Selasa, 04 Juni 2013

Keutamaan Asmaul Husna (al-Warits) Pelipur Lara



Diantara Nama-nama Allah Yang Agung adalah al-Warits (Yang Maha Pewaris). Suatu konsekwensi logis, bila seorang manusia meninggal dunia, maka segala hartanya akan jatuh menjadi milik ahli warisnya. Begitu juga dunia apabila qiyamat, seluruh makhluq binasa dan ketika itu yang menjadi pewaris Agung adalah Allah Taala. Pada hari binasanya seluruh makhluq Allah berfirman:
لمن الملك اليوم ؟
Artinya: "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" (Q.S. Al-Mu'minun: 16)

Kemana para penguasa yang selama hidupnya sombong, kemana fir’aun, namruz dan rombongannya bukankah mereka selama hidupnya mengaku sebagai tuhan? Kemana mereka tidak menjawab.  40 tahun kemudian Allah Taala menjawab:

لله الواحد القهار
Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.

Dialah pemilik hakiki, manusia dan makhluq lainnya hanyalah sebagai tamu dan penerima pinjaman, yang namanya tamu satu saat akan permisi dan orang meminjam satu saat akan ditagih pinjamannya. Oleh karena itu, setelah manusia dan makhluq serta alam semesta hancur dan binasa semuanya kembali kepada Allah Taala sebagai Pewaris Agung Yang kekal Abadi.

Mengamalkan Asmaul Husna (al-Warist)
Seseorang yang ingin mengamalkan dan melekatkan makna nama al-Warist pada dirinya, hendaknya ia mewarisi kebaikan-kebaikan yang ditinggalkan oleh para pendahulunya dari kalangan orang shaleh dan para ulama, baik sifat, perbuatan dan perkataan mereka.

Keutamaan Berdzikir Dengan Menyebut (Ya Warits)
Syaikh al-Muhib Yusuf Bin Ismail Nabhaniy mengatakan dalam kitab Saadatud Darain halaman 575: “para ulama telah menguji-coba, siapa saja yang memperbanyak membaca Ya Warits 1000 kali di waktu antara maghrib dan isya, maka dengan izin Allah Taala segala gundah, galau, bête, nyengkal, gremet, mumet, eneg puyeng, bingung bakal hilang.”
Memperbanyak wirid “Ya Warits” menjadi pelipur segala lara. Bahwa segala kesulitan dan kegundahan akan Allah ganti dengan kesenangan dan ketenangan.

Doa Syaikh Ahmad Dardir al-Maliki al-Khalwatiy:

ويا وارث ورﱢثنا علما وحكمة
Ya Waarits, Warritsna Ilman wa hikmatan
artinya: Ya Allah yang Maha Pewaris berikanlah kami ilmu dan hikmah 


Khuwaidimul Janabin Nabawiy
H. Rizqi zulqornain al-Batawiy

Minggu, 02 Juni 2013

Keutamaan Asmaul Husna (Asshamad)



Diantara Nama-nama Allah Yang Agung adalah Asshamad (Yang Maha  Menjadi tempat bergantung segala makhluq).  Rasa ketergantungan dalam hidup ini kerap sekali dirasakan oleh manusia dan makhluk hidup seluruhnya. Bayi yang baru lahir, tampak sekali ketergantungan hidupnya kepada ibunya atau kepada orang yang merawatnya. Ketergantungan kepada sesuatu itu adalah sifat makhluk dan hanya Allah Taala sebaik-baik tempat bergantung. Allah Taala tidak beranak dan tidak diberanakkan. Setiap yang diberanakan pasti mati, dan setiap yang  mati akan diwarisi. Sungguh sangat mustahil bagi Allah Taala memiliki sifat-sifat demikian. Dialah Yang Maha Agung Tuhan yang Abadi dan tidak pernah mati. Siapa saja yang menjadikan Allah Taala sebagai tempat  bergantung segala hajat-hajatnya, maka ia akan mendapat keberuntungan besar.

Mengamalkan nama Allah Asshamad
Sebagai hamba Allah kita diperintahkan untuk memberikan bantuan kepada orang lain yang sedang susah sesuai dengan kemampuan kita . Jangan kalau kita dalam keadaan susah saja kita memohon bantuan kepada Allah, tapi ketika ada hamba-hamba Allah kesusahan kita tidak memperdulikannya. Bukankah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

والله في عون العبد، ما كان العبد في عون أخيه.) حديث صحيح رواه مسلم(
Artinya: “Allah itu akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (Hadits shohih riwayat Muslim)

Syaikh al-Muhib Yusuf Bin Ismail Nabhaniy dalam kitabnya Saadatud darain halaman 569 mengatakan: “ Para ulama sudah mengeksperimen, siapa saja yang membaca Ya Shamad sebanyak 125 kali di waktu sahar (waktu sahur sebelum terbit fajar), niscaya muncul tanda-tanda orang baik pada dirinya, selama ia membacanya ia tidak merasakan rasa lapar. Bahkan imam Suhrawardiy mengatakan: “Siapa saja yang didominasi oleh perbuatan fasiq, susah menghilangkan kebiasan buruk atau maksiat, maka hendaknya ia berpuasa pada hari kamis, jumat dan sabtu, ketika berbuka puasa hindari makanan-makanan yang bernyawa dan di hari-hari dia melakukan puasa, ia membaca Ya shamad 100 kali, maka dengan izin Allah Taala ia mendapat perlindungan dari melakukan kebiasan melakukan maksiat.”



Khadimul janabin Nabawiy
Al-Haj Rizqi Zulqornain al-Batawiy

Doa Untuk Menemukan Barang Yang Hilang



يَا جَامعَ النَّاسِ لِيَومٍ لاَ رَيْبَ فِيهِ، إِجْمَعْ عَلَيَّ ضَالَّتِي
Artinya: “Wahai Yang Maha mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya (hari qiyamat), kembalikanlah sesuatu yang hilang dari diriku.”

Imam Abul Qasim al-Qusyairiy semoga Rahmat Allah selalu tercurah kepadanya meriwayatkan dari Imam Abu Hatim Sajistaniy beliau berkata: Aku mendengar dari Imam Abu Nashr aSSarraj,  beliau berkata: “Suatu Hari Imam Abu Thayyib al-Makkiy memberikan aku satu kitab yang di dalamnya terdapat doa mujarrabat (tereksperimen), apabila dibaca ketika ada sesuatu barang yang hilang, maka dengan izin Allah Taala, barang itu akan kembali.”

Imam Abul Qasim al-Qusyairiy juga menyebutkan kejadian yang dialami Imam Ja’far al-khuldiy ketika beliau kehilangan batu cincin kesayangannya yang jatuh di sungai Tigris, kemudian beliau membaca doa mujarrabat di atas, dengan izin Allah Taala sesampai beliau di rumah, subhanallah, ketika beliau sedang membaca kitab tak disangka dan tak dinyana beliau menemukan cincin yang hilang itu berada pada bagian tengah kitab yang beliau baca.



Khadimul Janabin Nabawiy
H. Rizqi Zulqornain al-Batawiy

Sabtu, 01 Juni 2013

Keutamaan Asmaul Husna (al-Wahhab) Harta Akan Beranak Pinak


Imam Fakhruddin Muhammad Bin Umar arraziy (Wafat 606 Hijriyah) dalam kitabnya “Lawami’ al-bayyinat Syarh al-Asmaul Husna Wa as-Shifat” beliau menuqilkan riwayat: Pada Suatu hari Imam Syibli semoga Allah memberikan keridhaan kepadanya pernah bertanya kepada sebagian murid Imam Abu Ali as-Staqafiy: “Wiridan apa yang selalu dibaca oleh guru kalian? Mereka menjawab: “Guru kami sering memperbanyak wiridan dengan menyebut salah satu nama Allah Taala dari  Asmaul Husna “Ya Wahhab”. Kemudian Imam Syibli bertkata: “Boleh jadi, harta Syaikh Abu Ali as-Staqafi semakin berlimpah.”

Doa Mohon Ijabah segala Hajat (dibaca 6 kali)
اللهم هب لي من رحمتك ما لا يمسكه أحد غيرك .
Allahumma Hablii Min Rohmatika Ma La Yumsikuhu Ghairuka.
Artinya: Ya Allah berikan kami anugrah dari kasih sayang-Mu akan pemberian yang tidak bisa dicegah oleh siapapun selain Engkau.


Doa Penjaga Iman (dibaca 7 kali setelah shalat fardhu)
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
"Rabbana laa tuzigh quluubana ba'da idz hadaitana wa hablanaa min ladunka rohmah. Innaka antal wahhaab"
Artinya : " Yaa Tuhan kami, jangan Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan akruniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi".



Kesimpulan:
-         Dengan memperbanyak dzkir kepada Allah Taala menyebabkan tertuangnya limpahan anugrah kepada seseorang.
- al-Wahhab artinya adalah Yang Maha Pemberi anugrah tanpa menanti balas jasa
-         Salah satu Khawas (keistimewaan) memperbanyak menyebut nama Allah Taala “al-Wahhab” akan dibukakan pintu rizqi yang berlimpah, laksana air mengalir terus tiada pernah putus bahasa betawinya ngocor terus kaga ngasoh-ngasoh.




H. Rizqi Zulqornain al-Batawiy
Khadimul Janabin Nabawi