Sabtu, 08 Februari 2014

Surat Yusuf Menjadi Pelipur Lara Dan Mendatangkan Kebahagian Tiada Tara



Surat Yusuf Menjadi Pelipur Lara Dan Mendatangkan Kebahagian Tiada Tara

Dalam hidup ini selalu ada ujian yang datang dalam hidup seorang mu'min. Jika pada satu saat kita mengalami kesedihan dan kegundahan lantaran problem hidup yang telah kusut kaya benang nyangkut di kaki ayam celeng, janganlah pernah berputus asa dari Rahmat Allah, selalu bersangka baik kepada Allah dan kepada hamba-hamba Allah. Ketahuilah Allah Taala tidak akan memberikan ujian yang kita tidak sanggup memikulnya. Terkadang kita yang selalu membesar-besarkan masalah yang sebenarnya sederhana. 


Al-Qur'an selain sebagai pedoman hidup orang-orang beriman, al-Qur'an juga ditaqdirkan oleh Allah Taala menjadi obat mujarrab yang diyakini akan mendatangkan Rahmat Allah bagi mereka.  


Seorang ahli hikmah berkata: "Jika anda menemui seorang kawan yang sedang mengalami kegalauan tingkat tinggi, hendaklah kau berikan nasehat kepadanya untuk membaca Surat Yusuf."


Ada apa dengan surat Yusuf?


Surat Yusuf adalah surat yang Allah Turunkan kepada Nabi Muhammad Shallalllahu Alaihi Wa Sallam pada tahun yang disebut Ammul Huzn (tahun kesedihan) dimana Nabi Muhammad Shallalllahu Alaihi Wa Sallam pada tahun tersebut kehilangan orang-orang yang menolong dakwah beliau yakni Istri beliau Sayyidatuna Khadijah dan paman beliau Abu Thalib.


Allah Taala menurunkan surat Yusuf kepada beliau di tahun kesedihan itu, saat beliau membacanya beliau merasakan diri beliau sangat terhibur dan hilang sedikit demi sedikit segala rasa penat serta galau dari diri beliau.

Imam Qadhi al-Qudat (Mahkamah Agung) Abdullah Bin Umar al-Baidhawiy wafat tahun 791 Hijriyah mengutip riwayat yang menyatakan: " Ajarkanlah keluarga dan kawan-kawan kalian akan surat Yusuf, tidaklah seorang muslim yang membaca atau mengajarkannya kepada keluarganya atau kepada siapa saja yang berada di bawah tanggung jawabnya melainkan akan Allah berikan kemudahan dirinya nanti saat menghadapi sakaratul maut dan perlindungan dari kejahatan orang-orang hasud."

Khadimul Janabin Nabawiy
H. Rizqi Zulqornain al-Batawiy



Tidak ada komentar: