Rabu, 03 Juli 2013

Istiqomah (Definisi Dan Manfaat)



Definisi Istiqomah
Istiqomah adalah konsistennya seorang hamba dalam melakukan amal shalih sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Taala dan Ketaatan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Bahkan dikatakatan bahwa Istiqomah adalah kemulian terbesar di dunia yang dapat menyampaikan kita meraih kemuliaan abadi  yakni surga. Karenanya disebutkan pula: “Konsistennya seorang muslim menjalankan amal shalih lebih utama dari pada ribuan karamah yang dimiliki para wali.”

Perintah Melakukan Istiqamah
قوله تعالى: "اهدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ".
وقوله: " إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ".
وقوله: "إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ. أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ".
وقال مخاطباً الرسول وأمته: "فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلاَ تَطْغَوْاْ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ".
وفي صحيح مسلم عن سفيان بن عبد الله الثقفي رضي الله عنه قال: قلتُ: يا رسول الله، قل لي في الإسلام قولاً لا أسأل عنه أحداً غيرك، قال: "قل آمنتُ بالله ثم استقم".

Tips Agar Mantap Beristiqomah
Konsisten dalam melakukan perintah Allah Taala dan perintah Rasul merupakan ni’mat yang besar, pangkat yang tinggi, anugrah kehormatan yang agung karenanya dalam menjalankan hal tersebut dibutuhkan kesungguhan, semangat, kesabaran, introspeksi diri secara ekstra. Di antara hal-hal yang dapat mewujudkan Istiqomah dalam diri seseorang adalah:

1.    Berdoa, doa merupakan senjatanya orang-orang lemah dan bekal orang shalih, hanya Allah Taala yang memiliki hidayah dan taufiq, kepada siapa saja yang Dia kehendaki akan mendapatkannya. Dan tidaklah kita akan mendapatkan itu melainkan dengan berharap memohon dan meminta kepada pemiliknya. Minimal 17 kali seorang muslim berdoa meminta istiqomah kepada Allah taala dalam doa suarat al-fatihah: “Ihdinas shirathal mustaqim (Ya Allah, tunjukkanlah kami jalan yang lurus)

2.    Memperkaya diri dengan ilmu Syariat, ilmu itu laksana lokomotif  yang membawa gerbong untuk sampai ke tujuan, dengan ilmu akan menyampaikan kita beraqidah, beribadah dan bermuamalah dengan baik dan benar.
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ
Artinya;” Ketahuilah olehmu, bahwa sesungguhnya tiada sembahan yang disembah dengan sebenarnya di ala mini melainkan Allah Taala, dan minta ampunlah terhadap dosamu.
Pada ayat di atas ada perintah untuk berilmu terlebih dahulu baru kemudian melakukan amal.

3.    Ta’zhim dan semangat dalam mengamalkan Sunnah-sunnah Nabi, sunnah bagaikan perahu yang menyalamatkan kita menyebrangi lautan yang dalam. Dengan ta’zhim dan mengamalkan sunnah Nabi dalam kehidupan kita akan menyebabkan kita selamat dari banyak tipu muslihat kehidupan yang penuh dengan fitnah dan ujian ini.

4.    Memiliki Muraqabah (Merasa selalu diawasi oleh Allah taala dalam setiap perbuatan dan perkataan kita)

5.    Mujahadatun nafsi (Mengendalikan hawa nafsu)

6.    Membaca al-Qur’an dan memperbanyak dzikir

7.    Ridho dengan pemberian Allah Taala
Dikisahkan ada seseorang lelaki datang minta doa kepada Sayidi Syekh Ahmad Tijani Radhiyallahu Anhu Wa anna bihi agar ia diberikan kemantapan istiqomah dalam amal ibadah, kemudian Sayidi Syekh Ahmad Tijani Radhiyallahu anhu berkata: “Allah akan menerima apa yang kau lakukan semata-mata keutamaan-Nya dan Ridho-Nya. Lalu orang itu meminta untuk yang kedua kalinya:” ya syekh doakan saya agar saya bisa istiqomah, beliau menjawab seperti jawaban pertama. Kemudian orang itu memaksa dengan permohonan yang ketiga kalinya, sayidi syekh pun menjawab: “Jika seandainya Allah menghendaki engkau beristiqomah, tetapi kenyataannya engkau masih melakukan penyimpangan, maka apa yang akan engkau lakukan. Allah akan menerima apa yang kau lakukan  semata-mata keutamaan-Nya dan Ridho-Nya.

Manfaat Istiqomah
Buah yang nyata dari Istiqomah adalah:

1.    Kebahagian dunia dan akhirat.
Dikatakan dalam sebuah Syair:
Bukanlah orang yang banyak harta yang paling bahagia
Tetapi orang-orang yang bahagia adalah yang konsisiten melakukan ketaatan

2.    Mendapat kabar gembira dengan al-qaulus stabit (perkataan yang tepat) kemudahan menjawab pertanyaan malaikat munkar dan Nakir.

3.    Mendapat surga tempat berkumpul segala keni’matan

4.    Menjadi manusia terdepan dalam pangkat dan kedudukan.
Disebutkan dalam sebuah Syair:
Bersitiqomahlah engkau dalam seluruh perkara, jika engkau istiqomah maka engkau akan berada di bagian terdepan. Bukankah engkau perhatikan mengapa alif itu dalam susunan huruf hijaiyah berada di bagian terdepan, lantaran hanya huruf alif yang berdiri tegak lurus, maka dialah yang ditulis paling depan.

Dampak Negatif Tidak Istiqomah
Hilangnya Segala kebaikan dan keberuntungan yang kita cita-citakan

Pepatah Orang Betawi:

Baju Gengang Celana Genggang
Beli Sepatu ujungnya Nirus
Yang ini dipegang yang ono dipegang
Akhir satupun kaga ada yang urus

Khadimul Janabin Nabawiy
H. Rizqi Zulqornain al-Batawiy


اللهم ارزقنا الاستقامة، وأحلنا دار الكرامة، وأجرنا من الذل، والخزي، والمهانة.
اللهم أحينا مسلمين، وتوفنا مؤمنين، واحشرنا في زمرة الرسل، والأنبياء، والشهداء، والصالحين، اللهم إنا نسألك عيش السعداء، وموت الشهداء، والنصر على الأعداء، والعصمة من الفتن العمياء، وصلى الله وسلم على إمام المتقين، وسيد الغر المحجلين، الداعي إلى خيري الدنيا والدين، وعلى آله، وصحبه، والتابعين.


Tidak ada komentar: