Jumat, 13 Juli 2018

Tafsir Surat adh-Dhuha (Korelasi Alif Dan Kasrah)


Tafsir Surat adh-Dhuha (Korelasi Alif Dan Sukun)

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawi M.A

بسم الله الرحمن الرحيم

 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود
وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد
وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا
وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.

أما بعد

Tafsir Surat ad-Dhuha

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


(1). وَالضُّحَىٰ
Demi waktu matahari sepenggalahan naik,


(2). وَالَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ
dan demi malam apabila telah sunyi,


(3). مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu,


(4). وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ
dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan.


(5). وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.


(6). أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.


(7). وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.


(8). وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.


(9). فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.


(10). وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ
Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.


(11). وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Dan terhadap ni'mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam al-Qur'an dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah. Penamaan Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya "waktu matahari sepenggalahan naik".

Surat Adh-Dhuha, membicarakan tentang pemeliharaan, perlindungan dan anugerah Allah Taala terhadap Nabi Muhammad Shallalllahu alaihi wa sallam, larangan berbuat zhalim kepada anak yatim dan orang yang meminta-minta dan mengandung pula perintah kepada Nabi supaya mensyukuri segala nikmat.

I’Jaz Surat ad-Dhuha:

Syekh Muhammad as-Syinqithiy hafizhahullah mengatakan: “Seluruh ayat dalam surat ad-Dhuha diakhiri oleh huruf alif maqshurah (fonem â yang dibaca panjang dan selalu berada di akhir kata) kecuali tig ayat terakhir, yaitu:

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلا تَقْهَرْ
وَأَمَّا السَّائِلَ فَلا تَنْهَرْ
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Dan yang menakjubkan ketiga ayat terakhir diakhiri dengan huruf sukun. Bahkan dua ayat terakhir keduanya diakhiri dengan huruf ( هـ  dan ر).

Isyarat yang Allah Taala berikan dalam surat ini adalah adanya korelasi antara alif dan kasrah. Di mana Alif memiliki arti “ألفة” (Ulfah) yang bermakna ramah atau hubungan baik dalam kasih sayang dan Sukun artinya diam atau kosong. Surat ini ingin menyatakan bahwa hubungan baik atau kasih sayang Allah akan hilang ketika engkau bersewenang-wenang (zhalim) kepada anak yatim dan menghardik kaum dhuafa.

Coba perhatikan sekali lagi:

(9). فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.


(10). وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ
Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.


(11). وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Dan terhadap ni'mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

Kesimpulannya:

فألفته بك مقرونة بألفتك بغيرك

Keramahan atau Kasih sayang Allah selalu menyertai dalam hidupmu ketika engkau berbagi kasih sayang dan manfaat kepada makhluqNya.


R. Kastaman mengatakan, “Esensi manusia diciptakan Allah adalah sebagai khalifah di muka bumi ini, manusia harus saling berbagi kasih sayang dan manfaat bukan hanya kepada sesama manusia tetapi kepada seada-adanya makhluq di alam ini.
               
Perhatikanlah seekor burung yang Allah ciptakan, setipa hari ia memberi banyak manfaat kepada alam dan mahkluk sekitarnya dimulai menjadi wasilah prosese penyerbukan tumbuhan, terbang dari satu tempat ke tempat yang lain memakan ulat atau serangga yang ada pada ranting atau daun tanaman, gerakan terbangnya menjadi inspirasi manusia menciptakan pesawat, suara kicauannya memberikan keceriaan dan kebahagiaan pada manusia dan alam bahkan kotorannya dapat menyuburkan tanah. Apa yang dilakukan burung semata-mata melaksanakan ketaatan terhadap perintah Allah dan tidak ada yang merugikan bagi lingkungan boleh jadi kalau Allah memberikan rizki kepadanya dalam berbagai kondisiyang dihadapinya.

Apakah kita sebagai manusia kalah dengan burung? Seharusnya tidak, karena manusia harus jauh lebih memberikan manfaat kepada alam sekitar melalui daya, upaya dan karyanya. Alangkah bahagianya bila antar manusia saling memberi, saling berbagi, saling membantu dalam berbagai bentuk kebaikan .

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya al-Qadhi Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 27.





Khadimul Majlis al-Mu'afah
H. Rizqi Dzulqornain al-Batawiy M.A

Ikuti Kajian Islam:

instagram.com/rizkialbatawi

@rizkialbatawi

https://www.facebook.com/Rizqi-Zulqornain-Albatawi

 ********* ******** ********

يا فالق الحب والنوى، أعط كل واحد من الخير ما نوى، وارفع عنا كل شكوى، واكشف عنا كل بلوى، وتقبل منا كل نجوى، وألبسنا لباس التقوى، واجعل الجنة لنا مأوى .

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.
صلاةً تَجْعَلُنَا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا، وَرِزْقًا كَثِيْرًا، وَقَلْبًا قَرِيْرًا، وَعِلْمًا غَزِيْرًا، وَعَمَلاً بَرِيْرًا، وَقَبْرًا مُنِيْرًا، وَحِسَابًا يَسِيْرًا، وَمُلْكًا فِي الْفِرْدَوْسِ كَبِيْرًا
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Alamat Yayasan al-Muafah

Jalan Tipar Cakung Rt: 05 Rw 08 NO: 5 Kampung Baru, Cakung Barat, Jakarta Timur 13910


فَأَكْرِمِ اللَّهُمَّ مَنْ أَكْرَمَنَا .:. وَكَثِّرِ الْخَيْرَ لَدَيْهِ وَالْغِنَا
وَأَعْطِهِ مِمَّا رَجَى فَوْقَ الرَّجَا .:. وَاجْعَلْ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجَا
وَافْعَلْ كَذَلِكَ بِكُلِّ مُحْسِنِ .:. اِلَى ذَوِي الْعِلْمِ بِظَنٍّ حَسَنِ
وَاهْدِ جَمِيْعَنَا اِلَى الرَّشَادِ .:. وَلِطَرِيْقِ الْخَيْرِ وَالسَّدَادِ
وَابْسُطْ بِفَضْلِكَ عَلَيْنَا نِعْمَتَكْ .:. وَانْشُرْ عَلَيْنَا فِي الدَّارَيْنِ رَحْمَتَكْ
وَاخْتِمْ لَنَا عِنْدَ حُضُوْرِ الْأَجَلِ .:. بِالْعَفْوِ مِنْكَ وَالرِّضَى الْمُعَجَّلِ
أَمِيْنَ أَمِيْنَ اسْتَجِبْ دُعَانَا .:. وَلاَ تُخَيِّبْ رَبَّـــــنَا رَجَـــــــــــــــــانَا


13 komentar:

Adi Ompong mengatakan...

Qobiltu Baginda

Ali fikri mengatakan...

Subhanallah wal hamdulillah

Ali fikri mengatakan...

Subhanallah wal hamdulillah

Abdul Kodir mengatakan...

Membaca surat Ad Dhuha dan memahami ma'nanya

Niscaya hati ini kan menjadi lembut dan penuh kasih sayang dengan lebih mencintai yatim & duafa.



#gentaaq

Muhammad Awaluddin mengatakan...

Alhamdulillah..Qobiltu Yaa Baginda

Iwan Hasani mengatakan...

Specialized moment...


💕❤❤❤

Abdul Azis mengatakan...

Subhanallah

Syaeful Bahar mengatakan...

Bikin rejeki lancar juga suroh addhuha

Syaeful Bahar mengatakan...

Bikin rejeki lancar juga suroh addhuha

setyo ahmed mengatakan...

Alhamdulillah nambah lagi ilmu pengetahuan ane... jazakAllohu Khoiron katsiro Baginda

zay 241 mengatakan...

alhamdulillah, nambah ilmu lagi, jazakallahu baginda

Rahmat hadi mengatakan...

Alhamdulillah

Mahfudz Syafii mengatakan...

Subhanallah wal hamdulillah