Minggu, 02 Juni 2013

Keutamaan Asmaul Husna (Asshamad)



Diantara Nama-nama Allah Yang Agung adalah Asshamad (Yang Maha  Menjadi tempat bergantung segala makhluq).  Rasa ketergantungan dalam hidup ini kerap sekali dirasakan oleh manusia dan makhluk hidup seluruhnya. Bayi yang baru lahir, tampak sekali ketergantungan hidupnya kepada ibunya atau kepada orang yang merawatnya. Ketergantungan kepada sesuatu itu adalah sifat makhluk dan hanya Allah Taala sebaik-baik tempat bergantung. Allah Taala tidak beranak dan tidak diberanakkan. Setiap yang diberanakan pasti mati, dan setiap yang  mati akan diwarisi. Sungguh sangat mustahil bagi Allah Taala memiliki sifat-sifat demikian. Dialah Yang Maha Agung Tuhan yang Abadi dan tidak pernah mati. Siapa saja yang menjadikan Allah Taala sebagai tempat  bergantung segala hajat-hajatnya, maka ia akan mendapat keberuntungan besar.

Mengamalkan nama Allah Asshamad
Sebagai hamba Allah kita diperintahkan untuk memberikan bantuan kepada orang lain yang sedang susah sesuai dengan kemampuan kita . Jangan kalau kita dalam keadaan susah saja kita memohon bantuan kepada Allah, tapi ketika ada hamba-hamba Allah kesusahan kita tidak memperdulikannya. Bukankah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

والله في عون العبد، ما كان العبد في عون أخيه.) حديث صحيح رواه مسلم(
Artinya: “Allah itu akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (Hadits shohih riwayat Muslim)

Syaikh al-Muhib Yusuf Bin Ismail Nabhaniy dalam kitabnya Saadatud darain halaman 569 mengatakan: “ Para ulama sudah mengeksperimen, siapa saja yang membaca Ya Shamad sebanyak 125 kali di waktu sahar (waktu sahur sebelum terbit fajar), niscaya muncul tanda-tanda orang baik pada dirinya, selama ia membacanya ia tidak merasakan rasa lapar. Bahkan imam Suhrawardiy mengatakan: “Siapa saja yang didominasi oleh perbuatan fasiq, susah menghilangkan kebiasan buruk atau maksiat, maka hendaknya ia berpuasa pada hari kamis, jumat dan sabtu, ketika berbuka puasa hindari makanan-makanan yang bernyawa dan di hari-hari dia melakukan puasa, ia membaca Ya shamad 100 kali, maka dengan izin Allah Taala ia mendapat perlindungan dari melakukan kebiasan melakukan maksiat.”



Khadimul janabin Nabawiy
Al-Haj Rizqi Zulqornain al-Batawiy

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar