Senin, 26 Desember 2016

Doa Orang Tua Kepada Anaknya (Qadhi Ahmad Sukairij)

Doa Orang Tua Kepada Anaknya

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين .

اللهم نسألك أن تصليا *** على حبيبك إمام الأنبيا

صل على الفاتح ما قد أغلق *** محمد الخاتم ما قد سبق

وناصر الحق العلي بالحق *** سيدنا الهادي لكل الخلق

الى صراطك القويم المستقيم *** والأل مقدر قدره العظيم


Di antara doa yang mustajab super manjur adalah doa dari orang tua (ibu atau bapak). Diriwayatkan dari sayiduna Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Tiga doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.”

Abu Nuaim menyebutkan dalam kitab Hilyatul Auliya pada jilid 8 halaman 347: Bahwa Syekh Ibrahim al-Harbiy berkata: Waktu masih bocah, ayahku mengajak aku sowan ke rumah seorang ulama bernama Bisyr Bin al-Harits rahimahullah. Sesampai di sana ayahku berkata kepada Bisyr Bin al-Harits: Ya Imam, tolong doakan anak saya ini! beliau menjawab:


دُعَاؤُكَ لَهُ أَبْلَغُ , دُعَاءُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ كَدُعَاءِ النَّبِيِّ لِأُمَّتِّهِ

Doamu buat anakmu lebih berbobot (maqbul), doa orang tua kepada anaknya bagaikan doa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam kepada Ummatnya.”

Doa orang tua merupakan doa yang sangat berkaromah. Jika ingin sukses berkarier, berdagang, bisnis, belajar, menggapai cita-cita, hidup penuh barokah jangan pernah bosen minta doa dari orang tua (ibu dan bapak). Bang Haji Roma Irama mengatakan dalam lirik lagunya:

Hai manusia, hormati ibumu

Yang melahirkan dan membesarkanmu

Darah dagingmu dari air susunya
Jiwa ragamu dari kasih-sayangnya
Dialah manusia satu-satunya
Yang menyayangimu tanpa ada batasnya

Doa ibumu dikabulkan Tuhan
Dan kutukannya jadi kenyataan
Ridla Ilahi karena ridlanya
Murka Ilahi karena murkanya

Bila kau sayang pada kekasih
Lebih sayanglah pada ibumu
Bila kau patuh pada rajamu
Lebih patuhlah pada ibumu

Bukannya gunung tempat kau meminta
Bukan lautan tempat kau memuja

Bukan pula dukun tempat kau menghiba
Bukan kuburan tempat memohon doa
Tiada keramat yang ampuh di dunia
Selain dari doa ibumu jua



Sidi al-Qadhiy Ahmad Sukairij, seorang raksasa ilmu yang menjadi ulama kebanggaan Islam menyebutkan sebuah doa yang sangat bagus untuk dibaca oleh orang tua buat anak-anaknya:

نسأل الله لكم خير الدارين الذي يسأله رسول الله صلى الله عليه و سلم و يعيذكم مما استعاذ منه صلى الله عليه و سلم و يفيض عليكم بحور رضاه و فضله في الدارين إنه ولي ذلك و القادر عليه


Nas-alulloha lakum khoirod da-roin, alladzi yas-aluhu Rosulullah shallallahu laihi wa sallam, wa yui-dzukum mimmas ta'adza minhu shallallahu alaihi wa sallam, wa yufidhu alaikum buhuro ridhohu wa fadhlihi fid daroin. innahu wa liyyu dzalika wal qodiru alaihi.

artinya: Aku mohon kepadaMu Ya Allah, berikan bagi kalian wahai anak-anakku kebaikan dunia akhirat, yang pernah diminta oleh Rasulullah. Semoga Allah Taala jauhkan kalian dari seada-adanya keburukan yang pernah Rasulullah mohon perlindungan darinya. Dan Allah melimpahkan buat kalian semua samudra keridhoaan dan anugrahNya di dunia dan akhirat. Sesunggahnya Allah Maha melindungi dan Maha kuasa atas mewujudkan segalanya. 

Al-Qadhiy Ahmad Bin al-Ayyasy Sukairij al-Khajrajiy al-Anshariy, dilahirkan di kota Fez, Maroko pada pertengahan bulan Rabius stani tahun 1295 Hijriyah. Wafat pada hari sabtu 23 Sya'ban tahun 1363 Hijriyah bertepatan dengan 12 Agustus 1944 Masehi. Jenazah beliau shalatkan oleh Imam Muhammad Fathan bin Abdul Wahhid an-Nazhifiy dan dimakamkan di samping kuburan Imam Qadhi Iyadh al-Yahshabiy pengarang kitab as-Syifa Fi Huquqil Mushthafa di kota Marakessy.

Adapun sanad muttashil kepada Imam al-Qadiy Ahmad Sukairij al-Ayyassyiy, yang al-Faqir riwayatkan:

الحاج رزقي ذو القرنين أصمت البتاوي عن فضيلة الاستاذ الدكتور عادل العلمي الفاسي عن العلامة المحدث السيد ادريس بن محمد العابد العراقي الحسيني عن القاضي سيدي أحمد بن العياشي سكيرج الخزرجي الانصاري رضي الله عنه .


Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 89.



Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy M.A

Ikuti Kajian Islam:

instagram.com/rizkialbatawi


@rizkialbatawi


15 komentar:

mohammad mengatakan...

Saya Mohon di ijazahkan dan juga sanadnya ,,,,tuan baginda,,

Unknown mengatakan...

Saya ijazahkan.. barokah insya Allah

mohammad mengatakan...

Alloh qobulll.., baaarokalloh fikum dunia akhiron,, abadan abi ddinnnaaa amin

Markoem mengatakan...

Allahuakbar allhamdulilah Syukron kiai

Syaeful bahar mengatakan...

Syukron katsiroo kyai

Syaeful bahar mengatakan...

Syukron katsiroo kyai

Unknown mengatakan...

Sy ijazahkan.. smoga makin berkah

Unknown mengatakan...

Sy ijazahkan

Nafiz mengatakan...

Sya mhon di ijazah nya yai...

Rahadian 'Abdurrohman mengatakan...

qobiltu yaa syeikh
(ian)

Rahadian 'Abdurrohman mengatakan...

ijin mengamalkan kyai...qobiltu (ian - Lombok)

Syaeful bahar mengatakan...

Aamiin

Opan71 mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Opan71 mengatakan...

بسم الله الرحمن الرحيم
قبلت الاجازة 🤲

muklas mengatakan...

qobiltu baginda