Rabu, 11 Oktober 2017

Adab Wanita Berpakaian (Salah Kostum)

Adab Wanita Berpakaian (Salah Kostum)

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy

بسم الله الرحمن الرحيم

 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.

أما بعد:

Dikisahkan pada suatu hari Sayyiduna al-Munzir rahimahullah menghadiahkan ibunya (Sayidatuna Asma Bint Abi Bakr Radhiyallahu anhuma) sebuah baju yang bahannya agak tipis. Saat itu Sayidatuna Asma Radhiyallahu anha sudah mengalami penyakit buta, begitu ia pegang baju pemberian anaknya tiba-tiba beliau kembalikan. Melihat hal tersebut, sang anak berkata: “Wahai ibuku, pakaian itu tidak tipis”. Sayidatuna Asma radhiyallahu anha menjawab: Wahai putraku, baju ini tidak tipis tapi saya yakin bila aku pakai masih transparan dan membentuk lekukan tubuhku”.

Wahai para wanita muslimah, perawan, janda, ABG, ema-ema maupun nene-nene jangan kalian memakai pakain yang ketat apalagi yang transparan sehingga menggambarkan bentuk bagian tubuh bahkan aurat dan warna kulit.

Kita masih banyak temukan ema-ema kena korban Saltum (salah kostum) memakai celana lejing (legging) atau kaos yang ketat digunakan buat nganterin anak sekolah, belanja ke pasar, ke kelurahan bahkan nganterin anak ngaji di TPA. Innalillahi… mohon maaf, itu bentuk pantat ampe nontot, batok toket nongol seperti mau loncat, lekukan tubuh terlalu kencang seperti bacang, apem bewok sampe munel banget… Lah Coba Itu .... Berpakaian tapi sebenarnya bugil.

Pakaian tersebut hanya layak di pakai di dalam rumah, di dapur sekira tidak ada orang yang bukan mahram melihatnya.

Ketahuilah, Bila wanita cantik yang memakai pakaian seperti itu maka wanita itu menjadi penyebab orang lain berbuat dosa. Apabila dilakukan oleh wanita jelek niscaya mulut orang yang melihatnya tidak akan selamat dari menghinanya. Ada yang bilang: "Udah buruk muka buruk akhlaq" "Dasar perempuan nora" "Emang orang jelek yang banyak laga" "Pakean kurang bahan dipake" "Buset Tu Aurot dipajang, mana item bangat" "Set dah, celena ketat.. tunggirnya keliatan item kaya pantat dandang" dan sebagainya.

Berpakain yang benar bukan hanya menutup aurat, tetapi juga harus memperhatikan bahwa pakaian yang digunakan, kudu agak longgar tidak ketat dan tidak transparan sehingga lekukan bentuk tubuh dan terlihat warna kulit tidak nampak.
Dalil yang menunjukkan hendaknya wanita tidak memakai pakaian ketat adalah hadits dari Sayiduna Usamah bin Zaid radhiyallahu anhuma berkata:

كَسَانِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُبْطِيَّةً كَثِيفَةً كَانَتْ مِمَّا أَهْدَاهَا دِحْيَةُ الْكَلْبِيُّ، فَكَسَوْتُهَا امْرَأَتِي، فَقَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَا لَكَ لَمْ تَلْبَسِ الْقُبْطِيَّةَ؟ " قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، كَسَوْتُهَا امْرَأَتِي. فَقَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مُرْهَا فَلْتَجْعَلْ تَحْتَهَا غِلَالَةً، إِنِّي أَخَافُ أَنْ تَصِفَ حَجْمَ عِظَامِهَا "

Artinya: “Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah memakaikanku baju Quthbiyyah yang tebal. Baju tersebut dulu dihadiahkan oleh Dihyah Al Kalbi kepada beliau. Lalu aku memakaikan baju itu kepada istriku. Suatu kala Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menanyakanku: ‘Kenapa baju Quthbiyyah-nya tidak engkau pakai?’. Kujawab, ‘Baju tersebut kupakaikan pada istriku wahai Rasulullah’. Beliau berkata, ‘Suruh ia memakai baju rangkap di dalamnya karena aku khawatir Quthbiyyah itu menggambarkan bentuk tulangnya’” (Musnad Ahmad hadis no: 21786).

Wahai para orang tua dan para suami jangan kalian biarkan anak perempuan dan istri kalian memakai pakaian ketat, bila kalian tau hukumnya tapi tidak peduli ketahuilah kalian akan mendapat dosa jariyah lantaran membiarkan mereka mengumbar aurat.


Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya al-Qadhiy Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 253.




Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy


instagram.com/rizkialbatawi


instagram.com/Zulqornain_Muafiy



 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat 13910

 .

18 komentar:

Iwan Hasani 76 mengatakan...

Alhamdulillah..fahaaam

Yusron Derakhwa mengatakan...

sip

Muhammad Awaluddin mengatakan...

Alhamdulillah..

Ali fikri mengatakan...

Alhamdulillah...jadi tau

Ali fikri mengatakan...

Alhamdulillah...jadi tau

ncank atuy mengatakan...

Sholluu alannaby....

Syaeful Bahar mengatakan...

Insyaallah di amalin

Syaeful Bahar mengatakan...

Insyaallah di amalin

Abdul Kodir mengatakan...

Seksi dan transparan, ati ati menggoda iman...

Waspadalah...waspadalah...

Abdul Hadi mengatakan...

Emang kalo dapetin anak pesantren (santriwati).kage salah dah kia.....

Abdul Hadi mengatakan...

Emang kalo dapetin anak pesantren (santriwati).kage salah dah kia.....

Adi Ompong mengatakan...

Alhamdulillah kyai atas Ilmunya jdi bisa mencegah dari Perbuatan Dosa Jariah

dede akhadiyat mengatakan...

Alhamdulillah,Insya Allah ilmunya di amalin ...

dede akhadiyat mengatakan...

Alhamdulillah,Insya Allah ilmunya di amalin ...

Iwan Hasani 76 mengatakan...

Alhamdulillah..fahaaam

Blogger mengatakan...

Do you need free Instagram Likes?
Did you know that you can get these AUTOMATICALLY & ABSOLUTELY FOR FREE by registering on Like 4 Like?

Baginda Dzulqornain mengatakan...

Jangan iklan di sini.. cari lapak sendiri dong

Yayasan Almuafah mengatakan...


Ikuti kajian islam;

Instagram; @rizkialbatawi

Pagefacebook: Rizqi Zulqornain Albatawi

توجكم الله بتاج العز والقبول
وبلغكم كل سول ومأمول


آمين