuhanku , janganlah Engkau biarkan aku seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik" (al-Anbiya ayat: 89)

kedua ayat di atas merupakan Doa nya Nabi Zakariya as.agar di beri keturunan sebagai pelanjut perjuangan nya menegakkan agama Allah Taala.


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (al-Furqan ayat 74)


As-Sayyid Salim Bin Hafizh Bin Abdullah Bin Syekh Abu Bakr Bin Salim al-Husainiy (wafat tahun 1378 Hijriyah) Rahimahullah berkata: “Aku telah mengamalkan 3 doa ayat-ayat al-Qur’an di atas, dengan izin Allah Taala aku mendapatkan keberkahannya.”

Kaifiat mengamalkannya: Perbanyak membaca 3 ayat-ayat dua’iyah di tempat-tempat dan waktu-waktu mustajabah terutama setiap selesai shalat fardhu, di tengah malam, ketika berziarah ke makam para wali, ketika berada di majlis dzikir dan majlis ilmu, saat mahallul qiyam (berdiri pembacaan kisah maulid Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, ketika hujan besar, setelah bershadaqah, pada sujud terakhir setiap shalat baik shalat wajib dan sunnah dan lain-lain. Minimal ketiga ayat di atas dibaca 100 kali shabahan (pagi) dan 100 masa’an (sore).



Dikutip dari kitab ittihaful Amajid Bi Nafaisil Fawaid karya Abdu Rabbih Abu Munyah as-Syakunjiy jilid 2 halaman 88.




Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy

HP: 08164856876 / 082122549831
PIN: 22580F48
instagram.com/Zulqornain_Muafiy



 ********* ******** ********


اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ .
صلاةً تَجْعَلُنَا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا، وَرِزْقًا كَثِيْرًا، وَقَلْبًا قَرِيْرًا، وَعِلْمًا غَزِيْرًا، وَعَمَلاً بَرِيْرًا، وَقَبْرًا مُنِيْرًا، وَحِسَابًا يَسِيْرًا، وَمُلْكًا فِي الْفِرْدَوْسِ كَبِيْرًا


Alamat Yayasan al-Muafah
Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat Jakarta Timur 13910








Kamis, 23 Juli 2015

Doa Surat Yasin


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ، وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

اَللَّهُمَّ بِحَقِّ يس، وَالْقُرْآنِ الْحَكِيْمِ، وَبِمَنِ اخْتَرْتَهُ لِلرِّسَالَةِ وَالنُّبُوَّةِ وِالْوِلاَيَةِ وَالْهِدَايَةِ إِلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ، وَبِجَمِيْعِ مَا جَاءَ بِهِ مِنْكَ جِبْرِيْلُ، تَنْزِيْلُ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ، وَبِخَوَآصِّ الْحُرُوْفِ وَاْلأَسْمَاءِ التَّامَّاتِ، وَبِمَا أَظْهَرْتَ فِيْ الْوُجُوْدِ لِكُلِّ مُوْجُوْدٍ مِنَ اْلآيَاتِ الْبَيِّنَاتِ، وَبِخَفِيِّ لُطْفِكَ الْمُفَرِّجِ عَنْ كُلِّ مَهْمُوْمٍ، اَلْمُخَلِّصِ لِكُلِّ مَدْيُوْنٍ، يَا مُجْرِيَ الْبِحَارِ وَالْعُيُوْنِ، يَا مَنْ خَزَائِنُهُ بَيْنَ الْكَافِ وَالنُّوْنِ، وَعَلِمَ بِمَا كَانَ قَبْلَ أَنْ يَكُوْنَ.

نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ أَنْ تَسْلُكَ بِنَا جَادَّةَ رِضَاكَ، وَأَنْ تَجْعَلَنَا أَهْلاً وَمَحَلاًّ لِسَعَادَتِكَ وَغِنَاكَ، وَأَنْ تُيَسِّرَ لَنَا جَمِيْعَ الْمُرَادَاتِ وَالْمَطَالِبِ، وَأَنْ تَجْعَلَ رِضَاكَ عَنَّا خَيْرَ مُصَاحِبٍ لَنَا وَرَفِيْقٍ، وَأَنْ تُتْحِفَنَا بِالْجَلاَلَةِ وَالْمَهَابَةِ، وَأَنْ تَمُنَّ عَلَيْنَا بِسُرْعَةِ اْلإِجَابَةِ.

اِسْتَجِبِ اللَّهُمَّ دُعَاءَنَا وَحَقِّقْ فِيْكَ رَجَاءَنَا وَأَدْخِلْنَا فِيْ حِرْزِ لُطْفِكَ الْمَصُوْنِ، بِسِرِّ قَوْلِكَ : إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُوْلَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ، فَسُبْحَانَ الَّذِيْ بِيَدِهِ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ. 

سُبْحَانَ الْمُنَفِّسِ عَنْ كُلِّ مَهْمُوْمٍ، سُبْحَانَ الْمُنَفِّسِ عَنْ كُلِّ مَغْمُوْمٍ، سُبْحَانَ الْمُنَفِّسِ عَنْ كُلِّ مَدْيُوْنٍ، سُبْحَانَ مَنْ أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُوْلَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ.

يَا مُفَرِّجَ الْهُمُوْمِ، يَا مُفَرِّجُ فَرِّجْ، يَا مُفَرِّجُ فَرِّجْ. فَرِّجْ عَنَّا هُمُوْمَنَا، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَاْمِ.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ، الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ .





Doa Qulhu (Imam Muhyiddin Ibn Arabiy)

Doa Khatam Qulhu

(
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِقَافِ القُدْرَةِ وَالقِسْطِ، وَبِلاَمِ اللَّوْحِ وَاللُّطْفِ، وَبِهَاءِ الهَيْبَةِ وَالهِدَايَةِ، وَبِوَاوِ الوَحْيِ وَالإِلْهَامِ، أَنْ تجعَلَ لي قُدْرَةً وَإِحَاطَةً، وَاطِّلاَعاً عَلَى حَقَائِقِ الكَائِنَاتِ اللَّوْحِيَّةِ، مُبْتَهِجاً بِهَا لِلْهَيْبَةِ وَالهِدَايَةِ، مُهْتَدِياً مُهْدِياً مَنْ شِئْتَ هِدَايَتَهُ أَنْتَ، يَا هَادِي مَنِ اسْتَهْدَاهُ، يَا مَنْ تَنَزَّهَ عَنِ جمِيعِ التَّشْبِيْهَاتِ وَالتَّعْطِيْلاَتِ وَالحَوَادِثِ وَالنَّقْصِ وَالقَرِيْنِ وَالنَّظِيرِ وَالشَّرِيْكِ وَالضِّدِّ وَالنِّدِّ وَالإِنْقِسَامِ وَالعَدَدِ، قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، يَا وَاحِداً فِي دَيمُوْمِيَّتِهِ وَمُلْكِهِ القَدِيْمِ، مِنْ غَيْرِ تحوِيْلٍ وَلاَ زَوَالٍ وَلاَ تجسِيْمٍ، أَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِوَاوِ الوَحْدَانِيَّةِ وَالوَاحِدِيَّةِ، وَبِالأَلِفِ المَعْطُوْفِ الَّذِيْ هُوَ أَصْلُ النَّشَآتِ الدَّوْرِيَّةِ، وَبِحَاءِ الحَيَاةِ الأَبَدِيَّةِ، وَبِدَالِ الدَّوَامِ السَّرْمِدِيَّةِ، مِنْ غَيْرِ حَصْرٍ بِوَقْتٍ وَلاَ عَدَدٍ، وَلاَ صَاحِبَةٍ وَلاَ وَلَدٍ، أَنْتَ اللهُ الصَّمَدُ: إِجْعَلْني اللَّهُمَّ وَاحِداً مِنَ الآحَادِ، وَامْدُدْنِي بِنَشْأَةٍ مِنْ نَشَآتِ رُوْحَانِيَّةِ الأَلِفِ المَعْطُوْفِ حَتَّى أَخُوْضَ بِمَعْرِفَةِ ذَلِكَ بحَارَ المُقَرَّبِيْنَ الأَفْرَادِ، وَأَحْيِ نَفْسِي بِنَفْحَةٍ مَلَكِيَّةٍ رُوْحَانِيَّةٍ حِكمِيَّةٍ مُمِدَّةٍ لي بِعَظَائِمِ الإِمْدَادِ، حَتَّى أَكُوْنَ نَاجِياً مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ وَالإِرْشَادِ، وَجِيْهاً بَيْنَ عِبَادِكَ ‘إِلى يَوْمِ المَعَادِ.وأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِصَادِ الصِّدْقِ وَالصَّبرِ، وَبمِيمِ المُلْكِ وَالمَجْدِ، وَبِيَاءِ اليَقَظَةِ وَاليَّقِينِ، أَنْ تجعَلَني صَادِقاً صَدُوْقاً صِدِّيْقاً، مَالِكاً مَلِيْكاً، مَجِيْداً مَمْجُوْداً، نَاهِضاً بِالْيَقَظَةِ مُعْتَقِداً بِالْيَقِينِ، مَمْدُوْداً مِنْ عَظِيْمِ كَرَمِكَ بِصَدِيْقٍ مِنْ مَلاَئِكَتِكَ، وَفَتْحٍ مِنْ عِنْدِكَ أَسْتَعِينُ بِهِ عَلَى صَلاَحِ أَحْوَالي الدُّنْيَوِيَّةِ وَالأُخْرَوِيَّةِ، وَأَجْعَلُهُ عَوْناً لي عَلَى ذَلِكَ مِنْ غَيْرِ عَائِدٍ لي بِمَضَرَّةٍ إِلى الأَبَدِ، يَا مَنْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفْواً أَحَدٌ: إِكْفِني بِكَافِ كِفَايَتِكَ، حَتَّى لاَ أَلْتَجِأَ إِلى أَحَدٍ مِنْ جمِيعِ خَلْقِكَ، وَنَوِّرْنِي بِنُوْرٍ مِنْ نُوْرَانِيَّةِ نُوْرِ ذَاتِكَ، حَتَّى أَفُوْزَ بِنِعَمِ القَبُوْلِ وَالنَّجَاةِ بَيْنَ عِبَادِكَ المُقَرَّبِيْنَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحمِينَ ارْحَمْني بِرَحمَتِكَ فِي الدَّارَيْنِ، وَاكْشِفْ لي عَنِ العَينِ، وَاحْجُبْني بِكَ عَنِ الغَينِ، وَعَنْ رُؤْيَةِ الإِثْنَينِ، وَاغْمِسْني فِي سَعَةِ رَحمَتِكَ مِنْ خَزَائِنِ فَضْلِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحمِينَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ)