Tampilkan postingan dengan label Tawassul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tawassul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 September 2018

Bait Tawassul Imam al-Wafai Rahimahullah


Bait Tawassul Imam al-Wafai Rahimahullah

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawi M.A

بسم الله الرحمن الرحيم
 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.
أما بعد

Di antara bait tawassul yang diyakini oleh para ahli ma’rifah untuk memudahkan hajat dan mendatangkan solusi terbaik dalam berbagai urusan genting adalah:

يا رسول الله انت لها .:. فك يا مولاي مقفلها
شدة حلت بساحتنا .:. فأزح بالكشف مشكلها

Ya Rasulallah, engkaulah yang diberikan oleh Allah anugrah untuk menyelamatkanku, Bukakan gembok yang mengunci masalah yang aku hadapi, wahai junjunganku. Kepelikan benar-benar telah singgah di halaman hidup kami, hilangkanlah kesulitannya.

Bait tersebut dinisbahkan kepada Imam Husain Bin Ali Bin Muhammad al-Wafai rahimahullah. Beliau wafat pada tahun 1156 Hijriyah/ 1743 Masehi. Al-Faqir sering mendengar bait tawassul ini dibaca oleh guru kami Sayyid Abdul Karim Baqqasy al-Idrisi al-Hasani saat beliau menghadapi urusan-urusan yang mengalami gangguan.

Siapa yang membaca bait di atas berulang-ulang ketika mengahadapi masalah pelik, maka dengan izin Allah Taala orang tersebut diberikan kemudahan. Dan al-Faqir sendiri sudah dua kali merasakan kemanjuran qashidah tersebut... Allahumma Fasyhad ..

Untuk biografi Imam Husain Bin Ali al-Wafa-i al-Halabi al-Hanafi rahimahullah dapat dilihat dalam kitab al-A'lam karya Zirikli jilid 2 halaman 247, Kitab Silkud Durar karya Muhammad Khalil al-Husaini jilid 2 halaman 58 dan Kitab Hadiyyatul Arifin karya Ismail al-Baghdadi jilid 1 halaman 325.

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya al-Qadhi Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 278.




Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy M.A

Ikuti Kajian Islam:

instagram.com/rizkialbatawi

@rizkialbatawi


 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
صلاةً تَجْعَلُنَا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا، وَرِزْقًا كَثِيْرًا، وَقَلْبًا قَرِيْرًا، وَعِلْمًا غَزِيْرًا، وَعَمَلاً بَرِيْرًا، وَقَبْرًا مُنِيْرًا، وَحِسَابًا يَسِيْرًا، وَمُلْكًا فِي الْفِرْدَوْسِ كَبِيْرًا
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat, Jakarta Timur 13910


فَأَكْرِمِ اللَّهُمَّ مَنْ أَكْرَمَنَا .:. وَكَثِّرِ الْخَيْرَ لَدَيْهِ وَالْغِنَا
وَأَعْطِهِ مِمَّا رَجَى فَوْقَ الرَّجَا .:. وَاجْعَلْ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجَا
وَافْعَلْ كَذَلِكَ بِكُلِّ مُحْسِنِ .:. اِلَى ذَوِي الْعِلْمِ بِظَنٍّ حَسَنِ
وَاهْدِ جَمِيْعَنَا اِلَى الرَّشَادِ .:. وَلِطَرِيْقِ الْخَيْرِ وَالسَّدَادِ
وَابْسُطْ بِفَضْلِكَ عَلَيْنَا نِعْمَتَكْ .:. وَانْشُرْ عَلَيْنَا فِي الدَّارَيْنِ رَحْمَتَكْ
وَاخْتِمْ لَنَا عِنْدَ حُضُوْرِ الْأَجَلِ .:. بِالْعَفْوِ مِنْكَ وَالرِّضَى الْمُعَجَّلِ
أَمِيْنَ أَمِيْنَ اسْتَجِبْ دُعَانَا .:. وَلاَ تُخَيِّبْ رَبَّـــــنَا رَجَـــــــــــــــــانَا


Senin, 01 Mei 2017

Dalil Tawassul (al-Mushthafa Wa al-Murtadha)

Dalil Tawassul

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain La Wa La



بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين


اللهم نسألك أن تصليا *** على حبيبك إمام الأنبيا

صل على الفاتح ما قد أغلق *** محمد الخاتم ما قد سبق

وناصر الحق العلي بالحق *** سيدنا الهادي لكل الخلق

الى صراطك القويم المستقيم *** والأل مقدر قدره العظيم


Imam Syihabuddin Ahmad Bin Salamah al-Qalyubiy (wafat tahun 1069 Hijriyah) menyebutkan dalam kitab Tuhfatur Raghib Fi Sirah Jama’at Min A’yan Ahlil Bait al-Athayib halaman: 53: Keutamaan dua bait Syair yang dapat menolak berbagai macam bala dan juga menjadi terapi segala penyakit. Bait tersebut sebagai berikut:

لي خمسة أطفي بهم * نار الكروب الحاطمة
المصطفى والمرتضى * وابناهما وفاطمة

Li Khomsatun, Uthfi Bihim * Narol Kurubil Hathimah
Al-Mushthofa Wal Murtadha * Wabnahuma Wa Fatimah

Artinya: Aku memiliki 5 wasilah (perantara), dengan sebab mereka Allah Taala izinkan aku dapat memadamkan panasnya segala kesulitan yang menyerang, mereka itu adalah Nabi Muhammad yang terpilih, Sayyidina Ali yang diridhai, Sayyidatuna Fatimah, dan kedua anaknya (Sayidina Hasan dan Sayyidina Husain)".

Siapa yang lazim membaca dua bait di atas, saat menghadapi hal pelik akan Allah Taala berikan solusi dengan segera, berbagai Penyakit ganas pada dirinya akan Allah sembuhkan dan mendapat perlindungan dari wabah penyakit.

Dua bait di atas merupakan apresiasi permohonan seorang hamba kepada Allah Taala yang menjadi maqshad (tumpuan harapan) dengan bertawassul kepada lima makhluq mulia. Bertawassul.

Tawassul memiliki arti dasar “mendekat”, sementara Wasilah adalah media perantara untuk mencapai tujuan. Tawassul yang dimaksud disini adalah mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan menggunakan perantara lain, baik nama-nama Allah (al-Asma’ al-Husna), sifat-sifat Allah, amal shaleh, atau melalui makhluk Allah, baik dengan doanya atau kedudukannya yang mulia disisi Allah.

Dalil Tawassul:

surat Almaidah, ayat 35 :

ياأيها الذين آمنوااتقواالله  وابتغوا إليه الوسيلة

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan."

Suat Al-Isra', ayat 57:

 أُولَـئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُوراً

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. 


Dikisahkan di satu kampung ada orang sok paling islami, paling bener, paling paham tentang al-Qur’an dan Hadist, paling sesuai amalannya dengan salafus shalih, ia sangat benci kepada orang yang berdoa dengan bertawassul kepada para Nabi, wali dan orang shalih. Menurutnya tawassul hanya dibolehkan dengan menyebut nama dan sifat Allah serta amal shalih.

Pada suatu hari, ia datang ke rumah salah satu guru ngaji di daerah Cakung, ingin memaki-maki ustdz kampung tersebut yang telah mengajarkan masyarakat kesesatan. Sesampainya di rumah ustadz terjadi dialog. Sebut saja orang pengingkar tawassul dengan nama Abu al-Komentari:

Abu al-Komentari: Kok ente jadi orang penyebar Bid’ah  bukan pengamal sunnah?

Ustdz Cakung: Eh, kalo ngomong jangan sambawera aja ente, gua tabokin lak-lakan luh baru tau rasa?

Abu al-Komentari: Kalo doa cukup minta sama Allah, kaga usah minta sama Nabi dan para wali, itu semua perbuatan sesat, super neraka !!

Ustadz Cakung: oh, urusan Tawassul. Ente pelajarin al-Qur’an dengan benar, baca kitab-kitab tafsir dengan para ulama. Jangan Cuma rajin ngamalin ibadah tapi goblok kaga ilang-ilang, fanatic buta, gampang menganggap orang lain sesat, kafir musyrik !! kalo ente bener-bener paling faham al-Qur’an ane mau nanya. Ane bukan mau nanya berapa jumlah huruf alif atau wawu ama Ya dalam al-Qur’an. Yang ane mau tanya tentang pemahaman ente terhadap ayat-ayat al-Qur’an terkait tawassul.

Abu al-Komentari: boleh, boleh …

Ustadz Cakung: Siapa yang menganugrahkan anak kepada seseorang?

Abu al-Komentari: loh, kok jadi ustadz pertanyaaannya kaya orang tolol. Jawabannya pasti Allah dong!!

Ustadz Cakung: lalu gimana tentang firman Allah:

: قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَامًا زَكِيًّا

Artinya; sesungguhnya aku ini utusan Tuhanmu, untuk menganugrahkan diri seorang anak yang disucikan.

Abu al-Komentari: Malaikat dalam ayat itu Cuma sebagai perantara

Ustadz Cakung: Siapa yang memberikan hidayah?

Abu al-Komentari: Yang bisa memberi hidayah itu hanya Allah

Ustadz Cakung: Bagaimana memahami ayat:

: وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Artinya: Sesungguhnya engkau Ya Muhammad benar-benar memberi petunjuk (hidayah) ke jalan yang lurus.

Abu al-Komentari: Nabi Muhammad hanya sebagai perantara saja, tidak lebih dari itu.

Ustadz Cakung: Siapa yang member rizki kepada Makhluq di alam ini?

Abu al-Komentari: seluruh makhluq di ala mini, Allah yang memberikan rizkinya

Ustadz Cakung: coba jelaskan ayat:

وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُولُو الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينُ فَارْزُقُوهُمْ مِنْهُ

Bila saat pembagian harta (warisan) kerabat, anak yatim dan orang miskin ikut hadir maka berikan mereka rizki ala kadarnya dari harta tersebut.

Abu al-Komentari: mereka Cuma sebagai perantara saja

Ustadz Cakung: Siapa yang menciptakan makhluq di ala mini?

Abu al-Komentari: Semua makhluq di ala mini, Allah yang menciptakannya.

Ustadz Cakung: lalu ayat ini apa maksudnya?

: أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ

Artinya; Nabi Isa berkata aku ciptakan buat kalian dari tanah ini seekor burung.

Abu al-Komentari: Nabi Isa Cuma perantara saja

Ustadz Cakung: Siapa yang mematikan makhluq di ala mini?

Abu al-Komentari: Yang menghendaki kematian bagi makhluq di alam ini Cuma Allah

Ustadz Cakung: Penjelasan ente tentang ayat ini apa?

:قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ

Katakanlah Ya Muhammad malaikat maut yang akan mewafatkan kalian.

Abu al-Komentari: Malaikat maut hanya sebagai perantara saja

Ustadz Cakung: Siapa yang memberikan pertolongan kepada orang beriman?

Abu al-Komentari: Allah Maha Penolong, tidak ada pertolongan melainkan pertolongan Allah

Ustadz Cakung: Bagaimana Memahami ayat:

: وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

Minta tolonglah kalian dengan sabar dan shalat.

Abu al-Komentari: Kalo sabar dan shalat Cuma jadi penyebab saja.

Ustadz Cakung: Dari awal, ente Cuma bilang itu perantara, itu sebab saja.. kalo ente yakin itu semua sebagi perantara dan sebab lalu kenapa kerjaan ente pagi, siang dan malam selalu mengkafirkan dan memusyrikan orang islam kampung, lantaran mereka bertawassul dengan para Nabi, wali dan orang shalih. Padahal ayat-ayat al-Qur’an yang tadi ane sebutkan ente bilang para Nabi dan hamba-hamba Allah Yang shalih sebagai peranta dan sebab tercapainya kehendak Allah Taala. Ente berarti belum gagal paham tawassul atau bener-bener goblok?

Abu al-Komentari: nganu… nganu …. Nganu…. Sebenarnya, tawassul boleh kepada yang masih hidup saja, kalau orang shalih yang sudah meninggal haram dan sesat.

Ustadz Cakung: oh terus yang ente fahami dari Surat Alimron ayat 169

 ( ﻭﻻ ﺗﺤﺴﺒﻦ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻗﺘﻠﻮﺍ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻣﻮﺍﺗﺎ ﺑﻞ ﺃﺣﻴﺎﺀ ﻋﻨﺪ ﺭﺑﻬﻢ ﻳﺮﺯﻗﻮﻥ )

Artinya: jangan engkau menyangka orang yang meninggal di jalan Allah itu mati melainkan mereka  hidup dihadapan Allah dan diberi rizqi

Surat Albaqarah ayat 153 

( ﻭﻻ ﺗﻘﻮﻟﻮﺍ ﻟﻤﻦ ﻳﻘﺘﻞ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻣﻮﺍﺕ ﺑﻞ ﺃﺣﻴﺎﺀ ﻭﻟﻜﻦ ﻻ ﺗﺸﻌﺮﻭﻥ )

Artinya: jangan kau katakan bagi orang yang  meninggal di jalan Allah itu mati melainkan mereka  hidup hanya saja kau tidak merasakannya.

Kalau orang yang berjuang di jalan Allah Taala tidak boleh dibilang mereka mati, maka bagaimana dengan para Nabi?

Kenapa alasannya ente bilang tawassul hanya boleh kepada wali atau ulama yang masih hidup, yang sudah meninggal tidak boleh. Apakah dengan bertawassul kepada yang masih hidup ente punya keyakinan bahwa merekalah yang masih hidup yang mengabulkan doa atau permohonan. Betapa jahil dan sesatnya aqidah ente !! pandangan ahlus sunnah wal jamaah membolehkan bertawassul kepada para wali atau orang shalih baik yang masih hidup atau yang sudah wafat lantaran yang memberikan ta’stir (pengaruh) mendatangkan astar (bekas) secara mutlak adalah Allah Taala,

Abu al-Komentari: Waduh kalau begitu tawassul dengan menyebut pangkat wali atau orang shalih baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal tidak diperbolehkan. Kita tawassul dengan amal shalih saja, karena para Nabi, wali dan orang shalih itu makhluq, cukup kita tawassul dengan amal shalih saja.

Ustadz Cakung: eh, omongan luh muter-muter udah kaya obat nyamuk. Luh bener-bener dach, otak luh ada di tapakan kaki kiri, jadi kesandung dikit langsung gegerotak. Itu amal shalih atau ibadah yang luh kerjain adalah makhluq juga, khan ente yang bilang tawassul dengan makhluq sesat bapaknya musyrik.

Abu al-Komentari diam seribu bahasa seolah-olah mulutnya telah dibungkam batu kali yang besar langsung permisi pulang kaga ngucapin salam.

Adapun Sanad Muttaashil (bersambung) kepada Imam Syihabuddin Ahmad al-Qolyubiy Radhiyallahu Anhu, yang al-Faqir miliki sebagai berikut:

الحاج رزقي ذو القرنين أصمت البتاوي عن العلامة المحدث سيدي عبد الرحمن بن محمد عبد الحي الكتاني عن والده الامام أبي الإسعاد الحافظ مسند الدنيا سيدي محمد عبد الحي بن العارف الأشهر مولانا أبي المكارم الشيخ عبد الكبير الحسني الأدريسي الكتاني عن الشيخ عبد الله بن درويش السكري الحنفي عن محدث الشام المسند وجيه الدين عبد الرحمن بن محمد الكزبري عن الشيخ شهاب الدين العطار عن الشيخ محمد بن عبد الرحمن الغزي عن الشيخ يونس بن احمد الكفراوي المصري (1029-1120 هجرية) عن صاحب كتاب النوادر الامام شهاب الدين احمد بن سلامة القليوبي المصري الشافعي رضي الله عنه المتوفى سنة 1069 هجرية .

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 90.


Khadimul Majlis al-Mu'afah

H. Rizqi Dzulqornain Lawala




instagram.com/Zulqornain_Muafiy

@rizkialbatawi




Kamis, 26 November 2015

Tawassul Doa Maqbul (Imam al-Qusthullaniy)

Tawassul Doa Maqbul

Oleh: H. Rizqi Dzulqornain Al_Batawiy


بسم الله الرحمن الرحيم

 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.

أما بعد:

Setiap orang menginginkan segala doa-doanya terkabulkan. Sampai disebutkan ketika bani israil kedatangan seseorang yang mengaku-ngaku sebagai Nabi Uzair alaihis salam yang telah hilamg sejak 100 tahun silam. Pada masa itu sudah tidak ada orang yang mengenal Nabi Uzair alaihis salam lantaran tidak pernah ngeranapin (ngalamin) zamannya, kecuali seorang nenek tua yang masih hidup. Ketika datangkan orang yang mengaku Nabi Uzair kepadanya, maka sang nenek berkata; "Aku kenal betul bagaimana Nabi Uzair, dia memiliki 2 keistimewaan. Pertama dia hafal kitab Taurat dan kedua dia orang yang jika berdoa doanya maqbul. Kalau kau benar-benar Nabi Uzair, coba kau buktikan!!

Kemudian orang itu benar-benar mampu menghafal kitab taurat di luar kepala. Nenek tua berkata: Kalau kau telah hafal kitab Taurat, maka satu lagi berdoalah engkau, doakan agar aku menjadi teman Nabi Musa Alaihis salam di Surga dan doakan agar aku kembali menjadi perawan !!

Imam Ahmad Bin Muhammad Bin Abi Bakr al-Qusthullaniy (wafat 923 Hijriyah) dalam kitab Masalikul Hunafa Ila Masyari' as-Shalat Alal Mushthafa halaman: 324 meyebutkan redaksi tawassul kepada Rasullah shallalllahu alaihi wa sallam yang sering diamalkan oleh para ulama untuk terkabul segala hajat dan cita-cita:

اللهم إني أسألك بوجهك الكريم . وبحبك لمحمد صلى الله عليه وسلم . وبحب محمد صلى الله عليه وسلم لك . وبالسر الذي بينك وبينه صلى الله عليه وسلم .

Allahumma Inni as-aluka bi wajhikal karim, wa bihubbika li Muhammadin Shallalllahu alaihi wa sallam wa bihubbi Muhammadin shallallahu alaihi wa sallam laka, wa bi sirril ladzi bainaka wa bainahu shallallahu alaihi wa sallam. (......,.......,.,..)

Ya Allah, aku mohon kepadaMu dengan wajah kemuliaanMu, dengan cintaMu kepada Nabi Muhammad, dengan cinta beliau kepadaMu dan dengan rahasia yang ada antaraMu dan beliau.

Kemudian ia sebutkan hajatnya, maka dengan izin Allah Taala ia akan mendapat kemudahan meraih hajat dan cita-citanya dari jalan yang ia tidak sangka-sangka.

Adapun sanad Muttashil kepada Imam Ahmad al-Qusthullaniy Radhiyallahu Anhu sebagai berikut:

الحاج رزقي ذو القرنين أصمت البتاوي عن العلامة المحدث سيدي عبد الرحمن الكتاني عن والده الامام الحافظ شيخ الرواية سيدي عبد الحي بن عبد الكبير الكتاني عن الشيخ عبد الله السكري عن الشيخ عبد الرحمن الكزبري عن الحافظ مرتضى الزبيدي عن الشيخ حسن إبراهيم الكوراني عن أبي الأسرار علي العجيمي عن أبي سالم العياشي عن الشيخ عبد الجواد الطريني عن الشيخ ياسين المحلي عن الامام القسطلاني رضي الله عنه .


Dikutip ulang dalam kitab Ittihaful Amajid Bi Nafaisil Fawaid Karya Abu Mun'yah as-Sakunjiy jilid 2 halaman: 107.



Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy

HP: 08164856876 / 082122549831
PIN: 22580F48
instagram.com/Zulqornain_Muafiy



 ********* ******** ********

اللَّهُــــــــــــــمَّ صَلِّ عَلَى سيِّــــــــدِنَا محمدٍ الفاتِـــــــــحِ لِمَا أُغْلِــــــــــــــقَ والخَـاتِــــــــــــــــمِ لِمَا سَبَــــــــــقَ، نَاصِـــــــــرِ الحَقِّ بالحـــــــــــــــــقِّ، والهـــــــــــــــــادِي إلى صِرَاطِـــــــــكَ الْمُسْتَقِيـــــــــــــــــــمِ، وَعَلَى آلِهِ حـــــــــقَّ قَدْرِهِ ومِقْــــــــــــدَارِهِ العَظِيــــــــــــــمِ.

(لَيْسَ لَهَا مِن دُونِ اللَّـهِ كَاشِفَةٌ)

اللَّهـُمَّ بِـحَقِّ هَذِهِ الْآيَةِ الشَّرِيفَةِ وَمَا بِـهَا مِنْ أَسْرَارٍ أَنْ تَكْشِفَ ضُرَّنَا وَتَصْرِفَ عَنَّا كَيْدَ مَنْ كَادَنَا وَشَرَّ مَنْ أَرَادَ بِنَا شَرَّاً وَرُدَّ كَيْدَهُ فِي نَحْرِهِ وَاَشْغِلْهُ عَنَّا بِشَاغِلٍ لَا يَسْتَطِيعُ رَدَّهُ  يَا اللَّـه .


Alamat Yayasan al-Muafah
Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat Jakarta Timur 13910




Selasa, 30 Juni 2015

Tawassul al-Qur'an

يا ربنا بالقرآن وبالنَّبِيِّ العدنــــــــــــان *** 
وَبِالإِمَامِ التِّجَانِي قِنَا البَلاَ وَالمِحَــــــانِ


قِنَا البَلاَيَا الخَفِيَّة مَعَ الطِّبَاعِ الرَّدِيَّـــــــة *** بِجَاهِ خَيْرِ البَرِيَّة وَسِرِّ سِرِّ المَثَـــــــــانِ

قِنَا شُرُور البُغاتِ وَجَوْرِ كُلِّ الطُّغَـــاتِ *** يَابَارِئَ النّسَمَاتِ يا ذَا الحَبَا والحنـــانِ

وَقِنَا مِنْ كُلٍّ ذُلٍّ وَكُلِّ حَسَدٍ وَغُـــــــلٍّ *** بِجَاهِ طَهَ الأَجَلِّ مَنْ قَدْ أَتَى بالقــُــرْآنِ

وَقِنَا كُلَّ الذُّنُوبِ يَاسَاتراً لِلْعُيُــــــــوبِ *** أَنْتَ عَلاَّمُ الغُيُـوبِ وَرَازِقَ الثَّقَـــــلاَنِ

وَقِنَا يَاذَا الجَلاَلِـي مِنْ كُلِّ دَاءٍ عُضَـــالٍ *** أَنْتَ مُجِيبُ السّؤَالِ فِي كُلِّ وَقْتٍ وَآنِ

وَقِنَا يَاذَالإِكْرَامِ مِنْ مُفْضِعـــــاتِ الآلاَمِ *** بِسِرِّ اسمِ السَّلاَمِ هَبْ لِي صفاءَ الأَمَانِ

قِنَا الفِعَالِ الذَّمِيمَة مَعَ الأَخْلاَقِ البَهِيمَة *** وَجُدْ بِكُلِّ كَرِيمَـة وَبِلَذِيذِ الإِحْسَـــــانِ

وَقِنَا يا ذا الرَّحِيمُ وَالطُفْ فَإِنِّي سَقِيــــمُ *** أَنْتَ النَّصِيرُ الحَميمُ فَلَيْسَ غَيْرُكَ ثَـــانِ

وَقِنَا يا ذا العَطَايَـا مِنْ حَادِثَاتِ الرَّزَايَــا *** ومن جَميعِ البَلايا ومن وخيم الخِذلان

وَقِنَا يا ذا الجَمَالِ مِنْ غَلَبَاتِ الرِّجَــــالِ *** فِي حَالنا والمَآلِ يا موجدي يَاسُلْطَـــانِ

وَقِنَا مِنْ كُلِّ بخْلِ وَكُلِّ قَبْحٍ وَجَهْـــــــلِ *** واسقينا مِنْ أَصْفَى نَهلِ شَرَابِ أَهْلِ العِرْفَانِ

وَقِنَا غُلّ الحَسُودِ وَمَكْرِ كُلِّ جَحُــــــودِ *** وَقَمْعِ كُـلِّ وَدُودِ وَعِذْنَا مِنْ خُسْــرَانِ

قِنَا مِنَ المُهْلِكَاتِ يا عالمَ الخَفِيَّـــــــــاتِ *** كَذَا مِنَ المُفْزِعَاتِ وَمُفْجِئَاتِ الأَحْـزانِ

وَقِنَا كُلَّ الآفَــاتِ يا فاطرَ السَّمَـــاوَاتِ *** وَجَامِعَ المَخْلُوقَاتِ يَوْمَ انتصابِ المِيزَانِ

وَقِنَا كُلَّ الضَّلاَلِ وَكُنْ لِي فِي كُلِّ حَالِ *** مُسْدِي لِكُلِّ نَوَالِ يا منْ لَهُ الامْتنَـــانِ

وَقِنَا قَرْعَ الفَنَــاءِ وَكُـــــــل دَآءٍ اَدوآءِ *** كَذَاكَ سُوءُ القَضَآءِ وَمِنْ جَمِيعِ المِحَانِ

وَقِنَا كُلّ الهُمُومِ وَمَكْرِ كُلّ ظَلُـــــــــومِ *** وَقَبْحِ كُلّ خَصُـومِ وَمِنْ مَّرِيدٍ شَيْطَــانِ

وَقِنَا كُلَّ العَاهَاتِ وفجأةَ المَنِيَّـــــــــاتِ *** كَذَا مِنَ المُوبِقَــاتِ وَمِنْ قَوِيِّ الطِّعــَانِ

وَقِنَا كُلَّ خَبَـالِ، يا ربِّ يَامُتَعَــــــــــالِ *** وَثَبِّتْنِي فِي المَقَالِ ، يَوْمَ افتراقِ الخِـــلاَّنِ

وَقِنَا كُلَّ المَكَارِهِ ، أَيْ مِنْ جَلِيلٍ وَتَافِــه *** وَمُتَّصِفْ بِالمَسَافَه، مِنْ كُلِّ إِنْسٍ وَجَــانِ

قِنَا السَّيِّئَــاتِ ، يا متصفْ بالحيَــــــــاةِ *** وأغْفِرْ مَافَـاتَ وياتِ، مِن ذَنْبِنَا وَالعِصْيَانِ

وقنا كُلَّ وبَاءٍ، وَكُلَّ طَعْـــــــــــنٍ ودَاءٍ *** وَمِنْ صُنُوفِ البَلاَءِ، وَحَادِثَاتِ الزَّمَــانِ

قِنَا زَفِيرَ الجَحِيمِ ، ذَاتِ العَذَابِ الأَلِيــمِ *** وَكُلُّ خَلْقٍ ذَمِيمٍ ، ونَزَغَاتِ الشَّيـْطِــانِ

قِنَا مِنَ المُفْزِعَاتِ ، وَمِنْ رَذِيلِ الحَـالاَتِ *** والذُّلِّ عِنْدَ المَمَاتِ ، وَصولَةِ المَلَكَــــانِ


وَجُدْ عَلَيْنَا بِرِضَاكَ، وَمُدَّنَا بِقـــــــــوَاكَ *** وَأَيَّدْنَا بِتَقْوَاكَ ، بِجَاهِ الغَوثِ التِّجَانِـــي

وَبِالشَّفِيعِ ذِي الجَاهِ ،طَهَ الرَّسُولِ الأَوَّاهِ *** يَس صَفْوَةِ اللهِ ، وَترْجَمَانِ القُــــــرْآنِ

وبِالصِّدِيقِ العَتِيقِ،وَذِي الإِنْصَافِ الفَارُوقِ *** وَبِالشَّهِيدِالشَّفُوقِ،صَهْرِالرَّسُولِ عُثْمَـانِ

وَبِالإِمَامِ عَلِيّ ، فَيَا لَهُ مِنْ وَلِـــــــــــــيٍّ *** 
مُسْتَمْسِكًا بِالنّبي ، خير الأنام العدنــانِ

وأصحابه والبنـين ، وأزواجه الطيبــــين *** وجملة البدريين، أهل السنا والسنـــــانِ

بألف لام صاد، بلغني أقصى المـــــــراد *** من الهدى والرشاد، وأنجالنا والخــــلانِ

ويا الاهي يا هـادي، يا مالكا للعبـــــاد *** أنت السلام الجـواد، يا بارئي وبرهــانِ

وقاهرا للبغـات ، وكافي الموبقــــــــات *** حليم بالمخلوقات، ومحسن بالانســـــانِ

أنت اللطيف العليم، بالمومنين رحيـــــم *** لك يمين قديم، مبسوط في كـــــــل آنِ

وصمد للعباد، حتى ليوم التنـــــــــــاد *** يوم ينادي المنادي، بفوز أهل الايمــــانِ

يا ربنا باسم الذات، وبجميع الصفــات *** وبالرجال الثقـات، أهل الحياء والحنـانِ

نبينا الهاشمي، الزمزمي الامـــــــــــــي *** شفيعنا العربـي، خير البرايا الكنـــــــان

كذا الإمام المجيد، التجاني حتف العنيـد *** من قد رقىفي التوحيد،إلى ذراء الاحسان

أغفر لنا ما جنينا، والطف بنا ما حيينــا *** ودم رضاك علينا، حتى نراك عــــــلان

أغثني عند الخطوب، يا غافرا للذنــوب *** وكاشفا للكروب، مجليا للاحـــــــــزان

وصل دوما وسلم، على الشفيع المعظـم *** رسولنا خير خاتم، ونور كل الاكـــوان

وآله الطاهرين، وصحبه الطيبــــــــــين *** وجملة المحبين، لغوث الله التجانـــــــــي

ما هب ريح الصباء، وجاد رب السماء *** واخضرّعشب الفلاء،واصطحب الفرقدان

فاغفر لمن قد دعاك، بلبه ورجـــــــــاك *** يريد منك رضـاك، يا سيدي إني جــان

محمد ابن محمد، وارفع لجده احمــــــــد *** نجل سليمان الاسعد،ينمىلحزب التجاني

اختم له بالشهادة، وبدوام السعــــــادة *** وبالحسنىوالزيادة،مع الخيرات الحسـان

وأمه وابيـه، وأجداده وبنيــــــــــــــــه *** ومثلهم محبيـه، في درجات الرضـــــوان

أرّخ للنظم الرفيع، في هاء ثاني الربيــع *** وزلسش يا مطيع، ادع لنا بالغفـــــران



 اللَّهُمّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِق  الخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ و الهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ و عَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ و مِقْدَارِهِ العَظِيمِ"-----


هذة القصيدة لسيدي المقدم محمد لاخضر اسعده الله في الدارين





Sabtu, 12 April 2014

Doa Setelah Membaca Shalawat al-Fatih



Doa Setelah Membaca Shalawat al-
Fatih 

اللَّهُمَ صَل ِعَلَى سَيدِنـَا مُحَمَّدٍ الفاتـِح ِلِمَا أُغلِقَ وَالخاتمِ لِمَا سبقَ نَاصِرِالْحَقِ بِالْحَق ِوَالهـَادِي إلىَ صِراطِكَ المُسْتَـَقـِيم وَعَلىَ آلِه حَقَّ قـَدْرِه وَمِقـْدَارِهِ العـَظـِيم

رَبِّ بِأَسْرَارِ صَلاَةِ الْفَاتِحِ  * وَبِالنَّبِيِّ وَالتِّجَانِي الصَّالِحِ

Ya Allah, dengan aneka rahasia shalawat al-Fatih dan dengan pangkat Nabi Muhammad dan pangkat Sayyid Ahmad al-Tijaniy yang shalih

فَامْنُنْ بِغُفْرَانٍ وَبِالرِّضْوَانِ * وَنَظْرَةٍ مِنْ سَيِّدِ اْلأَكْوَانِي

Berikanlah kami karunia berupa ampunan dan keridhaan-Mu serta kesempatan memandang Nabi Muhammad pemimpin alam semesta.

وَارْزُقْنَا طُوْلَ عُمْـرٍ بِالْمَدِيْدِ * وَزِدْنَا طَاعَةً وَعَيْشَ الرَّاغِـدِ

Panjangkanlah umur kami. Tambahkanlah perbuatan Thaat dan berikan kami kehidupan yang nyaman (penuh keni’matan)

وَهَبْ لَـنَا بِـذُرِّيَّاتٍ طَيِّبَةْ  * وَادْفَعْ عَنَّا كُلَّ اْلأَذَى وَالْمُصِيْبَةْ

Anugerahkanlah kami keturunan yang baik dan hindarkanlah kami dari segala hal yang menyusahkan dan mushibah

وَاشْفِنَا وَالْمَرْضَى شِفَاءً عَاجِـلاً * عَلَيْنَا وَاِيَّاهُمْ لُطْفًا شَامِـلاً

Sembuhkanlah penyakit kami dan penyakit orang sakit di antara kami dengan kesembuhan yang segera, semoga kami dan mereka juga mendapat kelembutan-Mu yang menyeluruh.[1]

يَا رَبِّ بِالْفَاتِحِ فَافْتَحْ لِي بِهَا * بِالْخَاتِمِ اخْتِمْ لِي بِسِرِّ سِرِّهَا

Ya Allah, dengan pangkat al-Fatih, maka bukakanlah kepadaku Rahasianya. Dengan pangkat al-Khatim (yang menjadi penutup) yakni Nabi Muhammad, akhirilah hidupku dengan kebaikan sebab mendapat keberkahan rahasia-rahasianya

بِالنَّاصِرِ انْصُرْنِي عَلَى كُلِّ الْعِدَا * بِالْهَادِي فَاهْدِنِي لِأَقْوَمِ الْهُدَى

Dengan kemulian al-Nashir (yang menolong) yakni Nabi Muhammad, berikanlah aku pertolongan-Mu atas segala kejahatan musuh-musuh. Dengan kemuliaan al-Hadi (yang menunjuki) yakni Nabi Muhammad, berikanlah aku petunjuk kepada kaum yang mendapat petunjuk

اَمِيْنَ ..اَمِيْنَ اسْتَجِبْ دُعَائِـي * بِخَيْرِ أَهْلِ اْلاَرْضِ وَالسَّمَاءِ

Terimalah.. Terimalah.. dan kabulkanlah doa-doaku dengan pangkat sebaik-baik makhluq yang menghuni langit dan bumi. 

مُحَمَّدِنِ الْمُصْطفَى اْلأَوَّاهِ  * عَلَيْهِ وَاْلأَلِ صَــلاَةُ اللهِ

Yaitu Nabi Muhammad yang terpilih dan yang selalu memohon kepada Allah. Semoga shalawat Allah selalu tercurah kepada beliau dan keluarganya

وَبِأَبِي الْفَيْضِ التِّجَانِي اَحْمَدَا * عَلَيْهِ سُحْبُ الرَّحَمَاتِ أَبَدًا

Dan dengan pangkat sayyid Ahmad al-Tijaniy yang mendapat julukan sebagai bapak yang mendapat limpahan karunia dari Allah, semoga beliau mendapat curahan kasih sayang Allah selamanya.

******* ****** *******

Di antara salah satu redaksi shalawat yang menjadi sababan lahiqan (sebab yang menyegerakan) terkabulnya segala hajat adalah shalawat Fatih. Boleh jadi shalawat fatih dinamai oleh para ahli ma'rifat dengan Yaqutatul Faridah (Permata Yaqut yang tidak tertandingi). Disebutkan dalam sebuah nazham:

وفضل فريدة على كل صيغة * كفضل سرى القطا على دب نملة

Keutamaan shalawat fatih dibandigkan redaksi shalawat lainnya tak ubahnya bagaikan terbangnya burung qatha yang lebih mendahului rayapan semut.

Qashidah doa di atas menjadi bacaan rutin setelah membaca shalawat Fatih secara berjamaah di Majlis al-Muafah. Qashidah ini berisi doa-doa dan tawassul kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu anhu yang merupakan raja para wali. Qashidah ini dinisbahkan kepada Syekh Muhammad Fathan Bin Abdul Wahid an-Nazhifiy (wafat tahun 1366 Hijriyah) seorang ulama besar dalam Thoriqoh Tijaniyah. Semoga dengan barokah shalawat fatih segala cita-cita dan hajat kita diqabulkan Allah Taala.

Adapun sanad muttashil kepada Imam Muhammad Fathan Bin Abdul Wahid an-Nazhifiy radhiyallahu anhu (pengarang kitab shalawat at-Tibul Faih wal wirdus sanih fi shalatil fatih), alfaqir dapatkan ijazahnya dari Prof. Dr Sayyid Muhammad ar-Radhiy Ghannun al-Idrisiy al-Hasaniy al-Maghribiy sebagai berikut;

الحاج رزقي ذو القرنين أصمت البتاوي عن العلامة المحقق البحاثة فضيلة الاستاذ الدكتور السيد محمد الراضي كنون الادريسي الحسني عن العلامة الفاضل والمقدم الجليل سيدي لحسن الفطواكي عن الامام محمد فتحان بن عبد الواحد النظيفي رضي الله عنه



Dikutip dari kitab: 


فَاتِحُ اْلأَسْرَارِ وَمُفَرِّجُ الْهُمُوْمِ وَاْلأَغْيَار
فِي فَضَائِل  الصَلَوَات عَلَى النَّبِيّ الْمُخْتَار
Pembuka Segala Rahasia Penghempas Lara Dan kesulitan
Dalam Menguak Keutamaan 11 Shalawat Para Auliya

Penyusun
 
 H. Rizqi Zulqornain Asmat al-Batawi









[1] Dari bait ( وارزقنا طول عمر ) sampai bait ( واشفنا والمرضى   ) adalah tambahan dari al-Faqir H. Rizqi Zulqornain Asmat al-Batawi. Penulis menambahkan doa tersebut lantaran adanya permintaan dari beberapa jamaah.